Tampilkan postingan dengan label 1600. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1600. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 November 2024

Peta dari tahun 1600 yang merupakah salah satu yang pertama secara khusus menampilkan Sumatera

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1600
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Peta kuno yang khusus menampilkan Sumatera ini lumayan unik: Garis khatulistiwa digambarkan vertikal di tengah peta, membuat utara mengarah ke kanan, dan barat ke atas. Pengaruh Portugis sangat kental di peta keluaran Belanda ini, terlihat dari nama-nama tempat yang mengikuti cara penulisan juru kartografi Portugis, seperti "Palimbaã" untuk Palembang, dan "Nuntaon" untuk Mentawai. Pulau Bintan dan Lingga sudah terdeteksi, tetapi Bangka dan Belitung masih belum tercantum. Minangkabau dan Inderapura masih ditempatkan di selatan sangat dekat dengan Selat Sunda. Sementara Selat Sunda sendiri keliru diberi nama dengan "Sunda calappa" (Sunda Kelapa). Terlepas dari kekeliruan-kekeliruan ini, peta ini merupakan dokumen sejarah yang penting tentang pemetaan Pulau Sumatera.
Juru kartografi: Bertius
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 28 Oktober 2024

Salah satu peta Pulau Jawa dan Nusa Tenggara tertua berdasarkan catatan bangsa Portugis

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1600
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Bangsa Portugis sudah menjelajahi perairan Nusantara sebelum Belanda datang, karena itu orang Belanda pada awalnya tergantung pada catatan dan dokumen orang-orang Portugis ketika harus memetakan pulau-pulau di wilayah Nusantara, seperti peta tentang Pulau Jawa dan sekitarnya ini. Peta ini sangat tua dan karenanya, meskipun sudah memperlihatkan kontur pulau, masih memuat beberapa keliruan. Palembang, misalnya, selain ada di selatan Sumatera juga ditempatkan di bagian barat Jawa. Profil pesisir selatan Jawa masih hampir sepenuhnya berdasarkan rekaan karena tampaknya memang belum terjelajahi. Meskipun demikian, ada beberapa hal menarik yang layak dicatat:
  • Jawa disebut "Iava maior" (Jawa Besar) sementara kepulauan di sebelah timurnya disebut "Iava menor" (Jawa Kecil). Bangsa-bangsa Eropa kemudian mengubahnya menjadi "Kepulauan Sunda Besar" dan "Kepulauan Sunda Kecil"; nama pertama sekarang hilang, sementara nama kedua sekarang menjadi "Nusa Tenggara".
  • Beberapa nama tempat di pesisir utara Jawa yang bisa terdeteksi adalah, dari barat ke timur, Banten, Sunda Kelapa, Cirebon, Demak, Jepara, Tuban, Sidayu, Gresik, Pasuruan, dan Panarukan.
  • Bali disebut "Ballã", sementara Lombok adalah "Galle"; Karimun Jawa ditulis "Cirimam Java"; Madura tetap memegang nama aslinya.
  • Sumbawa ("Cumbaya") tampaknya lebih dikenal karena petanya lebih mendetail dengan pencantuman beberapa nama tempat termasuk Bima.
  • Peta ini mungkin salah satu bukti tertua tentang penamaan Pulau Flores, yang di sini ditulis "Dos fleros".
Juru kartografi:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Kamis, 15 Agustus 2024

Peta kuno dari sekitar tahun 1600: Bali

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1600
Tempat terbit: Frankfurt (?)
Tokoh:
Deskripsi: Peta sangat kuno ini tampaknya merupakan cikal bakal dari beberapa peta berikutnya di berbagai abad yang menampilkan Bali seperti hair dryer. Peta dengan utara menghadap ke bawah ini disalin "buta" berulang kali, termasuk keterangan tentang adanya tiga istana kerajaan (coninckx palaijs) serta ilustrasi tentang penampakan istana raja serta bangunan "piramida bundar" (tampaknya dimaksudkan sebagai pura) yang banyak berjejer di pantai barat Bali.
Juru kartografi: Theodore De Bry
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: