Tampilkan postingan dengan label perangko. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perangko. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Februari 2021

Sambutan atas penerbangan cepat dari Belanda ke Indonesia, 1933-1934

Setelah berhasil melakukan penerbangan langsung dari Belanda ke Indonesia di tahun 1924, para perintis penerbangan Belanda membuat rekor baru di bulan Desember tahun 1933: penerbangan Belanda-Indonesia dalam waktu 4 hari, sebuah prestasi yang mencengangkan di saat itu (lihat posting tentang ini).

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Di bulan November 1933, sudah keluar perangko yang menggambarkan akan adanya penerbangan pos cepat pertama antara Amsterdam dan Jakarta. Gambar yang ditampilkan pesawat berbaling-baling tiga, yang sedikit banyak mirip dengan pesawat Fokker F18 "Pelikan" yang sebulan kemudian melakukan penerbangan yang sebenarnya.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Poster ini keluar tahun 1934 untuk mengenang pesawat "Pelikan" dan empat awaknya yang menempuh rute penerbangan terpanjang di dunia saat itu sejauh 14.350 km. Sebagai perbandingan, poster ini menunjukkan rute penerbangan terjauh negara lain seperti Inggris (London-Kapstadt dan London-Madras), serta Perancis (Marseille-Saigon) yang masih lebih pendek daripada Amsterdam-Jakarta-Bandung.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Kalau sebelumnya pabrik biskuit Elder membuat permainan papan untuk mengenang penerbangan H-NACC di tahun 1924, maka kali ini giliran pabrik semir sepatu Erdal untuk membuat permainan yang mirip untuk mengenang penerbangan Pelikan PH-AIP. Permainan ini memperlihatkan rute mulai dari Amsterdam dengan tujuan Jakarta, dilanjutkan ke Bandung, dan kembali ke Amsterdam.

Waktu: 1933, 1934
Tempat: 
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Sabtu, 08 Agustus 2020

Ketika Pos Indonesia hanya memiliki perangko dengan nominal kecil, 1949

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1949
Tempat:  Jakarta dan Rotterdam
Tokoh:
Peristiwa: Amplop di atas yang dikirim dari Jakarta ke Rotterdam adalah salah satu hal yang menarik dalam sejarah. Saat itu tampaknya Pos Indonesia hanya siap dengan perangko dengan nominal kecil, dalam hal ini 12½ sen (rupiah). Karena pengiriman ke luar negeri, dan tampaknya juga berisi foto dengan berat yang lumayan, perangkonya harus ditambah dengan yang nominalnya besar. Tampaknya saat itu yang tersedia hanya perangko "kolonial" bergambar Ratu Wilhelmina. Maka yang dilakukan Pos Indonesia adalah mencoret semua kata "Ned-IndiĆ«" dan menambahkan cap kata "Indonesia". Nilainya dalam gulden tidak diubah. Perangko bernilai 60 cent (gulden) tampaknya tidak sempat terkena aksi darurat ini.
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Jumat, 11 Juli 2014

Perangko-perangko pertama Republik Indonesia









Waktu:
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa:
Sumber / Hak Cipta: Michael Rogge
Catatan:
1. Gambar-gambar berasal dari film tahun 1955 yang ditujukan untuk memperkenalkan Indonesia ke dunia luar. Film ini direstorasi oleh Michael Rogge dan diunggah ke youtube.
2. Perangko Indonesia dahulu dicetak oleh "Staatsdruckerei Wien" atau Percetakan Negara Austria di Wina.
3. Cukup menarik bahwa bapak-bapak bangsa Indonesia disandingkan dengan negarawan-negarawan Amerika Serikat.