Kamis, 14 Mei 2020

Soekarno dalam karikatur Belanda: 1958

(klik untuk memperbesar | © AVS)
9 Januari 1958: "Presiden melakukan lawatan"
Karikatur ini menggambarkan bagaimana Soekarno melakukan perjalanan ke luar negeri sementara dalam negeri sendiri sedang kebakaran.

(klik untuk memperbesar | © AVS)
6 Februari 1958: "Liburan di Jepang; pengganggu acara"
Karikatur ini menggambarkan Soekarno berlibur ke Jepang, dan disanjung oleh dua warga Jepang yang ternyata berwajah Mao Zedong dan Nikita Khrushchev. Sementara itu, tangan tokoh Permesta Ventje Sumual memperingatkan Soekarno tentang tokoh-tokoh komunis di pemerintahan.

(klik untuk memperbesar | © AVS)
13 Maret 1958: "Instruktor: 'Lebih ke kiri lagi!'"
Karikatur ini menggambarkan Soekarno belajar menyetir mobil di sekolah mengemudi "Bintang Merah" (komunisme). Soekarno sudah berada di pinggir jurang perang saudara, si instruktor menyuruh Soekarno untuk menyetir makin ke kiri.

(klik untuk memperbesar | © AVS)
15 Maret 1958: "Menunggang harimau"
Karikatur ini menggambarkan Soekarno membawa harimau perang saudara dari Jawa menuju Sumatera, sementara wajahnya tampak tidak yakin apakah harimau ini bisa dikendalikan.

Waktu: 1957
Tempat:
Tokoh: Soekarno (Presiden Republik Indonesia)
Peristiwa:
Karikaturis: Leendert Jurriaan Jordaan
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

2 komentar:

  1. Karokatur Sukarno sbg agen jepang saat ajak rakyat jelata ikut romusha, tdk ada

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan karikatur:
      http://indonesia-zaman-doeloe.blogspot.com/2015/07/soekarno-sebagai-komandan-romusha.html

      Hapus