Tampilkan postingan dengan label Gunung Api Banda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung Api Banda. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 November 2025

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Lukisan kuno tentang Gunung Api Banda

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: kemungkinan besar abad ke-19 
Tempat terbit: Belanda (?)
Tokoh:
Deskripsi: Ini merupakan tiga penampakan Gunung Api Banda: sisi tenggara (atas), sisi timur laut (bawah kiri), dan kawahnya (bawah kanan).
Juru foto/gambar: Van Oort
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan:

Selasa, 09 September 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (1)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Reruntuhan Candi Borobudur mendapat kunjungan dari tiga orang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Kesibukan pelayaran di Kepulauan Banda, dengan Gunung Api di sebelah kiri, serta Pulau Banda Neira dengan Benteng Belgica-nya di sebelah kanan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah kapal bersandar di pelabuhan Makassar sementara beberapa sosok orang tampak beraktivitas di kawasan pelabuhan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Tiga warga Minang, di antaranya menggiring pedati, terlukis dengan latar belakang Gunung Marapi
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Benteng Rotterdam di Makassar dengan beberapa pohon rimbun di latar depan, serta sebuah kuburan Belanda di lapangan depan benteng
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 12 Agustus 2025

Kumpulan beberapa ilustrasi zaman dulu tentang Nusantara (6)

Pulau Banda dan Neira, beserta Gunung Api serta Benteng Nassau, dilihat dari laut
[1724, Amsterdam, François Valentijn]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Hewan-hewan di Jawa menurut sebuah naskah berbahasa Latin yang terbit di Jerman: badak, buaya (!), gajah, kura-kura
[1595-1600, Frankfurt]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Dari naskah yang sama tentang kepercayaan warga Bali yang mengagungkan kasta Brahmana, dan adanya kelompok yang pantang makan daging dan ikan, serta kelompok yang jika suami meninggal maka istrinya ikut dikuburkan hidup-hidup (di gambar tetapi dibakar)
[1595-1600, Frankfurt]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1595, 1724
Tempat terbit: Amsterdam, Frankfurt
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: a.l. François Valentijn
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 10 Agustus 2025

Kumpulan beberapa ilustrasi zaman dulu tentang Nusantara (5)

Padang, Sumatera Barat, dilihat dari laut
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Atas: Benteng Nassau di Pulau Banda; bawah: Gunung Api di Banda Neira
[1806, London]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Borobudur
[W. Purser, 1835]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: a.l. 1806, 1835
Tempat terbit: a.l. London
Tokoh: a.l. W. Purser
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 17 Maret 2025

Dari Papua sampai ke Aceh: Nusantara dalam sketsa keluaran tahun 1883 (3)

Wajah Desa Dobo di pesisir Kepulauan Aru
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Gunung Api Banda dengan tiga kepulan asap
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sepasang burung cenderawasih dari spesies Parotia aurea
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Seekor burung cenderawasih jantan dari spesies Paradisea rubra
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lihat juga posting 1, 2, dan 3 sebelum ini.

Sabtu, 01 Maret 2025

Dari Padang sampai ke Banda: Lukisan pemandangan Nusantara karya Charles William Meredith van de Velde, 1844 (7 - Maluku)

Charles William Meredith van de Velde (1818-1898) tampaknya seorang dengan berbagai bakat dan kemampuan. Dia pernah menjadi perwira angkatan laut, tentara bayaran, pembuat peta, anggota palang merah, hingga misionaris. Salah satu keahlian dia adalah menangkap keindahan alam dari tempat yang dia kunjungi, dan menuangkannya ke atas kanvas. Dia terkenal sebagai pembuat peta Palestina di pertengahan abad ke-19, serta pelukis kota dan tempat di Palestina yang dia singgahi. Sebelumnya, dia juga mengabadikan banyak tempat di Nusantara dalam beberapa karya lukisannya, yang akan kita lihat di seri berikut ini.


Ternate dengan Gunung Gamalama di latar belakang. Tampak pula kawasan pelabuhan dengan sebuah benteng (?) dan pemukiman di pesisir. Latar depan memperlihatkan beberapa kapal layar dan perahu.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Pemandangan di Banda dengan komposisi yang digemari Van de Velde: gunung, kali ini Gunung Api Banda, dan perbukitan di latar belakang, serta kawasan pelabuhan dan pemukiman di pesisir. Kemudian perahu layar besar beserta beberapa perahu di latar tengah dan depan.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar: Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 16 September 2024

Peta kuno dari tahun 1750: Banda dan sekitarnya

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)


Tahun terbit: sekitar 1750
Tempat terbit: Paris
Tokoh:
Deskripsi: Peta berbahasa Perancis ini menampilkan Pulau Banda dan sekitarnya. Kontur pulau-pulau masih belum akurat meskipun profil umumnya sudah terlihat. Pulau Run dan Ai di sebelah kanan juga tampak dipaksakan untuk masuk ke dalam peta sehingga letak, ukuran, serta bentuknya jauh dari akurat. Peta ini disertai 9 penamaan:

  1. Pulorin (Pulau Run)
  2. Puloway (Pulau Ai)
  3. Gunnanapi (Pulau Gunung Api)
  4. Labetak (Lautaka?)
  5. Nera (Naira)
  6. Wayer (?)
  7. Lantoor (Lontohir)
  8. Ortattan (?)
  9. Combeer (Combir)

Juru kartografi: Jacques-Nicolas Bellin
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 02 September 2024

Dokumen dari tahun 1599 yang memuat peta Pulau Banda dan sekitarnya

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1599
Tempat terbit: Frankfurt (?)
Tokoh:
Deskripsi: Ini merupakan halaman dokumen kuno berbahasa Latin yang memperlihatkan peta Banda dan sekitarnya. Petanya sendiri sudah dimuat di posting ini. Teks di halaman ini a.l. memuat kalimat Stofferolla, Stofferolla, Ascehad an la, Ascehad an la, yll lolla, yll lolla, Mahumed di e rossulla, yang tampaknya didengar dan dicatat si pembuat dokumen ketika di berada di Banda. Kalimat ini tak lain sebenarnya Astaghfirullaah, astaghfirullaah, asyhadu an-laa ilaaha illallaahu, (wa asyhadu anna) muhammadan rasuulullaahi.
Juru kartografi: Theodore De Bry
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 17 Agustus 2024

Peta kuno dari sekitar tahun 1599: Banda dan sekitarnya

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1599
Tempat terbit: Frankfurt (?)
Tokoh:
Deskripsi: Peta sangat kuno ini merupakan salah satu peta pertama yang menampilkan Pulau Banda dan sekitarnya. Banda dan Neira tampak ditampilkan dengan letak, proporsi, dan kontur yang lumayan tepat. Ini menunjukkan bahwa pulau-pulau ini sudah cukup dikenal dan dijelajahi. Sementara itu, Pulau Run (Poeleron) dan Pulau Ai (Poeleway) terkesan disisipkan karena ukurannya diperkecil dan letaknya didekatkan ke Banda. Menarik untuk dicatat bahwa Gunung Api ditulis Groene Ape yang selintas seperti menyebut "monyet hijau".
Juru kartografi: Theodore De Bry
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 28 Juli 2024

Peta kuno dari tahun 1724: Banda dan sekitarnya (tak berwarna)

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1724
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Ini merupakan versi "tidak berwarna" dari peta yang pernah dimuat di posting ini sebelumnya. Peta ini menampilkan Pulau Run, Ai, Banda, Neira, Bandaneira, dan Hatta/Rozengain.
Juru kartografi: dicuplik dari karya François Valentijn
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 06 Juli 2024

Peta kuno dari tahun 1724: Banda dan sekitarnya

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1724
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Peta ini menampilkan Pulau Naira dipenuhi oleh Gunung Banda Api lengkap dengan asap dan letusannya, objek alam yang memang menjadi kekhasan pulau ini. Pulau lain yang ditampilkan sama dengan yang biasa muncul ketika bangsa Eropa membuat peta tentang Banda, yaitu Run, Ai, Bandaneira, Banda sendiri, dan Hatta/Rozengain.
Juru kartografi: dicuplik dari karya François Valentijn
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 05 Mei 2024

Empat foto lama dari Banda, Makassar, Sawahlunto, dan Surabaya di penghujung abad ke-19

~1900: Para pekerja Tionghoa dan mandor Belanda di pertambangan Sawahlunto
(klik untuk memperbesar | © C. Nieuwenhuis / Indies Gallery)
~1880: Makassar, kawasan di dekat Fort Rotterdam
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
~1870: Sebuah taman di Surabaya
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
~1890: Gunung Api Banda
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: akhir abad ke-19 (1870, 1880, 1890, 1900)
Tempat: Banda, Makassar, Sawahlunto, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto: a.l. C. Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 28 Oktober 2023

Hindia-Belanda dalam foto stereoskopi (14)

PENGANTAR
Di akhir abad ke-19 foto stereoskop cukup populer untuk melihat foto dengan kesan tiga dimensi. Teknik yang digunakan saat itu adalah dengan membuat dua foto dengan sudut pengambilan yang sedikit berbeda. Kemudian kedua foto ini disandingkan, dan dilihat dengan menggunakan alat bersekat yang memisahkan pandangan mata kiri dan kanan. Gambar di kiri memperlihatkan contoh alat ini.

Wilayah Hindia-Belanda pun tak luput dari mode fotografi ini. Seri berikut akan menampilkan beberapa motif foto dari Hindia-Belanda yang ada di koleksi penggemar stereoskopi.

Perumahan warga Papua
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga Kristiani di Papua
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gunung Api Banda, Maluku
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pulau Wakde, Papua
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pelabuhan Balikpapan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kapal uap di Sungai Barito
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: tidak ada keterangan
Tempat: Banda, Kalimantan (Balikpapan, Sungai Barito), Papua (a.l. Pulau Wakde)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 23 September 2021

Foto-foto dari "Album van Java" tentang Jawa-Maluku-Sulawesi menjelang akhir abad ke-19 (2)

PENGANTAR

Walter Bentley Woodbury dan James Page adalah dua orang Inggris yang menjadi salah dua perintis dunia fotografi profesional di Hindia-Belanda. Studio foto yang mereka dirikan di Batavia menjadi teladan bagi fotografer lain untuk mendirikan hal yang sama di Padang, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lain di Nusantara. Blog ini sudah menampilkan banyak karya keluaran dari studio ini.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Di sekitar tahun 1890 studio ini mengeluarkan album dengan judul Album van Java, yang sejatinya juga berisi foto-foto dari Maluku dan Sulawesi juga. Ada kemungkinan pemesan album ini memang aktif atau pernah berkunjung ke wilayah-wilayah ini. Album ini berisi 42 foto, yang 40 di antaranya akan ditampilkan di sini sesuai nomor urut; 2 lainnya tidak tersedia di koleksi yang dipublikasikan oleh National Gallery of Australia ini. Tiap foto memiliki catatan tulisan tangan sehingga memudahkan kita untuk mengidentifikasi objek foto.


7. Gunung Api Banda (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
8. Ujung timur Pulau Jawa (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
9. Batuan basal (di Jawa Tengah? 1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
10. Ujung timur Pulau Jawa (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
11. Surabaya, kemungkinan kawasan pelabuhan (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1868
Tempat: Banda, Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 7 dari koleksi Universiteit Leiden
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)