Tampilkan postingan dengan label Sumatera Selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumatera Selatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Desember 2024

Kompilasi berwarna dari berbagai gambar dan foto yang digabungkan (3)

Di penghujung abad ke-19 ada usaha dari pihak-pihak Belanda dan pihak lain untuk memperkenalkan wajah Hindia-Belanda dengan cara yang diharapkan menarik minat banyak khalayak: Dari sekian banyak foto hitam putih, yang sebagiannya sudah pernah dimunculkan di blog ini, pihak-pihak ini mengumpulkannya, menggambar ulang dengan tangan, mewarnainya, dan menggabungkannya dengan bahan dari foto lain. Hasilnya adalah semacam kompilasi yang akan dimunculkan di seri ini.
Pengadilan desa di Jawa, pewarnaan dari foto yang pernah dimuat di posting ini
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Wajah-wajah kaum pria di Nusantara: 1. pemuka warga Sumatera bagian utara, 2. pria Aceh, 3. warga Padang, 4. warga Minangkabau, 5. tetua warga Pasemah, 6. pria Nias dalam pakaian perang, 7. kuli angkut di kalangan warga Dayak, 8. pemuka warga Timor, 9. pria Arafura dalam pakaian perang, 10. lelaki Bali, 11. pria Papua
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Wajah-wajah kaum wanita di Nusantara: 1. pengantin Jawa, 2. perempuan Jawa, 3. wanita Pasundan, 4. perempuan Madura, 5. warga Payakumbuh, 6. warga Minangkabau dari kawasan Gunung Merapi, 7. perempuan Payakumbuh, 8. wanita Singgalang, 9. pemuka warga Nias, 10. budak dari Batak, 11. anak perempuan dari seorang raja Batak, 12. wanita Bali, 13. perempuan Dayak
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: akhir abad ke-19
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 22 Oktober 2023

Hindia-Belanda dalam foto stereoskopi (11)

PENGANTAR
Di akhir abad ke-19 foto stereoskop cukup populer untuk melihat foto dengan kesan tiga dimensi. Teknik yang digunakan saat itu adalah dengan membuat dua foto dengan sudut pengambilan yang sedikit berbeda. Kemudian kedua foto ini disandingkan, dan dilihat dengan menggunakan alat bersekat yang memisahkan pandangan mata kiri dan kanan. Gambar di kiri memperlihatkan contoh alat ini.

Wilayah Hindia-Belanda pun tak luput dari mode fotografi ini. Seri berikut akan menampilkan beberapa motif foto dari Hindia-Belanda yang ada di koleksi penggemar stereoskopi.

Warga Kisam di Pulau Beringin, Ogan Komering Ulu Selatan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan sebuah pasar
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kampung nelayan Sungsang, Banyuasin
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pujun, Kapuas Tengah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Hotel Joling atau Hotel Schwartz di Palembang (sekarang kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: tidak ada keterangan
Tempat: Sumatera Selatan (a.l. Banyuasin, Ogan Komering Ulu Selatan, Palembang), Kalimantan Tengah
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 28 April 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Berbagai alat penangkap ikan

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


Alat pancing dan jaring penangkap ikan (irik bulu-bulu, sambang, tangguak rotan, jalo,kacar)
(klik untuk memperbesar)
Alat pancing, bubu, dan penombak ikan (jantang, pancing dalum, sungkui, sauwo, sindie, turahan, tiruk)
(klik untuk memperbesar)
Bubu, trisula, dan rumpon (serapang, unah, tangguak, suwuk, talui, sindie)
(klik untuk memperbesar)
Rumpon dan tangkul/anco
(klik untuk memperbesar)
Bubu dan jaring ikan (angguw kapari, puke tahan, jariing anyui/pariri, jaring kulari, tangguak, lukah, tikalah)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Bengkulu, Minangkabau, Sumatera Selatan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Selasa, 26 April 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Perangkap hewan liar

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


Alat penangkap ayam liar (jare ayam ratie, jare ruak-ruak, jare kuwauw)
(klik untuk memperbesar)
Alat penangkap dan ranjau hewan (jare balam, ranjau dukuw, ranjau harimau)
(klik untuk memperbesar)
Perangkap harimau (panjaro harimau, tinjo)
(klik untuk memperbesar)
Perangkap harimau dan alat pembunuhnya (panjaro harimau, kambang buwai)
(klik untuk memperbesar)
Alat pembunuh harimau (ranjau lerak) dan perangkap gajah (pancabu gajah)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Bengkulu, Minangkabau, Sumatera Selatan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Minggu, 24 April 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Alat tenun-anyam, dan jenis-jenis jaring ikan

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


Alat tenun (pemanin, panggantie, iran)
(klik untuk memperbesar)
Mesin tenun dari Silungkang
(klik untuk memperbesar)
Bagian dari mesin tenun (kaitan bonang, paso, turak, tabuang pangumpa, tinau, opang, tingau, panguwe basi, kedong pambuwe labu)
(klik untuk memperbesar)
Berbagai jenis jaring ikan (jalo, jaring kulari, jaring anyui/pariri, pesap, puke tahan, angguw, tangguak)
(klik untuk memperbesar)
Peralatan menganyam (rindo)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Minangkabau, Sumatera Selatan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Jumat, 22 April 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Alat pintal, pilin, dan anyam

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


Alat pengolah gambir (kunyu, penguis, pelemping/pengipit, cintung) dan minyak (kampahan, bahe gantang)
(klik untuk memperbesar)
Anyaman pandan (masiang kumbua, masiang singkie, masiang bigau, pariduak masiang, lapiek, lapik telebang, kampie bakipe)
(klik untuk memperbesar)
Anyaman lapiek sampai dari Sungaipagu
(klik untuk memperbesar)
Pola anyaman lapiek sampai/batarawang dari Sungaipagu
(klik untuk memperbesar)
Alat pintal, pilin, dan anyam (kincie, patiing kape, rantiing lili/luli, pageh, piyuwan, cagak, telepa)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Minangkabau, Sumatera Selatan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Rabu, 20 April 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Perkakas tukang dan cara mengolah gambir

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


1-3 Karangko peti bersama kuncinya; 4-8 perkakas (panuko, gomua, cancang kikie, andasan, kikie paratai anak karangko); semuanya dari Sirukam
(klik untuk memperbesar)
Berbagai perkakas tukang kayu (kuiye baro, pasak, cacah baliyung, pahe pangguntiing, acuan, andasan badaguw, sapi binguang kayu, sapi bilah, kikie hampa, pangacu, tapo, cacah sangkuitan paran, catuak) dari Sirukam
(klik untuk memperbesar)
Peralatan pandai (jangko timbakau, sangka batang, sangka panjang, papatie, sangka baliyuang, linggah, garobok, godi)
(klik untuk memperbesar)
Berbagai tempat penyimpanan air dan alat dapur (bagen, kendi, periuk, laka/loka, pasopan, itik-itik)
(klik untuk memperbesar)
Teknik pengolahan gambir di Surulangun
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Minangkabau, Sumatera Selatan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Selasa, 12 April 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Sayuran, kuburan, perkakas, dan panen madu

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


Kacang kuripi dan pare
(klik untuk memperbesar)
Pitulo/oyong dan terong sirah
(klik untuk memperbesar)
Kuburan, keranda, posisi jari saat akad nikah
(klik untuk memperbesar)
Memanen madu lebah liar
(klik untuk memperbesar)
Kincir angin dan perkakas (tumalang, namu, siduangso, lantak, gagandin)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Minangkabau, Sumatera Selatan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt / Daniël David Veth
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Minggu, 10 April 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Perkakas, perabot, dan hiasan rumah

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


Hiasan gantung (gantung-gantung, balimbing, kambui batarawang, musajid, garam-garam, kampie barangkai)
(klik untuk memperbesar)
Hiasan dan perabot rumah (kudo-kudo, alang-alang, anting-antingan, kampie bakipe, kampie timbakau, tabung roko, panggulung siri padah, kampie duwo, kembojo, pulito)
(klik untuk memperbesar)
Mainan, perabot rumah, dan hiasan (alang-alang, tegah dama, damah rabah, kisayan, radei-radei, gantung-gantung, rago-rago)
(klik untuk memperbesar)
Perabot pengolah padi (lesung, alu, citung, kisaran)
(klik untuk memperbesar)
Berbagai perabot rumah tangga (talak gambie, barambang, panggulung siri, salapah loyang baukie, catuw api balantak, uncui)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Minangkabau, Sumatera Selatan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Rabu, 06 April 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Aneka perabotan rumah tangga

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


Skema sambungan bambu dan kayu di rumah-rumah Minangkabau
(klik untuk memperbesar)
Cara warga Lebong menjemur pakaian (1 & 2) dan menghias dinding bambu (3); sambang, penampung air di kawasan Rawas (4); dan cara warga Supayang memikul tandu dengan kulipe (5)
(klik untuk memperbesar)
1-10: Berbagai tempat penyimpanan air warga Minangkabau (sayak, acuran jelo bio, labu karambiye, cumani) dan pariuk; 11: belebas, lampu obor di kawasan Rawas
(klik untuk memperbesar)
Kendi, meja, kursi, saringan, dan barang lain dari Lesung Batu, Sungai Pagu, Beda Alam, serta kawasan Rawas
(klik untuk memperbesar)
Piring, mangkok, tempat piring, dan aneka keranjang dari Abai, Beda Alam, Silago, Sikinjang, Alahan Panjang, dan Aiyi Busuk
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Bengkulu, Minangkabau, Sumatera Selatan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Selasa, 29 Maret 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Atap dan bagian-bagian rumah tradisional

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


Tutup jendela dan atap rumbia (tinjauan baukiye, atok lolo, atok ilalang)
(klik untuk memperbesar)
Atok sike, atok sadang, atok salo, atok pua
(klik untuk memperbesar)
Detail ukiran rumah di Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar)
Detail ukiran rumah di Beda Alam dan Napal Licin
(klik untuk memperbesar)
Detail ukiran di tiang, pintu, dan dinding rumah di Minangkabau (1-2) dan Lebong (3)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Bengkulu, Minangkabau, Sumatera Selatan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt / Johannes François Snelleman
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan: