Tampilkan postingan dengan label Aru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aru. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Maret 2025

Dari Papua sampai ke Aceh: Nusantara dalam sketsa keluaran tahun 1883 (3)

Wajah Desa Dobo di pesisir Kepulauan Aru
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Gunung Api Banda dengan tiga kepulan asap
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sepasang burung cenderawasih dari spesies Parotia aurea
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Seekor burung cenderawasih jantan dari spesies Paradisea rubra
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lihat juga posting 1, 2, dan 3 sebelum ini.

Kamis, 11 Oktober 2018

Tiga perlawanan rakyat atas kekuasaan Belanda di tahun 1890-an yang tidak banyak dicatat sejarah

Kepulauan Aru, 1892: Para pemimpin perlawanan rakyat setelah ditangkap Belanda
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Lombok, 1894: Jembatan yang dibakar rakyat saat perlawanan warga Lombok
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Lombok, 1894: Makam seorang prajurit KNIL yang tewas saat perlawanan warga Lombok
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Melawi, 21 Maret 1896: Raden Paku Jaya bersama para pengikutnya setelah ditangkap Belanda
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1892, 1894, 1896
Tempat: Kepulauan Aru, Lombok, Melawi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Sabtu, 26 November 2016

Ilustrasi dari buku The Malay Archipelago karya Alfred Wallace (16): rumah tradisional

PENGANTAR

Bagi dunia ilmu pengetahuan nama Alfred Russel Wallace disejajarkan dengan Charles Robert Darwin, yang bukan hanya hidup senegeri dan sezaman, tapi juga menggeluti bidang ilmu yang sama. Namun tidak dapat disangkal bahwa Darwin jauh lebih dikenal dan diperdebatkan. Padahal karya utama Wallace, yaitu The Malay Archipelago berisi terobosan-terobosan ilmiah yang kemudian menelurkan istilah garis Wallace dan efek Wallace. Buku yang pertama kali terbit tahun 1869 ini (dan masih diterbitkan hingga sekarang!) merupakan hasil perjalanan dan penelitian Wallace tujuh tahun di wilayah Nusantara dari tahun 1856 hingga 1862.

Berikut beberapa cuplikan ilustrasi dari buku ini.

rumah panggung dikunjungi ular sanca

perumahan di Dobo (Aru)

pondok Wallace di Waigeo

 
rumah adat Minangkabau
Waktu: 1856-1862
Tempat: Minangkabau, Aru, Waigeo (Papua)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: The Malay Archipelago
Catatan:

UPDATE 26 Juni 2019

Berikut sketsa tentang pasar di Dobo dalam versi yang lebih mendetails. Kita akan lihat di sebelah kiri seorang pedagang Tionghoa sedang berbincang dengan warga asli. Warga asli umumnya digambarkan berpostur Melanesia dengan pakaian seadanya. Di dekat situ terlihat kanguru yang tampaknya menjadi hewan yang biasa berkeliaran di sana.

Di bagian tengah terlihat seorang pedagang Eropa sedang berbincang dengan dua warga asli. Di latar belakang tampak pula ada seorang dengan sorban yang mungkin menggambarkan pedagang Arab.

Yang terlihat banyak adalah orang dengan topi caping atau ikat kepala yang tampaknya menunjukkan pedagang atau pendatang dari bagian lain wilayah Nusantara.

(klik untuk memperbesar)

Jumat, 18 November 2016

Ilustrasi dari buku The Malay Archipelago karya Alfred Wallace (12): peta Aru, sebagian Maluku, Halmahera, dan sekitarnya

PENGANTAR

Bagi dunia ilmu pengetahuan nama Alfred Russel Wallace disejajarkan dengan Charles Robert Darwin, yang bukan hanya hidup senegeri dan sezaman, tapi juga menggeluti bidang ilmu yang sama. Namun tidak dapat disangkal bahwa Darwin jauh lebih dikenal dan diperdebatkan. Padahal karya utama Wallace, yaitu The Malay Archipelago berisi terobosan-terobosan ilmiah yang kemudian menelurkan istilah garis Wallace dan efek Wallace. Buku yang pertama kali terbit tahun 1869 ini (dan masih diterbitkan hingga sekarang!) merupakan hasil perjalanan dan penelitian Wallace tujuh tahun di wilayah Nusantara dari tahun 1856 hingga 1862.

Berikut beberapa peta dari buku ini.

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
Waktu: 1856-1862
Tempat: Maluku
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: The Malay Archipelago
Catatan: