Tampilkan postingan dengan label 1870. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1870. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Agustus 2025

Kumpulan beberapa ilustrasi (dan foto) zaman dulu tentang Nusantara (9)

~1870-1880: Empat pria Jawa, dua di antaranya berpose dengan seruling dan rebab
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
~1880-1890, kemungkinan di Jakarta: Tiga wanita di studio foto
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
~1880: Foto seorang perempuan Sumatera (Barat?)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1870, 1880
Tempat terbit: a.l. Jakarta
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Jumat, 08 Agustus 2025

Kumpulan beberapa ilustrasi zaman dulu tentang Nusantara (4)

Luwak [~1780]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sarang burung kolibri
[Arthus Bertrand, 1870, Paris]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Potongan besar dari gambar di atas
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Petani dan gembala kerbau di sawah
[Hendrik Paulides, 1927]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1780, 1870, 1927
Tempat terbit: a.l. Paris
Tokoh: a.l. Arthus Bertrand, Hendrik Paulides
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 05 Mei 2024

Empat foto lama dari Banda, Makassar, Sawahlunto, dan Surabaya di penghujung abad ke-19

~1900: Para pekerja Tionghoa dan mandor Belanda di pertambangan Sawahlunto
(klik untuk memperbesar | © C. Nieuwenhuis / Indies Gallery)
~1880: Makassar, kawasan di dekat Fort Rotterdam
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
~1870: Sebuah taman di Surabaya
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
~1890: Gunung Api Banda
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: akhir abad ke-19 (1870, 1880, 1890, 1900)
Tempat: Banda, Makassar, Sawahlunto, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto: a.l. C. Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Jumat, 03 Mei 2024

Lima foto tentang Jakarta di pertengahan kedua abad ke-19

Sebuah kawasan pecinan
(klik untuk memperbesar | © Woodbury and Page / Indies Gallery)
1870: Kawasan Kali Besar
(klik untuk memperbesar | © Woodbury and Page / Indies Gallery)
1880: Weltevreden, di kawasan Sawah Besar sekarang
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
1860: Gedung Gubernur Jenderal yang sekarang menjadi Istana Merdeka
(klik untuk memperbesar | © Woodbury and Page / Indies Gallery)
Kawasan Meester Cornelis, sekarang disebut Jatinegara
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: menjelang akhir abad ke-19 (a.l. 1860, 1870, 1880)
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto: a.l. Woodbury and Page
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 01 Mei 2024

Raden Ayu, istri dari Raden Saleh Syarif Bustaman di tahun 1870

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: sekitar 1870
Tempat: Jakarta
Tokoh: Raden Ayu (istri dari pelopor seni lukis modern di Indonesia, Raden Saleh)
Peristiwa:
Juru foto:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Pada saat itu berfoto dengan didampingi "abdi dalem" yang duduk bersimpuh merupakan mode yang menunjukkan status tinggi. Sang pedamping tampak memegang tempat pembuangan sepah yang menunjukkan bahwa Raden Ayu merupakan pengunyah pinang sirih, sebuah tradisi yang saat itu tampaknya masih sangat populer.

Sabtu, 13 April 2024

Aceh di tahun 1870 (2)

Krueng Aceh di Kutaraja
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Pesawahan di Long Leumoh (?)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Warga Aceh di Aneuk Galong melintasi Krueng Aceh dengan bantuan rakit dan tali
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: 1870
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Kamis, 11 April 2024

Aceh di tahun 1870 (1)

Sebuah benteng Belanda di Kluet Kambing (?)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Pasukan Belanda di Kutaraja
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sungai Krueng Aceh di Aneuk Galong (?)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: 1870
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 04 April 2023

Dari serakan foto-foto karya Woodbury & Page (1)

Walter Bentley Woodbury dan James Page adalah dua orang Inggris yang menjadi salah dua perintis dunia fotografi profesional di Hindia-Belanda. Studio foto yang mereka dirikan di Batavia menjadi teladan bagi fotografer lain untuk mendirikan hal yang sama di Padang, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lain di Nusantara. Blog ini sudah menampilkan banyak karya keluaran dari studio ini. Kali ini kita akan mencoba mengumpulkan foto-foto karya Woodbury dan Page yang berserakan.


1858: Empat penari serimpi dari Batutulis, Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1860: Patung penjaga Candi Singasari (Arca Dwarpala)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1865: Kebun Raya Bogor, a.l. dengan pohon-pohon beringinnya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1870: Keris dan aneka tumbak dan senjata tajam yang dipajang di (sekarang) Museum Gajah, Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Kerami, gerabah, dan barang-barang antik lainnya di Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1858, 1860, 1865, 1870, 1875
Tempat: Bogor, Jakarta, Malang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury & Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Edisi lain dari foto nomor 2 pernah dimuat di posting ini.

Jumat, 14 Januari 2022

Sebuah pengadilan desa di Jawa, 1870

(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: sekitar 1870
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa: Foto di atas menampilkan suasana pengadilan di sebuah desa di Jawa menjelang penghujung abad ke-19. Yang bersengketa, atau terdakwa (?), duduk di depan meja dewan hakim yang diketuai oleh seorang Belanda. Hakim di sebelah kirinya tampak didampingi oleh seorang lokal berpakaian barat, yang mungkin panitera, seorang tokoh masyarakat dalam pakaian Jawa, dan seorang ulama bersorban. Di sebelah kanannya, hakim didampingi dua tokoh masyarakat lokal lain dengan jenis tutup kepala yang berbeda, dan seorang tokoh warga Tionghoa. Menarik juga untuk dicatat bahwa ruang sidang yang terbuka ini, diberi latar belakang layar lipat dari kain yang berisi lukisan bergaya Tionghoa.
Fotografer: Woodbury and Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 03 Oktober 2021

Foto-foto dari "Album van Java" tentang Jawa-Maluku-Sulawesi menjelang akhir abad ke-19 (7)

PENGANTAR

Walter Bentley Woodbury dan James Page adalah dua orang Inggris yang menjadi salah dua perintis dunia fotografi profesional di Hindia-Belanda. Studio foto yang mereka dirikan di Batavia menjadi teladan bagi fotografer lain untuk mendirikan hal yang sama di Padang, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lain di Nusantara. Blog ini sudah menampilkan banyak karya keluaran dari studio ini.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Di sekitar tahun 1890 studio ini mengeluarkan album dengan judul Album van Java, yang sejatinya juga berisi foto-foto dari Maluku dan Sulawesi juga. Ada kemungkinan pemesan album ini memang aktif atau pernah berkunjung ke wilayah-wilayah ini. Album ini berisi 42 foto, yang 40 di antaranya akan ditampilkan di sini sesuai nomor urut; 2 lainnya tidak tersedia di koleksi yang dipublikasikan oleh National Gallery of Australia ini. Tiap foto memiliki catatan tulisan tangan sehingga memudahkan kita untuk mengidentifikasi objek foto.


36. Salah satu air terjun di Cimahi (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
37. Sebuah pemandangan di Jawa Barat (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
39. Reruntuhan Candi Sewu di Klaten (1870)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
40. Tepi laut kota Ambon (1870-1880)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
41. Sebuah pemandangan di Makassar (1870-1880)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
42. Sebuah pemandangan di Sulawesi (1870-1880)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1868, 1870, 1880
Tempat (d.a.k.b.): Cimahi, Jawa Barat, Klaten, Ambon, Makassar, Sulawesi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 39 dari koleksi Universiteit Leiden
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)


Jumat, 30 Oktober 2020

Jakarta tempo doeloe: Jembatan angkat selain Kota Intan

Jembatan Kota Intan telah menjadi salah satu ikon peninggalan bersejarah di Jakarta. Sejatinya, Jakarta pernah memiliki jembatan angkat lain, seperti di kawasan Pasar Ikan, dan salah satu lainnya yang belum teridentifikasi di bawah ini. Dari semua itu, yang tersisa tampaknya hanya jembatan Kota Intan.

Antara 1857 dan 1908: Jembatan angkat di Pasar Ikan, dalam posisi diturunkan
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Sekitar tahun 1865: Jembatan angkat di Pasar Ikan, dalam posisi diangkat
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Kawasan Pasar Ikan di sekitar tahun 1870
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Jembatan angkat yang memiliki banyak nama: Jembatan Rusman, Jembatan Berak, Scheidbrug (Jembatan Perpisahan) yang tampaknya diplesetkan menjadi Schijtsburg (yang memang berarti Jembatan Berak)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1865, 1870, 1908
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan:

Jumat, 26 Juni 2020

Potret studio perempuan Indonesia zaman dulu (5)

Penjahit
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sekitar 1870, pembantu rumah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sekitar 1890, gadis cilik membawa bakul
(klik untuk memperbesar | © G.R. Lambert & Co. / NGA)
Antara 1885 dan 1895, mojang Priangan penari (atau pengantin perempuan?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Antara 1880 dan 1905, gadis penukar uang logam (?)
(klik untuk memperbesar | © Kassian Cephas / NGA)
Waktu: 1870, 1890, 1895, 1905
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: G.R. Lambert & Co. (nomor 3) / Kassian Cephas (nomor 5)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 29 Agustus 2019

Wanita-wanita Jepang di Jakarta sekitar tahun 1870

(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1870
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Woodbury & Page | Universiteit Leiden
Catatan: Foto terakhir belum pasti apakah juga berasal dari koleksi Woodbury & Page, serta apakah juga diambil di Jakarta; catatan foto hanya menyebut "Jawa".