Tampilkan postingan dengan label 1602. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1602. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Oktober 2021

Sejarah Belanda di Indonesia 1595-1646 menurut gambar berseri dari tahun 1768-1778 (1)

2 April 1595: Rombongan kapal Belanda berlayar menuju wilayah Nusantara
(klik untuk memperbesar | © AVS)
17 Februari 1601: Armada Laksamana Wolfart Harmensz memasuki perairan Ternate
[yang di lukisan kemungkinan adalah peperangan antara armada Belanda melawan Portugis di Banten, Desember 1601]
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Juli 1602: Pangeran Maurits menerima rombongan Kesultanan Aceh yang datang ke Belanda di bawah pimpinan Sri Muhamad dan Mir Hasan
[peristiwa ini sejatinya terjadi tanggal 4 September 1602]
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: lukisan dibuat tahun 1768-1778, menggambarkan peristiwa di tahun 1595, 1601, 1602
Tempat: Belanda, Banten
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Bernardus Mourik
Sumber / Hak cipta: Staatkundige historie van Holland / Atlas Van Stolk
Catatan:

Kamis, 29 April 2021

Lawatan delegasi Aceh ke Belanda, 1602 (3)

Ketika orang bicara massalah Aceh dan Belanda, yang otomatis terlintas kemungkinan besar adalah Perang Aceh yang berlangsung sangat lama dan liat. Hal yang jarang diketahui, sekitar empat abad sebelum Perang Aceh ini, Kesultanan Aceh sudah menjalin hubungan diplomatik dengan Belanda. Pada tahun 1602, delegasi Aceh sempat berlayar dan berkunjung ke Belanda. Dua panglima laut Aceh, Sri Muhammad dan Mir Hassan, disambut oleh Pangeran Maurits van Nassau.

Lukisan di bawah ini dibuat di tahun 1859, dan menggambarkan bagaimana utusan Kesultanan Aceh, Sri Muhammad (membungkuk) bersama Mir Hasan (di belakangnya), dengan disertai 3 anggota delegasi Aceh (paling kiri), diterima oleh Pangeran Maurits.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: Lukisan dibuat tahun 1859 menggambarkan peristiwa tanggal 4 September 1602
Tempat:  Belanda
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Hendrik Jacobus Scholten / Jan F.C. Reckleben
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Kamis, 25 Juni 2020

Lawatan delegasi Aceh ke Belanda, 1602 (2)

Ketika orang bicara massalah Aceh dan Belanda, yang otomatis terlintas kemungkinan besar adalah Perang Aceh yang berlangsung sangat lama dan liat. Hal yang jarang diketahui, sekitar empat abad sebelum Perang Aceh ini, Kesultanan Aceh sudah menjalin hubungan diplomatik dengan Belanda. Pada tahun 1602, delegasi Aceh sempat berlayar dan berkunjung ke Belanda. Dua panglima laut Aceh, Sri Muhammad dan Mir Hassan, disambut oleh Pangeran Maurits van Nassau.

Dua lukisan di bawah ini dibuat di tahun 1862, dan menggambarkan iring-iringan kuda yang memperlihatkan pertemuan dua negeri ini.

Pangeran Maurits dan rombongan pengiringnya menyambut delegasi Aceh
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Rombongan delegasi Aceh ke Belanda
(klik untuk memperbesar | © AVS)


Waktu: 4 September 1602 (dilukis di tahun 1862)
Tempat: Belanda
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Selasa, 23 Juni 2020

Lawatan delegasi Aceh ke Belanda, 1602 (1)

Ketika orang bicara massalah Aceh dan Belanda, yang otomatis terlintas kemungkinan besar adalah Perang Aceh yang berlangsung sangat lama dan liat. Hal yang jarang diketahui, sekitar empat abad sebelum Perang Aceh ini, Kesultanan Aceh sudah menjalin hubungan diplomatik dengan Belanda. Pada tahun 1602, delegasi Aceh sempat berlayar dan berkunjung ke Belanda. Dua panglima laut Aceh, Sri Muhammad dan Mir Hassan, disambut oleh Pangeran Maurits van Nassau.

Ketiga lukisan di bawah ini dibuat di tahun 1862, dan menggambarkan ketiga tokoh ini ketika bertemu pada tanggal 4 September 1602.

Sri Muhamad
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Mir Hasan
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Pangeran Maurits
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu:  4 September 1602 (dilukis di tahun 1862)
Tempat:  Belanda
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: