Tampilkan postingan dengan label Palembang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Palembang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Maret 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Serangan armada VOC atas Kesultanan Palembang

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1725
Tahun peristiwa: kemungkinan 1659
Tempat terbit: Leyden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Pieter van der Aa
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Sabtu, 19 April 2025

Invasi Jepang ke wilayah Nusantara sekitar 1942 (1)

Foto-foto ini kemungkinan diambil dari film propaganda Jepang yang memperlihatkan kemenangan mereka merebut wilayah Asia Tenggara dari kekuasan bangsa Eropa. Tidak ada keterangan pasti apakah semua gambar ini diambil dari wilayah Hindia-Belanda.

1 Maret 1942: Tenggelamnya kapal Inggris HMS Exeter setelah dimborbardir Jepang dalam Perang Laut Jawa
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Gempuran Jepang atas kilang minyak di Palembang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang nakhoda kapal selam Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pergerakan pasukan Jepang di sebuah rimba
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1942
Tempat: a.l. Palembang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Edisi lain dari foto pertama dimuat di posting ini sebelumnya.

Senin, 03 Juni 2024

Pelimpahan kontrol militer dari pasukan Inggris kepada KNIL di wilayah Palembang, 1946

28 Oktober 1946: Letkol Wils dari Resimen Gurkha IV berbincang dengan Letkol Van Beek dari KNIL dalam pengalihan kontrol militer atas Palembang dari pasukan Inggris ke KNIL
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
28 Oktober 1946: Pasukan KNIL memenuhi tepian Sungai Musi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang prajurit Belanda duduk di laras meriam artileri udara peninggalan tentara Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Menara pengawas militer peninggalan Jepang yang sekarang diambil alih pasukan Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1946
Tempat: Palembang dan sekitarnya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 24 Oktober 2023

Hindia-Belanda dalam foto stereoskopi (12)

PENGANTAR
Di akhir abad ke-19 foto stereoskop cukup populer untuk melihat foto dengan kesan tiga dimensi. Teknik yang digunakan saat itu adalah dengan membuat dua foto dengan sudut pengambilan yang sedikit berbeda. Kemudian kedua foto ini disandingkan, dan dilihat dengan menggunakan alat bersekat yang memisahkan pandangan mata kiri dan kanan. Gambar di kiri memperlihatkan contoh alat ini.

Wilayah Hindia-Belanda pun tak luput dari mode fotografi ini. Seri berikut akan menampilkan beberapa motif foto dari Hindia-Belanda yang ada di koleksi penggemar stereoskopi.

Para pegawai dapur Hotel Joling atau Hotel Schwartz di Palembang (sekarang kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Para pelayan Hotel Joling atau Hotel Schwartz di Palembang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Membajak lahan di Pujun, Kapuas Tengah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1923: Para pekerja yang dipaksa membangun jembatan di Rambang Idup (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perkampungan di Pulau Pinang (Lahat atau Tapin?)
(klik untuk memperbesar | © W. van Wessem / NGA)

Waktu: a.l. 1923
Tempat: a.l. Kapuas Tengah, Palembang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. W. van Wessem
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 22 Oktober 2023

Hindia-Belanda dalam foto stereoskopi (11)

PENGANTAR
Di akhir abad ke-19 foto stereoskop cukup populer untuk melihat foto dengan kesan tiga dimensi. Teknik yang digunakan saat itu adalah dengan membuat dua foto dengan sudut pengambilan yang sedikit berbeda. Kemudian kedua foto ini disandingkan, dan dilihat dengan menggunakan alat bersekat yang memisahkan pandangan mata kiri dan kanan. Gambar di kiri memperlihatkan contoh alat ini.

Wilayah Hindia-Belanda pun tak luput dari mode fotografi ini. Seri berikut akan menampilkan beberapa motif foto dari Hindia-Belanda yang ada di koleksi penggemar stereoskopi.

Warga Kisam di Pulau Beringin, Ogan Komering Ulu Selatan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan sebuah pasar
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kampung nelayan Sungsang, Banyuasin
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pujun, Kapuas Tengah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Hotel Joling atau Hotel Schwartz di Palembang (sekarang kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: tidak ada keterangan
Tempat: Sumatera Selatan (a.l. Banyuasin, Ogan Komering Ulu Selatan, Palembang), Kalimantan Tengah
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 21 Januari 2023

Serbuan Jepang ke kilang minyak di sekitar Palembang, Februari 1942

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: (kemungkinan tanggal 14) Februari 1942
Tempat: Palembang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Foto-foto diambil dari film yang dibuat militer Jepang pada saat serangan ke Palembang.

Kamis, 19 Januari 2023

Penerjunan pasukan payung Jepang di Palembang (2), 1942

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: (13?) Februari 1942
Tempat: Palembang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Serangan Jepang ke Palembang serta penerjunan pasukan payungnya merupakan hal yang membanggakan Jepang saat itu; lihat penggambarannya dalam lukisan di posting ini.

Selasa, 17 Januari 2023

Penerjunan pasukan payung Jepang di Palembang (1), 1942

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: (13?) Februari 1942
Tempat: Palembang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Serangan Jepang ke Palembang serta penerjunan pasukan payungnya merupakan hal yang membanggakan Jepang saat itu; lihat penggambarannya dalam lukisan di posting ini.

Kamis, 29 Desember 2022

Dari album foto seorang anggota Keraton Kanoman Cirebon (5)

PENGANTAR

Di antara album foto yang dibeli National Gallery of Australia dari koleksi Leo Haks, ada sebuah buku foto yang oleh NGA diberikan keterangan singkat "Samsoedin Indonesian family album 1930 - 1933". Sepintas isi album ini memang foto-foto keluarga Indonesia, yang berisi gambar dari anak kecil hingga dewasa, ketika di rumah atau sedang bepergian. Si keluarga tampaknya lumayan berada. Mereka memiliki mobil dengan plat nomor D, memiliki anjing ras, dan Samsoedin ini memiliki kamera yang tampaknya dia gunakan untuk mengambil banyak foto yang ada di album ini. Kemudian keluarga ini banyak berpergian, keliling Jawa, ke Bali, ke Palembang, bahkan sampai ke Singapura.

Si penyusun foto memberikan beberapa catatan, sehingga kita masih bisa mengetahui tentang apa foto-foto ini. Di salah satu foto ada keterangan De Koninklijke familie Kanoman, atau "Keluarga Kerajaan Kanoman". Ini menimbulkan dugaan bahwa keluarga yang ditampilkan di album ini adalah keluarga Keraton Kanoman, Cirebon. Dugaan ini diperkuat dengan catatan Samsoedin di foto dia bersama kerabat lelakinya yang diberi catatan 't Kanoman-trio and little brothers. Akhirnya catatan dia di awal album yang menyebutkan namanya, dan nama tempat "Soerabaja", "Bandoeng", "Java", dan "Kanoman" makin mengukuhkan dugaan ini.

Album ini menjadi menarik karena menampilkan golongan berada Indonesia di tahun 1930-an: pakaiannya, pendidikannya, bahasa yang digunakan, kegiatannya, serta pertemanannya. Album ini juga ikut memperlihatkan tempat mana saja yang menjadi tujuan perjalanan atau wisata saat itu. Dari album ini kita juga melihat bahwa Samsoedin ini sangat senang memfoto anak kecil terutama keponakannya, dan dalam beberapa foto juga kaum perempuan termasuk ibu dan saudara-saudara wanitanya. Ada juga foto yang memperlihatkan kunjungan Dr. Khalid Sheldrake ke Bandung. Khalid, yang nama aslinya Bertram William, adalah filantrop Inggris yang masuk Islam dan sempat dinobatkan menjadi Raja Islamestan di wilayah Xinjiang, RRT, sekarang.


Kunjungan ke Bendung Walahar di Karawang, olahraga kesukaan Samsoedin yaitu sepakbola dan badminton, foto Otje yang sudah makin besar, serta beberapa foto keluarga
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto-foto keluarga a.l. di Malang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Dari kunjungan ke a.l. Lamongan, Tasikmalaya, dan Palembang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto dari adik kakak Samsoedin, termasuk Mochtar, serta keponakan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto-foto kerabat di Lamongan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Dari kunjungan ke Palembang, Singapura, dan Malang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
 
Waktu: di sekitar tahun 1930
Tempat: Cirebon, Jakarta, Karawang, Lamongan, Malang, Palembang, Singapura, Surabaya, Tasikmalaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Samsudin
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 27 Desember 2022

Dari album foto seorang anggota Keraton Kanoman Cirebon (4)

PENGANTAR

Di antara album foto yang dibeli National Gallery of Australia dari koleksi Leo Haks, ada sebuah buku foto yang oleh NGA diberikan keterangan singkat "Samsoedin Indonesian family album 1930 - 1933". Sepintas isi album ini memang foto-foto keluarga Indonesia, yang berisi gambar dari anak kecil hingga dewasa, ketika di rumah atau sedang bepergian. Si keluarga tampaknya lumayan berada. Mereka memiliki mobil dengan plat nomor D, memiliki anjing ras, dan Samsoedin ini memiliki kamera yang tampaknya dia gunakan untuk mengambil banyak foto yang ada di album ini. Kemudian keluarga ini banyak berpergian, keliling Jawa, ke Bali, ke Palembang, bahkan sampai ke Singapura.

Si penyusun foto memberikan beberapa catatan, sehingga kita masih bisa mengetahui tentang apa foto-foto ini. Di salah satu foto ada keterangan De Koninklijke familie Kanoman, atau "Keluarga Kerajaan Kanoman". Ini menimbulkan dugaan bahwa keluarga yang ditampilkan di album ini adalah keluarga Keraton Kanoman, Cirebon. Dugaan ini diperkuat dengan catatan Samsoedin di foto dia bersama kerabat lelakinya yang diberi catatan 't Kanoman-trio and little brothers. Akhirnya catatan dia di awal album yang menyebutkan namanya, dan nama tempat "Soerabaja", "Bandoeng", "Java", dan "Kanoman" makin mengukuhkan dugaan ini.

Album ini menjadi menarik karena menampilkan golongan berada Indonesia di tahun 1930-an: pakaiannya, pendidikannya, bahasa yang digunakan, kegiatannya, serta pertemanannya. Album ini juga ikut memperlihatkan tempat mana saja yang menjadi tujuan perjalanan atau wisata saat itu. Dari album ini kita juga melihat bahwa Samsoedin ini sangat senang memfoto anak kecil terutama keponakannya, dan dalam beberapa foto juga kaum perempuan termasuk ibu dan saudara-saudara wanitanya. Ada juga foto yang memperlihatkan kunjungan Dr. Khalid Sheldrake ke Bandung. Khalid, yang nama aslinya Bertram William, adalah filantrop Inggris yang masuk Islam dan sempat dinobatkan menjadi Raja Islamestan di wilayah Xinjiang, RRT, sekarang.


Penjelajahan bersama teman-teman sekolah a.l. ke Subang, Gunung Tangkuban Perahu dan Gua (?) Pawon di Bandung, serta Situ Empang di Purwakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kunjungan ke Palembang dan Bali
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kenang-kenangan dari kunjungan ke Bangkalan, Cicalengka, Lamongan, dan menyebarangi Bengawan Solo melalui jembatan Babat-Widang di Tuban
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto keluarga a.l. di Jubileumspark Bandung dan Singapura
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kebun binatang Darmo di Surabaya dan berburu banteng di Tomo/Buahdua, Sumedang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Samsoedin dalam pakaian Bali, ayah-ibunya, serta sanak saudaranya, serta foto dari kunjungan ke Malang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
 
Waktu: di sekitar tahun 1930
Tempat: Bali, Bandung, Bangkalan, Cirebon, Lamongan, Malang, Palembang, Purwakarta, Singapura, Subang, Sumedang, Surabaya, Tuban
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Samsudin
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 13 Desember 2022

Dari sebuah koleksi foto lintas wilayah Nusantara (2)

PENGANTAR

Foto-foto berikut berasal dari sebuah koleksi foto yang sayang sekali tidak menyertakan informasi tentang kapan dan di mana foto dibuat serta apa yang menjadi objek pemotretan. Hanya sedikit yang bisa teridentifikasi; sisanya diserahkan ke pemerhati blog ini untuk dilengkapi dengan keterangan yang masih belum ada.


Sebuah jalan dengan jaringan kabel listrik di Surabaya?
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah pasar di Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Lalu lintas perahu di sebuah sungai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Masjid Agung Palembang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Lalu lintas perahu di sebuah muara sungai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: ?
Tempat: a.l. Jawa dan Palembang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: