Tampilkan postingan dengan label Banyuwangi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banyuwangi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juli 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang Banyuwangi dari tahun 1835

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1835
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Perancis
Tokoh:
Deskripsi: Lukisan di atas kemungkinan memperlihatkan area yang kelak menjadi alun-alun kota Bayuwangi. Sudah terlihat ada beberapa bangunan yang berdiri, khalayak yang berkumpul di lapangan, sementara lapangannya sendiri masih menjadi tempat hewan ternak merumput.
Juru foto/gambar: Sigismond Himely
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Senin, 08 Mei 2023

Dari serakan hasil jepretan fotografer M. Alberts

Nelayan dan perahunya di Banyuwangi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Peempuan Garut memainkan angklung di tepi Situ Bagendit
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan Telaga Cipanas di Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Danau Toba di sisi Parapat
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pesawahan di tempat yang tidak disebutkan
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: ?
Tempat: Bayuwangi, Garut, Parapat (Simalungun)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: M. Alberts
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 26 September 2022

Wajah Nusantara dalam album foto "Herinneringen aan Insulinde" keluaran studio Onnes Kurkdjian (4)

1921: Petani di sawah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1921: Seorang lelaki desa di antara rumpun bambu di kawasan Rembang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1921: Nelayan di Banyuwangi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1910-an: Candi Borobudur di Magelang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1921: Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: antara 1910 dan 1921
Tempat: Banyuwangi, Bogor, Magelang, Rembang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Onnes Kurkdjian (Surabaya)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Bandingkan foto nomor 4 dengan foto yang mirip yang dimuat di posting ini dan ini.

Sabtu, 28 Agustus 2021

Dari album foto "Herinneringen aan Java 1913-1919": Kawasan Bromo dan Ijen

PENGANTAR

National Gallery of Australia membeli banyak koleksi foto dari Leo Haks. Salah satunya adalah sebuah album foto berjudul Herinneringen aan Java 1913-1919 (Kenang-kenangan tentang Jawa 1913-1919) yang memuat 39 foto yang tampaknya keluaran studio foto Onnes Kurkdjian, Surabaya. Album ini banyak berisi foto dari kawasan Jawa Timur serta tentang hasil bumi, yang mengindikasikan bahwa pemiliknya kemungkinan adalah seorang Belanda yang aktif di bidang perkebunan/kehutanan di Jawa Timur dari tahun 1913 hingga 1919. Album ini juga berisi beberapa foto dari kawasan Priangan, Borobudur, Jogjakarta dan malah Sulawesi, yang kemungkinan menunjukkan wilayah lain di Nusantara yang pernah dikunjungi si pemilik album ini.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Gunung Batok di kawasan Bromo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawasan Bromo-Tengger-Semeru dilihat dari Gunung Pananjakan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawah Bromo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Desa Jampit di kawasan Ijen, Bondowoso
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Dataran tinggi Ijen
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawah Ijen, Banyuwangi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: antara 1913 dan 1919
Tempat: Banyuwangi, Bondowoso
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Onnes Kurkdjian
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto no. 2 dan 3 pernah muncul di album lain.

Kamis, 26 Agustus 2021

Dari album foto "Herinneringen aan Java 1913-1919": Empat tempat di Jawa Timur

PENGANTAR

National Gallery of Australia membeli banyak koleksi foto dari Leo Haks. Salah satunya adalah sebuah album foto berjudul Herinneringen aan Java 1913-1919 (Kenang-kenangan tentang Jawa 1913-1919) yang memuat 39 foto yang tampaknya keluaran studio foto Onnes Kurkdjian, Surabaya. Album ini banyak berisi foto dari kawasan Jawa Timur serta tentang hasil bumi, yang mengindikasikan bahwa pemiliknya kemungkinan adalah seorang Belanda yang aktif di bidang perkebunan/kehutanan di Jawa Timur dari tahun 1913 hingga 1919. Album ini juga berisi beberapa foto dari kawasan Priangan, Borobudur, Jogjakarta dan malah Sulawesi, yang kemungkinan menunjukkan wilayah lain di Nusantara yang pernah dikunjungi si pemilik album ini.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Ranu Klakah di Lumajang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sungai berbatu di Malang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Nelayan di pesisir Banyuwangi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
"Pondok Lalie-Djiwo", tempat persinggahan wisata hutan di kawasan Lalijiwo (Prigen, Pasuruan)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: antara 1913 dan 1919
Tempat d.a.k.b.: Lumajang, Malang, Banyuwangi, Pasuruan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Onnes Kurkdjian
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 08 Juli 2017

Jepretan K.T. Satake: Pegunungan dan kawah Ijen sekitar tahun 1933

(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Banyuputih (?)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: sekitar 1933
Tempat: Ijen (Banyuwangi)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: K.T. Satake
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan: K.T. Satake adalah fotografer Jepang yang berkeliling di Hindia-Belanda di tahun 1930-an dan mempublikasikan foto-fotonya di album berjudul Sumatra Java Bali yang dikeluarkan di tahun 1935.