Tampilkan postingan dengan label Kampung Makassar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kampung Makassar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 April 2023

Suasana warga Belanda di kamp tahanan Jepang di Kampung Makassar, 1945 (8)

Penghuni kamp menjemur pakaian
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kursi dan meja di kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pernah dimuat di posting ini sebelumnya.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Oktober 1945: Perempuan jompo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Rumah gedek dan atap rumbia di kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Edisi lain dari foto nomor 3 di atas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: penghujung 1945
Tempat: Kampung Makassar (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting-posting sebelum ini tentang kamp Kampung Makassar.

Kamis, 27 April 2023

Suasana warga Belanda di kamp tahanan Jepang di Kampung Makassar, 1945 (7)

Seorang anak Belanda memasuki bagian kamp yang berdinding bambu (kamar mandi?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
September 1945. Foto ini pernah dimuat di posting ini sebelumnya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
September 1945. Foto ini pernah dimuat di posting ini sebelumnya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Oktober 1945: Ibu Belanda memasak di kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

8 November 1945: Dua penjaga gerbang kamp dan anak-anak Belanda yang sekarang bebas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: penghujung 1945
Tempat: Kampung Makassar (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting-posting sebelum ini tentang kamp Kampung Makassar.

Sabtu, 05 Oktober 2019

Suasana warga Belanda di kamp tahanan Jepang di Kampung Makassar, 1945 (6)

Memasak di dapur umum
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Menyiapkan bahan masakan bersama-sama
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Mengupas bahan makanan ramai-ramai
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Ruang makan bersama
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: penghujung 1945
Tempat: Kampung Makassar (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 03 Oktober 2019

Suasana warga Belanda di kamp tahanan Jepang di Kampung Makassar, 1945 (5)

Suasana kamp yang terdiri dari barak-barak bambu beratap rumbia di tengah-tengah kebun kelapa
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Obat-obatan seadanya di apotek darurat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang penghuni kamp yang tampaknya ditugaskan mengurus apotek darurat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tumpukan drum di kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua tentara Jepang di antara tumpukan drum
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: penghujung 1945
Tempat: Kampung Makassar (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 29 September 2019

Suasana warga Belanda di kamp tahanan Jepang di Kampung Makassar, 1945 (4)

Foto yang menunjukkan bagaimana satu barak diisi oleh beberapa penghuni
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Wanita dan anak-anak di ruangan untuk kegiatan bersama
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua wanita Belanda yang kemungkinan berada di bagian perawatan darurat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak di dalam barak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: penghujung 1945
Tempat: Kampung Makassar (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Foto kedua pernah dimuat sebelumnya di posting ini.

Jumat, 27 September 2019

Suasana warga Belanda di kamp tahanan Jepang di Kampung Makassar, 1945 (3)

Wanita dan anak-anak Belanda berhimpit-himpitan di barak bambu yang sudah dipenuhi berbagai barang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kegiatan memasak untuk semua di dapur umum. Lelaki yang berkacamata dipastikan datang belakangan karena kamp ini ditujukan untuk wanita dan anak-anak, sementara para lelaki Belanda diasingkan oleh Jepang ke Manchura, ditahan di penjara militer, ditempatkan di panti darurat, atau harus mengungsi.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Foto yang lumayan menarik karena memuat campuran anak-anak Belanda, warga Indonesia, dan tentara Jepang sekaligus
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Persiapan memasak di dapur umum, sementara itu seorang anak tanggung menyelinap
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Ini kemungkinan adalah apotek darurat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: penghujung 1945
Tempat: Kampung Makassar (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 07 September 2019

Jakarta, Oktober 1945: Suasana warga Belanda di kamp tahanan Jepang di Kampung Makassar (2)

PENGANTAR

Jakarta di sekitar bulan September dan Oktober 1945 berada di situasi yang tidak menentu. Jepang sudah kalah perang, tetapi bala tentaranya masih berada di mana-mana lengkap dengan persenjataannya. Indonesia sudah menyatakan diri merdeka, tetapi aparat negara dan pemerintahan masih dalam tahap pembentukan.

Belanda berusaha kembali ke Indonesia, tetapi di tanah airnya masih terkendala proses pemulihan setelah pendudukan Jerman, dan di Hindia-Belanda terkendala kenyataan bahwa para lelaki dewasa mereka dibuang Jepang ke Manchuria. Sisa-sisa lelaki Belanda berada di penjara militer Jepang, atau jompo dan sakit di penampungan darurat.

Sementara itu Inggris, atas nama pihak Sekutu, mendatangkan kesatuan tentara Indianya dengan tugas resmi mengurus sisa-sisa militer Jepang, tetapi bentrok dengan para pemuda Indonesia yang mencurigai Inggris mempermudah masuknya kembali Belanda ke Indonesia.

Di situasi ini, seorang fotografer bernama H. Ripassa berhasil membuat beberapa foto dari berbagai sudut Jakarta. Kemungkinan besar Ripassa ini seorang campuran Eropa-Asia sehingga dia memiliki berbagai kemudahan untuk bergerak dan mengambil foto. Seri ini akan menampilkan beberapa jepretan dia.


Kamp tahanan di Kampung Makassar berbeda dengan kamp lain seperti yang di Cideng, Halimun, atau Kramat yang dari asalnya memang sudah merupakan area pemukiman dengan perumahan yang permanen beserta fasilitasnya. Di Kampung Makassar warga Belanda harus tinggal di rumah berdinding bilik bambu, bukan tembok; beratap rumbia, bukan genting; dan alas serta jalanan dari tanah, bukan plasteran. Kamp ini tampaknya juga langsung bertetangga dengan alam, bukan perkotaan.

Bisa dibayangkan bahwa kehidupan di kamp ini lebih berat buat orang Belanda daripada kamp lain di Jakarta. Tetapi, foto-foto ini memperlihatkan bagaimana orang tetap berusaha menjalankan kehidupannya di suasana berat ini.

Mencuci di antara jemuran
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Batas kamp dengan kawat berduri
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tampak dalam kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak dan wanita penghuni kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Salah satu sudut kamp dilihat dari luar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Perumahan di dalam kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Waktu: kemungkinan September/Oktober 1945
Tempat: Kamp Kampung Makassar (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: H. Ripassa
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 05 September 2019

Jakarta, Oktober 1945: Suasana warga Belanda di kamp tahanan Jepang di Kampung Makassar (1)

PENGANTAR

Jakarta di sekitar bulan September dan Oktober 1945 berada di situasi yang tidak menentu. Jepang sudah kalah perang, tetapi bala tentaranya masih berada di mana-mana lengkap dengan persenjataannya. Indonesia sudah menyatakan diri merdeka, tetapi aparat negara dan pemerintahan masih dalam tahap pembentukan.

Belanda berusaha kembali ke Indonesia, tetapi di tanah airnya masih terkendala proses pemulihan setelah pendudukan Jerman, dan di Hindia-Belanda terkendala kenyataan bahwa para lelaki dewasa mereka dibuang Jepang ke Manchuria. Sisa-sisa lelaki Belanda berada di penjara militer Jepang, atau jompo dan sakit di penampungan darurat.

Sementara itu Inggris, atas nama pihak Sekutu, mendatangkan kesatuan tentara Indianya dengan tugas resmi mengurus sisa-sisa militer Jepang, tetapi bentrok dengan para pemuda Indonesia yang mencurigai Inggris mempermudah masuknya kembali Belanda ke Indonesia.

Di situasi ini, seorang fotografer bernama H. Ripassa berhasil membuat beberapa foto dari berbagai sudut Jakarta. Kemungkinan besar Ripassa ini seorang campuran Eropa-Asia sehingga dia memiliki berbagai kemudahan untuk bergerak dan mengambil foto. Seri ini akan menampilkan beberapa jepretan dia.


Kamp tahanan di Kampung Makassar berbeda dengan kamp lain seperti yang di Cideng, Halimun, atau Kramat yang dari asalnya memang sudah merupakan area pemukiman dengan perumahan yang permanen beserta fasilitasnya. Di Kampung Makassar warga Belanda harus tinggal di rumah berdinding bilik bambu, bukan tembok; beratap rumbia, bukan genting; dan alas serta jalanan dari tanah, bukan plasteran. Kamp ini tampaknya juga langsung bertetangga dengan alam, bukan perkotaan.

Bisa dibayangkan bahwa kehidupan di kamp ini lebih berat buat orang Belanda daripada kamp lain di Jakarta. Tetapi, foto-foto ini memperlihatkan bagaimana orang tetap berusaha menjalankan kehidupannya di suasana berat ini.

Barang-barang warga Belada di luar tembok kamp, kemungkinan sebelum penutupan kamp dan pemindahan mantan warga kamp ke tempat lain
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Makan di alam terbuka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bersahabat dengan anjing, babi, dan kambing
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kamp difoto dari luar perimeter pembatas dari bambu dan kawat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Cuci, jemur, dan masak di luar rumah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Suasana kamp setelah para lelaki Belanda mulai kembali
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan September/Oktober 1945
Tempat: Kamp Kampung Makassar (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: H. Ripassa
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 02 Desember 2018

Wanita dan anak-anak Belanda di kamp tawanan Jepang (1)

Tempat mandi di kamp Kampung Makassar
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Tempat cuci
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Dapur terbuka
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Kamp tawanan Cideng
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)

Waktu: kemungkinan tahun 1945, saat tentara Inggris datang setelah Jepang kalah perang
Tempat: Kamp tawanan Kampung Makassar (foto atas), dan kamp Cideng (foto bawah); dua foto lain belum bisa dipastikan tempatnya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: 
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:


UPDATE 29 Mei 2019
Foto di bawah ini kemungkinan berasal dari tempat dan saat yang sama:
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

UPDATE 13 Agustus 2019

Berikut foto nomer 2, 3, dan 4 dengan ukuran yang lebih besar.

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

UPDATE 3 September 2019
Berikut foto nomer 1 dengan ukuran yang lebih besar:
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)