Tampilkan postingan dengan label Achmad Soebardjo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Achmad Soebardjo. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Agustus 2017

Para mahasiswa Perhimpoenan Indonesia di Leiden, 1924

(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: antara 1924-1927
Tempat: kemungkinan di Leiden
Tokoh: Di foto ini berkumpul para mahasiswa Indonesia di Belanda, beberapa di antaranya kelak menjadi pejuang kemerdekaan Indonesia atau bapak bangsa di masa awal negara Republik Indonesia seperti Muhammad Hatta, Achmad Soebardjo, Ali Sastroamidjojo, Soenarjo, atau Wirjono Prodjodikoro.
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Selasa, 29 Juli 2014

Perundingan Renville, 1947

USS Renville, kapal perang Amerika Serikat yang menjadi tempat perundingan antara Indonesia dan Belanda Desember 1947 - Januari 1948, di sekitar Tanjung Priuk.
gahetna)
Abdulkadir Widjojoatmodjo, seorang kolonel KNIL asal Salatiga, yang menjadi pimpinan delegasi Belanda dalam Perundingan Renville, 10 Desember 1947.
(© gahetna)
Kolonel KNIL, Abdulkadir Widjojoatmodjo, berbicara atas nama pihak Belanda, 11 Desember 1947.
(© gahetna)
R. Kerby, penengah asal Australia, berbicara pada tanggal 11 Desember 1947. Di sebelah kanan Kerby tampak delegasi Indonesia yang dipimpin Achmad Soebardjo.
(© gahetna)

Waktu: Desember 1947
Tempat: Tanjung Priuk, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Beberapa foto dari perundingan antara pihak Indonesia dan Belanda di atas kapal USS Renville, 1947.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Jumat, 15 Maret 2013

Achmad Soebardjo menandatangani "Treaty of Peace with Japan", 1951

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 8 September 1951
Tempat: San Fransisco, Amerika Serikat
Tokoh: Menteri Luar Negeri Achmad Soebardjo
Peristiwa: Achmad Soebardjo menandatangani Treaty of Peace with Japan
Fotografer: J. R. Eyerman
Sumber / Hak cipta: Time Life
Catatan: Treaty of Peace with Japan (atau Treaty of San Francisco atau San Francisco Peace Treaty) merupakan perjanjian antara Jepang dan, sebagian dari, pihak Sekutu serta beberapa negara lain berkenaan dengan berakhirnya perang dan kompensasi yang harus dibayar Jepang. Indonesia, bersama 47 negara lain, ikut menandatangani kesepakatan ini; tetapi Indonesia tidak pernah meratifikasinya, alih-alih membuat perjanjian bilateral sendiri bertanggal 20 Januari 1958.