Tampilkan postingan dengan label Pertempuran Surabaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertempuran Surabaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Januari 2026

Warga Tionghoa di masa perang kemerdekaan (31)

Pengantar: Kerusuhan 1998 termasuk bagian paling hitam di dalam sejarah hubungan warga "pribumi" dan Tionghoa di Indonesia. Peristiwa ini memicu munculnya era reformasi yang kemudian memberikan banyak kemajuan di dalam hubungan ini.

Harus diakui, peristiwa di tahun 1998 bukanlah yang pertama. Kekurang-harmonisan ini sudah ada puluhan tahun sebelumnya, termasuk di masa perang kemerdekaan. Blog ini sebelumnya sudah memperlihatkan perusakan pada harta benda warga Tionghoa yang dilakukan pejuang kemerdekaan di beberapa tempat, dan bagaimana Belanda dipandang sebagai pelindung warga Tionghoa dan terlibat dalam pembentukan milisi Tionghoa bersenjata yang berseteru dengan para pejuang.

Sebagian dari kita boleh jadi berpendapat "Ah, sudahlah, itu masa lalu. Tidak diusah diungkit-ungkit, hanya akan membuka luka dan borok lama. Kita lihat ke depan saja agar ada hubungan yang lebih harmonis." Pendapat seperti ini mengimplikasikan bahwa kita sebaiknya menutup sejarah yang tidak enak didengar. Di sini ada kemungkinan bahwa generasi ke depan, dari semua pihak baik "pribumi" maupun Tionghoa, tidak mencernai apa yang telah terjadi sebelumnya, dan menghadapi risiko akan mengulang apa yang justru seharusnya dihindari.

Penyelidikan sejarah secara jernih, tanpa generalisasi, tanpa praduga, tanpa emosi, diharapkan bisa menjadi bahan yang berharga agar kita, semua, bisa belajar dari masa lalu. Gambar-gambar berikut mudah-mudahan bisa memberikan kontribusi ke arah sana.


Surabaya, November 1945: Tiga warga Tionghoa dan seorang pembantu (?) yang menggendong anak, mengungsi dari rangkaian pertempuran yang melahirkan Hari Pahlawan.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1947: Seorang wanita Tionghoa bersama dua anak kecil mengungsi ke wilayah yang dikuasai Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jawa, 1947: Teks foto menyebutkan bahwa para pria Tionghoa ini menceritakan pengalaman mereka semasa berada di bawah kekuasan para pejuang kemerdekaan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… sementara edisi lain dari foto yang sama disertai dengan teks bahwa para pria Tionghoa ini meminta bantuan militer Belanda untuk membebaskan sejawat mereka yang disekap para pejuang kemerdekaan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945, 1947
Tempat: Jawa (a.l. Surabaya)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga foto-foto lain di rangkaian yang dimulai di posting ini.

Selasa, 15 Oktober 2024

Pertempuran Surabaya, Oktober-November 1945 (8)

Warga mengungsi di tengah-tengah kepulan asap dan bloksde jalanan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua pemulung di antara gundukan sampah di hari-hari pertempuran
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang pemuda yang ditangkap militer Inggris
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Oktober-November 1945
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa: Beberapa foto dari peristiwa di sekitar pertempuran antara para pejuang kemerdekaan di wilayah Surabaya melawan pasukan Inggris, di antaranya dari kesatuan asal jazirah Hindia, yang berlangsung di bulan Oktober dan November 1945.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 13 Oktober 2024

Pertempuran Surabaya, Oktober-November 1945 (7)

Dua pemuda menyeberang sebuah kali; sebelumnya para pejuang merusak jembatan di atas kali ini guna menahan gerak maju pasukan Inggris
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pasukan Inggris menahan beberapa warga Indonesia di dekat sebuah baguna yang dipenuhi coretan-coretan mendukung kemerdekaan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Barisan para pemuda Surabaya, beberapa di antaranya berseragam
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jual beli di sebuah emperan di sela-sela pertempuran
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah gerobak berisi bongkahan arang menjadi tempat berkumpul beberapa warga
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Oktober-November 1945
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa: Beberapa foto dari peristiwa di sekitar pertempuran antara para pejuang kemerdekaan di wilayah Surabaya melawan pasukan Inggris, di antaranya dari kesatuan asal jazirah Hindia, yang berlangsung di bulan Oktober dan November 1945.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 11 Oktober 2024

Pertempuran Surabaya, Oktober-November 1945 (6)

Dua tentara Inggris tanpa baju berlari dengan menghunus senapan di tengah pertempuran kota
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua tentara Inggris bersiaga di balik gerobak dan benda-benda lain yang malang melintang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang prajurit Inggris yang terluka diangkut dengan tandu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Militer Inggris mengamati seorang pejuang yang gugur di pertempuran (catatan foto Belanda menyebutnya "extremist")
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kesibukan di sebuah kawasan pecinan dengan latar belakang bendera palang merah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Oktober-November 1945
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa: Beberapa foto dari peristiwa di sekitar pertempuran antara para pejuang kemerdekaan di wilayah Surabaya melawan pasukan Inggris, di antaranya dari kesatuan asal jazirah Hindia, yang berlangsung di bulan Oktober dan November 1945.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 09 Oktober 2024

Pertempuran Surabaya, Oktober-November 1945 (5)

Keunggulan Inggris di udara yang tanpa saingan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… digunakan selain dari serangan udara juga untuk melakukan pemetaan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang membantu militer Inggris dalam menentukan taktik pertahanan dan penyerangan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Asap mengepul dengan latar depan blokade jalanan dan sisa-sisa kendaraan yang terbakar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang prajurit Inggris mengamati sebuah meriam peninggalan Jepang yang digunakan para pejuang; meriam ini dilumpuhkan oleh pasukan Inggris
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Oktober-November 1945
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa: Beberapa foto dari peristiwa di sekitar pertempuran antara para pejuang kemerdekaan di wilayah Surabaya melawan pasukan Inggris, di antaranya dari kesatuan asal jazirah Hindia, yang berlangsung di bulan Oktober dan November 1945.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 07 Oktober 2024

Pertempuran Surabaya, Oktober-November 1945 (4)

Sebuah pos perlindungan dengan tumpukan karung dan drum di sebuah persimpangan jalan, kemungkinan didirikan oleh tentara Inggris
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kapal-kapal perang Inggris berlabuh di Tanjung Perak untuk membongkar suplai logistik militer
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua prajurit Hindia berlari di dekat konvoi tank dengan latar belakang kepulan asap akibat pertempuran
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kesatuan tentara Inggris dengan tank membongkar sebuah blokade jalan yang dipasang para pejuang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua prajurit Hindia dengan bren gun mengambil posisi tembak di sebuah kebun
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Oktober-November 1945
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa: Beberapa foto dari peristiwa di sekitar pertempuran antara para pejuang kemerdekaan di wilayah Surabaya melawan pasukan Inggris, di antaranya dari kesatuan asal jazirah Hindia, yang berlangsung di bulan Oktober dan November 1945.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 05 Oktober 2024

Pertempuran Surabaya, Oktober-November 1945 (3)

Seorang tentara Inggris dengan bayonet terhunus berjaga di dekat sebuah kebun
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang tentara Inggris asal Hindia memerika belukar sebuah kebun
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang tentara Inggris asal Hindia mendobrak sebuah bangunan untuk mencari tempat persembunyian para pejuang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua tank Inggris dengan latar belakang asap hitam akibat pertempuran
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tang Inggris menyusuri kawasan perkampungan di Surabaya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Oktober-November 1945
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa: Beberapa foto dari peristiwa di sekitar pertempuran antara para pejuang kemerdekaan di wilayah Surabaya melawan pasukan Inggris, di antaranya dari kesatuan asal jazirah Hindia, yang berlangsung di bulan Oktober dan November 1945.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 03 Oktober 2024

Pertempuran Surabaya, Oktober-November 1945 (2)

Tank ringan dari jenis Marmon Herrington CTLS-4TA yang direbut pasukan Inggris dari para pejuang. Di badan tank tertulis PBM (Pasukan Bingkil Mobil), sebuah kesatuan yang kelak ganti nama menjadi TKR Barisan Bermotor (TKR PBM).
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang tentara Inggris menggunakan sekop dan beliung untuk menggali parit perlindungan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang tentara Inggris didampingi seorang prajurit Hindia melakukan komunikasi radio
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang tentara Inggris dengan sten gun bersiap di sebuah pos dengan latar belakang bangunan yang rusak akibat pertempuran
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang tentara Inggris dengan bren gun di sebuah pos yang menghadap ke blokade jalanan yang dipasang para pejuang kemerdekaan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Oktober-November 1945
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa: Beberapa foto dari peristiwa di sekitar pertempuran antara para pejuang kemerdekaan di wilayah Surabaya melawan pasukan Inggris, di antaranya dari kesatuan asal jazirah Hindia, yang berlangsung di bulan Oktober dan November 1945.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 01 Oktober 2024

Pertempuran Surabaya, Oktober-November 1945 (1)

Pasukan Inggris asal Hindia membongkar blokade jalanan yang sebelumnya dipasang para pejuang kemerdekaan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jenderal Robert Mansergh (kanan) datang langsung ke Surabaya untuk meninjau situasi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Letkol A.T. Boott, komandan Brigade IX Divisi Hindia V, mengamati peta lokasi konflik di balik gundukan karung perlindungan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para petinggi militer Inggris di Surabaya, d.ki.k.ka.: Jenderal Robert Mansergh, Brigadir A.G. Maclain, Jenderal Sir Philip Christison, Komandan Sayap E.N. Constable -Maxwel
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tentara Inggris mencoba menahan panasnya Surabaya dengan buka baju dan minum
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)


Waktu: Oktober-November 1945
Tempat: Surabaya
Tokoh:

  • Jenderal Robert Mansergh (Panglima Sekutu untuk wilayah Hindia-Belanda)
  • Jenderal Sir Philip Christison (Panglima Sekutu untuk wilayah Asia Tenggara); salah satu tokoh yang terlibat pertempuran Surabaya, dikritik pihak Belanda karena dianggap terlalu mengakomodasi para pejuang kemerdekaan Indonesisa

Peristiwa: Beberapa foto dari peristiwa di sekitar pertempuran antara para pejuang kemerdekaan di wilayah Surabaya melawan pasukan Inggris, di antaranya dari kesatuan asal jazirah Hindia, yang berlangsung di bulan Oktober dan November 1945.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 12 Juni 2019

Bung Tomo bersama para pemuda pejuang di markasnya, 1945

(klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan 1945
Tempat: Surabaya
Tokoh: Bung Tomo (pejuang kemerdekaan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 10 Juni 2019

Soekarno-Hatta di Surabaya untuk mengatur gencatan senjata antara pemuda Indonesia dan tentara Inggris, 1945

(klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2 / NIOD)
Waktu: 29 Oktober 1945
Tempat: Surabaya
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI); keduanya di kedua foto di atas, memakai setelan putih-putih dan berpeci, berdiri di pelataran.
Peristiwa: Konflik antara pasukan Inggris dan pemuda Surabaya memanas. Di akhir bulan Oktober 1945 Soekarno dan Hatta diberangkatan dari Jakarta ke Surabaya untuk mendinginkan suasana dan mengatur gencatan senjata. Sejarah mencatat bahwa 12 hari kemudian terjadi pertempuran hebat yang kita kenang sebagai Hari Pahlawan.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 27 Juli 2013

Pasukan Inggris di Surabaya (10): Berjaga dan bersiaga di saat pertempuran mereda

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
Waktu: 1945
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Sumber / Hak cipta: Imperial War Musem
Catatan: Foto ke-2 memperlihatkan tentara India menjaga tank Jepang yang digunakan oleh TKR Laut dan dirontokkan pasukan Inggris. Di foto ke-3 tampak tentara India juga menjaga sebuah gedung yang dipenuhi corat-coret para pendukung kemerdekaan, sementara beberapa orang kelihatan memegang sekop yang tampaknya digunakan untuk membersihkan puing-puing sisa pertempuran.