Tampilkan postingan dengan label Indramayu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indramayu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 November 2019

Empat sketsa warga Jawa bagian barat zaman dulu

Demang Indramayu menurut sketsa tahun 1770, dicetak ulang di tahun 1910-1912
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Pembantu rumah tangga, kemungkinan di sebuah rumah Belanda
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Penjual air lahang bersama tentara Belanda yang membeli. kemungkinan di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Rombongan ronggeng, kemungkinan di sekitar Jakarta
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)

Waktu: 1770, akhir abad ke-19, awal abad ke-20
Tempat: Indramayu, sekitar Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Zwiggelaar Auctions
Catatan:

Kamis, 13 Juni 2019

Suasana sidang pengadilan di Indramayu di tahun 1902

(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: antara 1901-1902
Tempat: kemungkinan Indramayu
Tokoh:
Peristiwa: Foto ini memperlihatkan contoh suasana sidang pengadilan di pulau Jawa di awal abad ke-20. Sidang dipimpin oleh seorang Belanda yang duduk di tengah (di sini Mr. J.M.Ch.E. le Rütte). Terdakwa duduk di hadapannya (di sini berbaju putih), diapit oleh dua saksi yang juga duduk di lantai. Panitera duduk di sebelah ketua sidang (berkerah putih), di sebelahnya adalah jaksa penuntut (di sini Raden Sujalma), yang didampingi oleh seorang penghulu (memakai sorban). Duduk di sisi lain dari meja persidangan adalah dua orang anggota Landraad (Dewan Daerah) dengan pakaian kebesaran. Sidang dijaga oleh empat ponggawa yang berdiri di sekitar meja.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Selasa, 10 April 2018

Dewan pemerintahan daerah (regentschapsraad) di zaman Belanda: Indramayu, 1926

PENGANTAR

Dimulai di pertengahan tahun 1920-an pemerintah Hindia-Belanda membentuk regentschapsraad (dewan pemerintahan daerah) di beberapa wilayah. Meski kewenangannya tidak besar, dan juga keanggotaannya tidak ditentukan rakyat, ini termasuk langkah maju di dalam menampung aspirasi warga jajahan, sebagaimana halnya pembentukan Volksraad beberapa tahun sebelumnya. Berdasarkan foto-foto yang tersedia, dewan pemerintahan daerah ini kelihatannya hanya dibentuk di wilayah Banten, Jakarta, Jawa Barat, dan sebagian kecil Jawa Tengah.

Yang menarik dari foto-foto ini adalah keanggotaan dewan dan bagaimana pakaian yang dikenakan menunjukkan latar belakangnya. Warga Belanda tentunya berpakaian a la Barat; dan tanpa tutup kepala. Jumlah warga Belanda ini umumnya sedikit, kecuali di daerah yang menjadi tempat favorit mereka tinggal, seperti Jakarta, Bandung, atau Garut.

Warga lokal memiliki keanekaragaman dalam hal berpakaian. Kelompok priyayi umumnya mengenakan blangkon, baju adat, serta kain batik untuk bawahannya. Warga yang mendapat pendidikan Barat sudah mengenakan pakaian a la Barat, misalnya bercelana panjang, berjas, berdasi, dan tanpa tutup kepala. Kaum bangsawan yang mengenyam pendidikan modern berada di tengah-tengah: tetap mengenakan blangkon dan baju adat, tetapi menambahinya dengan dasi, baik yang panjang maupun kupu-kupu; bawahannya bisa celana atau kain tradisional. Di samping itu ada juga kelompok ulama atau saudagar Muslim yang mengenakan serban atau peci, baju jas tertutup atau jubah panjang, dengan bawahan kain sarung atau celana panjang.

Hampir semua yang muncul di foto adalah laki-laki. Ada beberapa wanita kulit putih, serta perempuan berkebaya di foto tertentu; tapi tidak jelas apakah mereka anggota dewan juga, atau istri dari salah satu anggota dewan.

Dewan pemerintahan daerah Indramayu, 1926
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Dewan pemerintahan daerah Indramayu, 1926
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Waktu: antara 1926-1929Tempat: Indramayu
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Sabtu, 19 Maret 2016

Warga lokal yang tidak bersahabat dengan para pejuang kemerdekaan 8: Milisi bersenjata di Cikampek dan Indramayu

Tidak semua rakyat Hindia Belanda menginginkan kemerdekaan. Dengan berbagai alasan beberapa pihak malah lebih senang hidup di bawah kekuasaan Belanda atau malah memusuhi para pejuang kemerdekaan. Generalisasi tentu tidak bisa disimpulkan terhadap kelompok atau suku tertentu. Tapi foto-foto berikut mudah-mudahan bisa menambah bahan masukan untuk diskusi tentang hal ini.

8. Di beberapa wilayah yang dikuasinya Belanda mendirikan milisi-milisi bersenjata yang berpihak kepada Kerajaan Belanda dan memusuhi para pejuang kemerdekaan. Foto di bawah memperlihatkan milis bentukan Belanda ini di Cikampek (2 foto teratas), dan Indramayu (2 foto terbawah).

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 11 Oktober 1947 (2 teratas)
Tempat: Cikampek (2 teratas), Indramayu (2 terbawah)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Th. van de Burgt
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: