Jumat, 15 Mei 2020

Warisan Kartini: Sekolah Kartini di Jakarta (2)

PENGANTAR

(klik untuk memperbesar)
Sejarah Hindia-Belanda menunjukkan bahwa tokoh yang menjadi pahlawan bagi bangsa Indonesia, bagi pihak Belanda saat itu tak lebih dari pemberontak, pembuat onar, penyulut kerusuhan, dsb. Sebaliknya, orang yang diberi tanda jasa oleh Belanda, bagi bangsa Indonesia merupakan pembantai, penjahat perang, kolaborator, dsb.

Raden Ayu Kartini merupakan satu dari sedikit pengecualian: Orang Belanda dan Indonesia sama-sama kagum dan menghargai apa yang beliau rintis untuk memajukan bangsa Indonesia, terutama kaum perempuannya. Bahkan kemudian warga Belanda bersama warga Indonesia bersama-sama meneruskan dan mengembangkan apa yang telah beliau mulai, yaitu dengan menghidupkan sarana pendidikan untuk anak-anak perempuan Indonesia.

Seri foto berikut ini akan menampilkan foto-foto Kartini dan keluarganya, dan diteruskan dengan munculnya sekolah-sekolah Kartini di berbagai pelosok

Murid-murid di ruang kelas
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Kemungkinan penjaga sekolah dan keluarganya
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Ruang kelas dengan peta Belanda dan teks berbahasa Belanda
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Kemungkinan penjaga sekolah di ruang guru, dengan potret Kartini di dinding
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Seorang guru Belanda dekat gerbang sekolah, dengan penjaga sekolah di latar belakang
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Murid-murid Sekolah Kartini Jakarta di awal 1950-an, tidak lagi memakai kain dan kebaya
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Waktu: 30 Oktober 1920 (kecuali foto terakhir yang berasal dari awal 1950-an)
Tempat: Jakarta
Tokoh: 
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Museum van Wereldculturen
Catatan:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar