Tampilkan postingan dengan label Den Haag. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Den Haag. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Agustus 2024

Pertemuan warga Belanda penentang Republik Indonesia di Den Haag, 27 September 1947

Para peserta yang memenuhi gedung perkumpulan. Spanduk di samping bendera Belanda bertuliskan "Republik Indonesia berarti kungkungan, kekacauan, dan kesengsaraan. Berunding dengan gerombolan ini merupakan perkhianatan."
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Salah seorang pembicara yang merupakan penentang Republik Indonesia, politisi dari Partai Katolik dan mantan Menteri Urusan Tanah Jajahan, Charles Joseph Ignace Marie Welter
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pembicara lain yang sangat anti Republik Indonesia, mantan perdana menteri Belanda, Pieter Sjoerds Gerbrandy
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 27 September 1947
Tempat: Den Haag
Tokoh: lihat deskripsi di atas
Peristiwa: Pertemuan warga Belanda penentang Republik Indonesia
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 14 Desember 2022

Gubernur Jenderal Hindia-Belanda terakhir, Tjarda van Starkenborgh Stachouwer: Kepulangan ke Belanda setelah ditahan Jepang

Eindhoven, 9 September 1945: Tjarda menginjakkan kaki kembali di Belanda setelah 3 tahun ditawan Jepang. Saudara perempuannya menyambut dan memeluknya di bandara Welschap.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Eindhoven, 9 September 1945: Rombongan Tjarda disambut Putri Juliana (kanan) yang tampaknya berbincang dengan perwira Angkatan Udara Inggris yang menerbangkan Tjarda pulang (?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Den Haag, Oktober 1945: Tjarda (kanan) datang ke Den Haag disambut PM Belanda, Willem Schermerhorn (kiri), dan Menteri Luar Negeri, Eelco van Kleffens (tengah)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: September dan Oktober 1945
Tempat: Den Haag dan Eindhoven (Belanda)
Tokoh: Eelco van Kleffens (Menteri Luar Negeri Belanda); Jonkheer Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1936-1942); Willem Schermerhorn (Perdana Menteri Belanda 1945-1946)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 10 Juli 2021

Pemuda-pemudi Belanda berpawai dalam kostum Nusantara di Den Haag, 1938

Rombongan Bali bule; tempat buahnya harus dipegang agar tidak jatuh
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Rombongan cakil; pemain gamelan tampaknya tetap orang Indonesia
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Rombongan penari Jawa
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: September 1938
Tempat: Den Haag
Tokoh:
Peristiwa: Tampaknya dalam rangka 40 tahun bertahtanya Ratu Wilhelmina diadakan parade budaya dari wilayah-wilayah jajahan Belanda. Wilayah Hindia-Belanda diwakili oleh pemuda-pemudi Belanda yang mengenakan pakaian daerah Nusantara.
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Rabu, 22 Mei 2019

Kunjungan kenegeraan Presiden Soeharto ke Belanda (3), 1970

Soeharto menyalami masyarakat Indonesia di Belanda
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Pangeran Bernhard menyalami Bu Tien
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Kedua kepala negara dan suami/istri saling bersalaman
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: kemungkinan 4 September 1970
Tempat: Den Haag (Belanda)
Tokoh: Soeharto (Presiden RI), Siti Hartinah (isteri Soeharto), Juliana (Juliana Louise Emma Marie Wilhelmina; Ratu Belanda), Pangeran Bernhard van Lippe-Biesterfeld (Bernhard Leopold Frederik Everhard Julius Coert Karel Godfried Pieter; suami Juliana)
Peristiwa: Ratu Juliana dan suaminya, Pangeran Bernhard, menyalami Soeharto dan Bu Tien di Den Haag, sebagai tanda perpisahan setelah usainya kunjungan kenegaraan pertama seorang kepala negara Indonesia ke Belanda.
Fotografer: Gé van de Werff (empat foto terakhir)
Sumber / Hak cipta: ANP / Het Nationaal Archief
Catatan:

Senin, 20 Mei 2019

Kunjungan kenegeraan Presiden Soeharto ke Belanda (2), 1970

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 3 September 1970
Tempat: Den Haag (Belanda)
Tokoh: Soeharto (Presiden RI)
Peristiwa: Presiden Soeharto dalam acara saling tukar cendera mata; dalam rangkaian kunjungan kenegaraan pertama seorang kepala negara Indonesia ke Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: ANP / Het Nationaal Archief
Catatan:

Sabtu, 18 Mei 2019

Kunjungan kenegeraan Presiden Soeharto ke Belanda (1), 1970

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © Gé van de Werff / gahetna)
(klik untuk memperbesar | © Gé van de Werff / gahetna)
(klik untuk memperbesar | © Gé van de Werff / gahetna)
(klik untuk memperbesar | © Gé van de Werff / gahetna)

Waktu: 3 September 1970
Tempat: Den Haag (Belanda)
Tokoh: Soeharto (Presiden RI), Siti Hartinah (isteri Soeharto), Juliana (Juliana Louise Emma Marie Wilhelmina; Ratu Belanda), Pangeran Bernhard van Lippe-Biesterfeld (Bernhard Leopold Frederik Everhard Julius Coert Karel Godfried Pieter; suami Juliana)
Peristiwa: Ratu Juliana dan suaminya, Pangeran Bernhard, menyambut kedatangan Presiden Soeharto dan Bu Tien di Ypenburg, Den Haag, Belanda, dalam rangkaian kunjungan kenegaraan pertama seorang kepala negara Indonesia ke Belanda.
Fotografer: Gé van de Werff (empat foto terakhir)
Sumber / Hak cipta: ANP / Het Nationaal Archief
Catatan:

Kamis, 16 Mei 2019

Soeharto, Bu Tien, dan Tutut bersama keluarga Ratu Belanda (2), 1970

Soeharto bertukar cendera mata dengan Pangeran Bernhard, disaksikan Pangeran Claus, Tutut, Putri Beatrix, dan Putri Maria
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Soeharto menyerahkan cendera kepada Ratu Juliana, disaksikan Putri Beatrix, Pangeran Bernhard, Putri Margriet, Bu Tien, dan Pieter van Vollenhoven
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 3 September 1970
Tempat: Den Haag, Belanda
Tokoh:
Peristiwa: Sambutan keluarga Kerajaan Belanda atas kunjungan kenegaraan Presiden Soeharto ke Istana Huis ten Bosch, Den Haag, 1970.
Fotografer: Gé van de Werff
Sumber / Hak cipta: ANP / Het Nationaal Archief
Catatan: lihat juga posting sebelum ini.

Rabu, 19 Oktober 2016

Bangsawan Deli di Den Haag dalam rangka pernikahan Putri Juliana dan Pangeran Bernhard, 1937

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: 7 Januari 1937
Tempat: di pelataran Grote of Sint Jacobskerk (Den Haag)
Tokoh:
Peristiwa: Dua bangsawan Deli dalam pakaian kebesaran tradisional berpose dalam kehadiran mereka di acara pernikahan Putri Juliana dan Pangeran Bernhard.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Rabu, 17 September 2014

Soeharto, Bu Tien, dan Tutut bersama keluarga Ratu Belanda (1), 1970

klik untuk memperbesar [© Anefo / gahetna]
Waktu: 3 September 1970
Tempat: Den Haag, Belanda
Tokoh (d.ki.k.ka.):
Peristiwa: Sambutan keluarga Kerajaan Belanda atas kunjungan kenegaraan Presiden Soeharto ke Istana Huis ten Bosch, Den Haag.
Fotografer: Eric Koch
Sumber / Hak cipta: Anefo / Het Nationaal Archief
Catatan: Kunjungan ini mengandung nilai sejarah untuk kedua negara karena untuk pertama kalinya seorang Kepala Negara Belanda (mantan penjajah) bertemu Kepala Negara Indonesia (mantan jajahan). Lihat juga foto berikutnya di posting tanggal 16 Mei 2019.


UPDATE 8 Mei 2019
Foto lain dari acara yang sama:
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Jumat, 06 Juni 2014

Suasana di Konferensi Meja Bundar, 1949

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 6 November 1949
Tempat: Den Haag
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Bettmann / Corbis

Senin, 18 November 2013

Penandatanganan naskah hasil Konferensi Meja Bundar, 1949


Waktu: 7 November 1949
Tempat: Den Haag, Belanda
Tokoh: Johannes Henricus van Maarseveen (Minister van Uniezaken en Overzeese Rijksdelen, kiri), Sultan Hamid II (delegasi Indonesia, kedua dari kiri), Muhammad Hatta (delegasi Indonesia, ketiga dari kiri)
Peristiwa: Sultan Hamid II dan Muhammad Hatta, mewakili delegasi Indonesia, menandatangani naskah hasil Konferensi Meja Bundar.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Bettmann / Corbis


UPDATE 6 September 2015:
Peristiwa sama dari sudut foto yang berbeda.
(klik untuk memperbesar | @ fotoleren)