Tampilkan postingan dengan label Pekanbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pekanbaru. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Desember 2024

Foto-foto pengintaian udara yang diambil Sekutu semasa Perang Dunia 2: Kupang, Medan, dan Pekanbaru

Landasan pacu di Pekanbaru
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Landasan pacu di Medan dengan tulisan "BELAWAN DELI"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Landasan pacu di Kupang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: antara 1942 dan 1945
Tempat: Kupang, Medan, Pekanbaru
Tokoh:
Peristiwa: Menjelang akhir Perang Dunia 2, ketika Jepang makin defensif, pihak Sekutu memanfaatkan keunggulan udara mereka untuk melakukan pengintaian atas-atas posisi penting atau strategis, termasuk berbagai tempat di wilayah Nusantara seperti yang ditampilkan di foto-foto di atas.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 07 Maret 2024

Kuburan warga Belanda yang tewas semasa pendudukan Jepang di Hindia-Belanda, 1945

Petamburan, Jakarta: Kuburan warga Belanda di sebuah lahan kosong
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kamp tawanan perang II di Pekanbaru: Area kuburan dengan salib dengan tulisan Kanji serta nama, tanggal lahir, serta tanggal kematian dalam huruf Latin. Dua salib terdepan bertanggal 1945.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Pekanbaru (Riau), Petamburan (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 05 Mei 2023

Suasana di kamp tahanan Pekanbaru setelah Jepang kalah perang, 1945

Pesawat militer Sekutu yang melakukan pengintaian di atas kamp (dan juga menjatuhkan suplai makanan dan obat-obatan?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para warga/tentara negara Sekutu yang ditahan di kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Barak-barak di kamp dengan penghuni yang tampak kurang gizi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Salah satu sudut kamp Pekanbaru
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: September 1945
Tempat: Pekanbaru
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 08 Juni 2014

Perusakan harta benda warga Tionghoa semasa perang kemerdekaan 1 - Sumatera

Pengantar: Pemberian nama "John Lie" kepada salah satu kapal perang TNI Angkatan Laut, mengingatkan kembali akan sumbangsih warga Tionghoa semasa perang kemerdekaan. Mudah-mudahan langkah ini bisa memulai diskusi terbuka dan tanpa prasangka tentang situasi yang dihadapi warga Tionghoa semasa perang kemerdekaan.

Harus diakui tema ini cenderung tidak dibicarakan orang, barangkali karena masalahnya dianggap sensitif. Tetapi menutup-nutupi bukanlah solusi yang bijak, paling tidak untuk jangka panjang, karena a.l. hanya akan menyuburkan gosip, praduga, generalisasi, kabar burung, dan kecurigaan. Hanya dengan keterbukaan kita bisa melihat sejarah dengan jernih dan mengambil pelajaran berharga darinya.

Sejak era reformasi sudah terlihat banyak kemajuan di dalam hal yang menyangkut warga Tionghoa. Barangkali ini saatnya untuk menggali kembali apa yang dialami bangsa ini ketika republiknya baru berusia sangat muda.

Gambar-gambar berikut memperlihatkan kerusakan yang dialami warga Tionghoa di berbagai tempat akibat tindakan para pejuang kemerdekaan. Kita serahkan kepada para pakar sejarah untuk melihat duduk permasalahannya. Mudah-mudahan gambar-gambar ini bisa berkontribusi di dalamnya.

Kuala, Binjai (© gahetna)
Arnhemia, Deli 21 Juli 1947 (© gahetna)
Arnhemia, Deli 21 Juli 1947 (© gahetna)
Deli Tua, 22 Juli 1947 (© gahetna)
Pekanbaru, Januari 1949 (© gahetna)

Waktu: 1946-1949
Tempat: l.d.a.
Tokoh:
Peristiwa: Perusakan pemukiman warga Tionghoa di berbagai tempat di Sumatera oleh para pejuang kemerdekaan semasa perang kemerdekaan melawan Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: klik foto untuk memperbesar.