Tampilkan postingan dengan label Adam Malik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adam Malik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Oktober 2020

Adam Malik bersama Teruo Nakamura, prajurit Jepang terakhir yang keluar dari hutan, 1975

Blog ini sudah menampilkan beberapa contoh kasus di mana tentara Jepang, walaupun pemerintahnya secara resmi sudah menyerah kepada Sekutu, menolak menyerahkan diri dan malah bergabung dengan para pejuang kemerdekaan untuk memerangi pasukan Belanda.

Sebagian lain, di beberapa wilayah, masuk ke hutan pedalaman dan putus kontak dengan dunia luar; hingga bertahun-tahun dan terlupakan orang. Masyarakat Jepang mengira mereka sudah hilang tak bisa ditemukan, sementara para prajurit yang bersembunyi ini menyangka perang masih berlangsung.

Tahun 1972, Jepang dibuat heboh dengan ditemukannya Shoichi Yokoi di pedalaman Guam, 28 tahun setelah tentara ini bersembunyi di hutan. Dua tahun kemudian, di bulan Maret 1974, Jepang dihebohkan lagi dengan ditemukannya Hiroo Onoda di pedalaman pulau Lubang, Filipina.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya di Desember 1974, Indonesia berhasil menemukan dan membujuk Teruo Nakamura agar keluar dari pedalaman Morotai, Maluku Utara. Sekitar 30 tahun prajurit Jepang ini berada di hutan, dan menjadi tentara Jepang terlama yang berkelana di hutan setelah Perang Dunia II usai.

1 Januari 1975: Menlu Adam Malik menyalami Teruo Nakamura di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © Asahi Shimbun via Getty Images)

8 Januari 1975: Teruo Nakamura berbicara dengan media di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © Asahi Shimbun via Getty Images)

Kisah ini ternyata masih ada buntutnya. Teruo Nakamura sejatinya bukan orang Jepang, tetapi seperti halnya Tan Tik An dan Tan Tjian Loe berasal dari Taiwan. Karenanya dia minta dipulangkan ke Taiwan, bukan ke Jepang. Di Taiwan sendiri, Teruo Nakamura, yang lahir ketika Taiwan dikuasai Jepang, dianggap sebagai pendukung penjajahan Jepang, dan pihak Taiwan malah memberinya nama Tionghoa Lee Kuang-hui.

Masih belum selesai: Teruo Nakamura tetapi bukan pula orang Tionghoa, dia berasal dari suku Amis, yang merupakan penduduk asli Taiwan. Secara etnolinguistika, warga Amis ini merupakan bagian dari rumpun Austronesia; atau dengan kata lain malah lebih dekat kekerabatannya dengan warga Nusantara.

Waktu: Januari 1975
Tempat: Jakarta
Tokoh: Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI), Teruo Nakamur (tentara Jepang)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Asahi Shimbun via Getty Images
Catatan:

Senin, 12 Desember 2016

Foto Adam Malik dari tahun 1966

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: 18 Maret 1966
Tempat: Jakarta
Tokoh: Adam Malik (bakal Menteri Luar Negeri RI)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: ANP / Spaarnestad Photo
Catatan:

Jumat, 20 Mei 2016

Unjuk rasa beberapa ormas Islam di tahun 1965/1966

Muhammadiyah, 1965
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Pelajar Islam Indonesia, 1965
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Himpunan Mahasiswa Islam, 1966
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Mathla'ul Anwar, 1966
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1965, 1966
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Senin, 10 Agustus 2015

Adam Malik mengumumkan akan adanya proses pengadilan atas Soekarno, 1967

(klik untuk memperbesar)

Waktu: 21 Februari 1967
Tempat: Jakarta
Tokoh: Adam Malik (Menteri Luar Negeri), Sri Sultan Hamengkubuwono IX (Menteri Utama Bidang Ekonomi dan Keuangan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Archief / Spaarnestad Photo / Fotoleren / ANP
Catatan: Proses pengadilan ini tidak pernah terwujud, seperti halnya proses hukum atas Soeharto beberapa dasawarsa kemudian.

Senin, 08 September 2014

Penandatanganan normalisasi hubungan Indonesia-Malaysia 1966

klik untuk memperbesar [(c) gahetna]
Waktu: 17 Agustus 1966
Tempat: Jakarta
Tokoh: Soeharto (Ketua Presidum Kabinet Ampera), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI), Tun Abdul Razaq (Wakil Perdana Menteri Malaysia)
Peristiwa: Adam Malik bersama Tun Abdul Razaq menandatangani perjanjian normalisasi hubungan Indonesia-Malaysia, yang a.l. berisi penghentian konfrontasi yang sebelumnya terjadi di antara dua negara, dengan disaksikan oleh Soeharto.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Selasa, 13 Mei 2014

Soeharto menerima Dubes Malaysia Tan Sri Yacoob Latiff, 1967

(klik untuk memperbesar)
Waktu: Desember 1967
Tempat: Istana Merdeka
Tokoh: Soeharto (Pejabat Presiden Indonesia), Yaacob Latiff (Dubes Malaysia), Adam Malik (Menteri Urusan Luar Negeri)
Peristiwa: Soeharto menerima kedatangan Dubes Malaysia Tan Sri Yacoob Latiff di Istana Merdeka.
Fotografer: Larry Burrows
Sumber / Hak cipta: Time & Life Pictures / Getty Images
Catatan: Peristiwa ini salah satu tonggak membaiknya hubungan Indonesia dan Malaysia setelah berakhirnya era Soekarno dengan politik konfrontasinya.


Minggu, 04 Mei 2014

Soeharto dan Adam Malik, 1967

(klik untuk memperbesar)
Waktu: Desember 1967
Tempat: Istana Merdeka
Tokoh: Soeharto (Pejabat Presiden Indonesia), Adam Malik (Menteri Urusan Luar Negeri), Siti Hartinah (isteri Soeharto)
Peristiwa:
Fotografer: Larry Burrows
Sumber / Hak cipta: Time & Life Pictures / Getty Images

Selasa, 06 Agustus 2013

Sidang pertama Kabinet Ampera, 1966

Waktu: 4 Agustus 1966
Tempat: Istana Merdeka, Jakarta
Tokoh: Letnan Jenderal Soeharto (Ketua Presidium), Soekarno (Presiden), Sultan Hamengkubuwono IX (Menteri Utama Bidang Ekonomi dan Keuangan), Adam Malik (Menteri Utama Bidang Politik)
Peristiwa: Para anggota Kabinet Ampera menunggu dimulainya sidang mereka yang pertama.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Bettmann / Corbis

Rabu, 26 Desember 2012

Menteri Luar Negeri Adam Malik

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 1966
Tempat: -
Tokoh: Adam Malik
Peristiwa: Menteri Luar Negeri Adam Malik di pesawat terbang pulang dari sebuah konferensi di Bangkok, 1966
Fotografer: Co Rentmeeste
Hak cipta: Time Life