Tampilkan postingan dengan label pedati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pedati. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Juli 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang kediaman Residen Serang

Kediaman Residen Serang, dengan dua orang petinggi lokal dan Belanda tampak dipayungi di sebelah kiri, sementara di kanan tampak warga lokal mengendarai pedati dan memikul dagangan
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Paul Lauters yang menyalin dari karya Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Versi tak berwarna dari lukisan di atas pernah dimuat di posting ini.

Jumat, 13 Maret 2026

Dua pemandangan dari Cimahi zaman dulu

Konvoi alat angkut bertenaga dua kuda. Saat para kuda "isi rumput" sebelum melanjutkan mengangkut karung-karung yang bertumpuk di pedati.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sungai Citarum di kawasan Batujajar, masih mengalir deras tanpa ditutupi sampah dan limbah seperti sekarang ini
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: ?
Tempat: Cimahi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 09 September 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (1)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Reruntuhan Candi Borobudur mendapat kunjungan dari tiga orang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Kesibukan pelayaran di Kepulauan Banda, dengan Gunung Api di sebelah kiri, serta Pulau Banda Neira dengan Benteng Belgica-nya di sebelah kanan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah kapal bersandar di pelabuhan Makassar sementara beberapa sosok orang tampak beraktivitas di kawasan pelabuhan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Tiga warga Minang, di antaranya menggiring pedati, terlukis dengan latar belakang Gunung Marapi
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Benteng Rotterdam di Makassar dengan beberapa pohon rimbun di latar depan, serta sebuah kuburan Belanda di lapangan depan benteng
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 26 Agustus 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Abraham Salm tentang berbagai tempat di Jawa (1)

Ini merupakan pelengkap dan tayang ulang (reload) dalam ukurang yang lebih besar dari beberapa lukisan karya Abraham Salm yang pernah dimuat sebelumnya. Lihat tautan di bagian "Catatan" di bawah.


Bogor: Seorang petani di Kedungbadak minum dari bekal yang dibawa istrinya, dengan latar belakang air jernih memancar dan Gunung Salak
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Kaki Gunung Semeru: Sebuah desa di Pasuruan dengan rumah-rumah yang beratap rumbia dan kumpulan warga dalam berbagai aktivitas
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Tuban: Air terjun Nglirip di Singgahan dengan latar depan tiga gembala yang menjaga kawanan kambing yang berkumpul di tepian
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Tegal: Pabrik gula di Pangkah dengan enam cerobong asap, sementara pedati berdatangan membawa tebu yang siap diolah untuk menjadi gula
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1872
Tempat terbit:
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Abraham Salm
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Tautan dari posting sebelumnya tentang Banten, Bogor, Gunung Semeru, Malang/Tegal, dan Sumedang.

Minggu, 20 April 2025

Beberapa lukisan kuno tentang Jakarta dari berbagai masa (1)

Karya Dirk Homberg, ~1920: Kesibukan di Kali Besar
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Karya François Valentyn, ~1724-1726: Pemandangan ke arah Jakarta dilihat dari Laut Jawa dengan Kastil Batavia di latar tengah beserta tembok pertahanan yang memanjang, serta pegunungan di kawasan Bogor di latar belakang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Karya Dirk Homberg, ~1925: Perumahan warga Tionghoa di Pintu Kecil
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1724/1726, 1920, 1925
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Dirk Homberg, François Valentyn
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 05 April 2025

Surabaya di sekitar tahun 1920-an (1)

Kawasan pecinan Kembang Jepun
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah rumah mewah di kawasan Darmo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jembatan Merah di atas Kali Mas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (?)
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 21 Februari 2025

Dari Padang sampai ke Banda: Lukisan pemandangan Nusantara karya Charles William Meredith van de Velde, 1844 (4b - Banten)

Charles William Meredith van de Velde (1818-1898) tampaknya seorang dengan berbagai bakat dan kemampuan. Dia pernah menjadi perwira angkatan laut, tentara bayaran, pembuat peta, anggota palang merah, hingga misionaris. Salah satu keahlian dia adalah menangkap keindahan alam dari tempat yang dia kunjungi, dan menuangkannya ke atas kanvas. Dia terkenal sebagai pembuat peta Palestina di pertengahan abad ke-19, serta pelukis kota dan tempat di Palestina yang dia singgahi. Sebelumnya, dia juga mengabadikan banyak tempat di Nusantara dalam beberapa karya lukisannya, yang akan kita lihat di seri berikut ini.


Kediaman Residen Serang, dengan dua orang petinggi lokal dan Belanda tampak dipayungi di sebelah kiri, sementara di kanan tampak warga lokal mengendarai pedati dan memikul dagangan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Reruntuhan dari tembok pembatas Keraton Banten
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Pemandangan di Serang dengan beberapa orang Eropa menaiki kereta atau kuda, semantara warga lokal menggembala kerbau atau mengangkut barang dengan pikulan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar: Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Edisi lain dari foto pertama pernah dimuat di posting ini.

Rabu, 31 Juli 2024

Tomohon setelah Perang Dunia II usai, 1945/1946 (3)

Pedati kuda menjadi sarana transportasi dari dan menuju pasar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga ibu berkebaya mengusung barang di atas kepalanya sementara sebuah pedati kuda melintas membawa seonggok rumput
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua (?) wanita Belanda menaiki sebuah pedati kuda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jalan menuju pasar dengan latar belakang beberapa kendaraan yang diparkir di sekitar sebuah gedung
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jalan menuju pasar difoto dengan sudut rendah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945/1946
Tempat: Tomohon
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 15 Juli 2024

Beberapa foto dari Sulawesi setelah Perang Dunia II usai, 1945/1946

Sebuah pedati kuda mengangkut lima orang melewati reruntuhan perumahan yang rusak akibat perang; kemungkinan di kawasan pecinan di Tomohon
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang bocah menunggang kuda membawa sekarung rumput
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang suster dengan latar belakang sebuah gunung
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Asap mengepul dari kawah Gunung Karangetang (?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang anak perempuan Belanda menaiki kuda, menyiratkan kembalinya kehidupan normal setelah perang (yang kemudian disusul dengan perang kemerdekaan)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945/1946
Tempat: Sulawesi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 04 Mei 2024

Kerusakan di Manado akibat pertempuran Jepang melawan Sekutu, 1945 (1)

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Gerobak dan pedati sapi di reruntuhan pompa bensin Shell
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Manado
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 25 April 2024

Foto-foto dari sebuah perkebunan tembakau di awal abad ke-20 (1)

Pedati yang kemungkinan digunakan untuk mengangkut daun tembakau dari ladang ke gudang pengeringan
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Para pekerja perempuan di tempat pengolahan daun tembakau
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Kemungkinan warga lokal yang sudah lama mengabdi di perkebunan
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: 1910 atau sebelumnya
Tempat: Jawa Barat (? berdasarkan model pakaian perempuannya)
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Jumat, 12 April 2024

Kerusakan di Makassar akibat perang antara Jepang dan Sekutu (2), 1945

Kawasan gudang pelabuhan dengan atap genting berserakan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah lubang bekas bom di area pelabuhan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kerusakan di kawasan pemukiman warga (Tionghoa?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pedati mengangkut barang-barang rumah tangga yang tampaknya dikumpulkan dari reruntuhan perumahan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Oktober 1945
Tempat: Makassar
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 12 Maret 2024

Dari sebuah album foto tentang pengeboran sumur minyak di Jawa, sekitar 1910 (2)

Dua foto dari sumur minyak; dengan dan tanpa orang berbaju putih
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sebagian proses pengangkutan pipa dilakukan dengan pedati sapi
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Warga sekitar yang mendapat tontonan baru berdatangan, sebagian dengan pakaian yang biasa dikenakan di acara istimewa
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: sekitar 1910
Tempat: Jawa (Cepu?)
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Kamis, 29 Februari 2024

Lukisan karya Abraham Salm dari sekitar tahun 1872: Malang dan Tegal

Pabrik gula Pangkah, Tegal
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Pantai Srigonco di selatan Malang
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: 1872
Tempat: Pangkah (Tegal), Srigonco (Malang)
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Abraham Salm
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lihat juga lukisan lain karya Abraham Salm di beberapa posting sebelumnya: tentang Banten, Bogor, Gunung Semeru, dan Sumedang.

Kamis, 30 November 2023

Tentara Australia di wilayah Indonesia Timur, 1944/1945 (1)

Morotai, Maluku Utara: Menteri Ketentaraan, Francis Michael Forde, berbicara di hadapan pasukan Australia …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang merupakan bagian dari kesatuan Sekutu yang dikerahkan untuk menyerbu Tokio
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang tentara Australia (tengah) dan prajurit Belanda mengamati kemahiran seorang Indonesia menggunakan senapan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Papua: Tiga tentara Australia menumpang pedati
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944/1945
Tempat: Morotai, Papua
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: