Tampilkan postingan dengan label Gunung Guntur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung Guntur. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Agustus 2023

Dari koleksi studio foto Onnes Kurkdjian tentang Jawa (1): Bogor dan Garut

~1915: Telaga Cipanas di Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1910: Pesawahan dengan latar belakang Gunung Guntur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1910: Sumber belerang di kawah Papandayan, Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1925: Salah satu sudut Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1910, 1915, 1925
Tempat: Bogor, Garut
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: studio foto Onnes Kurkdjian, Surabaya
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto #1 pernah dimuat sebelumnya di posting ini; foto #2 di sini dan sini; foto 3 di sini.

Senin, 14 Agustus 2023

Foto-foto pemandangan di Jawa hasil jepretan George Lewis (1)

1910: Telaga Cipanas di Garut dengan latar belakang Gunung Guntur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1914: Petani di sawah dengan latar belakang Gunung Cikuray
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1910: Telaga Cipanas di Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1910: Anak-anak menggembala kerbau
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1910, 1914
Tempat: Garut
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: George Lewis (1875-1939)
Sumber / Hak cipta: Studio foto Onnes Kurkdjian Surabaya | National Gallery of Australia
Catatan: Posting ini pernah memuat edisi lain dari foto nomor 1, 2, dan 3; posting ini juga memuat foto nomor 2.

Jumat, 09 Desember 2022

Dari sebuah album foto tentang Jawa dan Bali di sekitar tahun 1920 (13)

Foto-foto berikut berasal dari sebuah album tanpa tahun dan tanpa deskripsi, yang berisi gambar-gambar dari Bali, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Berdasarkan foto-foto ini kemungkinan si pemilik foto adalah seorang tokoh Belanda di pabrik gula Purwoasri, Kediri. Dia mengumpulkan foto juga dari perjalanannya ke Bali, Bromo, dan Parahyangan. Berbeda dengan foto-foto pribadi yang kemungkinan diambil sendiri, foto-foto hasil wisata kemungkinan berasal dari fotografer profesional seperti misalnya Thilly Weisenborn.
Kecuali lima halaman terakhir, tiap halaman dari album ini berisi dua foto atau lebih. Blog ini akan memuat tampilan per halaman, dan kemudian masing-masing foto di tiap halaman.

Halaman 20: Pesawahan di Garut dengan latar belakang Gunung Guntur (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman 21: Kemungkinan ruang makan di Hotel "La Villa Dolce" atau Hotel Ngamplang, Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman 22: Sebuah sungai berbatu (juga di Garut?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman 23: Delapan lelaki Belanda di tepi sebuah sungai
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1920
Tempat: Garut
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: kemungkinan Thilly Weisenborn
Sumber / Hak cipta:National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 01 Desember 2022

Dari sebuah album foto tentang Jawa dan Bali di sekitar tahun 1920 (9)

Foto-foto berikut berasal dari sebuah album tanpa tahun dan tanpa deskripsi, yang berisi gambar-gambar dari Bali, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Berdasarkan foto-foto ini kemungkinan si pemilik foto adalah seorang tokoh Belanda di pabrik gula Purwoasri, Kediri. Dia mengumpulkan foto juga dari perjalanannya ke Bali, Bromo, dan Parahyangan. Berbeda dengan foto-foto pribadi yang kemungkinan diambil sendiri, foto-foto hasil wisata kemungkinan berasal dari fotografer profesional seperti misalnya Thilly Weisenborn.
Kecuali lima halaman terakhir, tiap halaman dari album ini berisi dua foto atau lebih. Blog ini akan memuat tampilan per halaman, dan kemudian masing-masing foto di tiap halaman.

Halaman 12
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman 12: Dermaga di Cilauteureun (Cikelet, Garut)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman 12: Pantai Cilauteureun (Cikelet, Garut)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman 13
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman 13: Laut Selatan dilihat dari Cilauteureun (Cikelet, Garut)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman 13: Pesawahan di Garut dengan latar belakang Gunung Guntur (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1920
Tempat: Garut
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: kemungkinan Thilly Weisenborn
Sumber / Hak cipta:National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 21 Februari 2022

Sebelas lukisan geologi tentang Jawa karya Franz Wilhelm Junghuhn (4)

PENGANTAR

Friedrich Franz Wilhelm Junghuhn adalah seorang Belanda-Jerman yang masyhur sebagai pakar botani dan geologi yang mewariskan beberapa tulisan dan catatan ilmiah tentang Jawa dan Sumatera. Di tahun 1850 terbit salah satu bukunya dalam bahasa Belanda dengan judul Java, deszelfs gedaante, bekleeding en inwendige struktuur yang berisi 11 gambar berwarna tentang beberapa tempat di Jawa. Edisi bahasa Jermannya terbit dengan judul Java, seine Gestalt, Pflanzendecke, und sein innerer Bau mulai tahun 1953. Terdapat beberapa variasi kecil di gambar edisi Belanda dan Jerman, yang tampaknya menunjukkan bahwa sketsa atau gambar awal berasal dari Junghuhn sendiri, yang kemudian diedit sebelum dicetak.

Blog ini akan menampilkan kesebelas lukisan ini. Masing-masing gambar akan diawali dengan edisi Belanda tahun 1850, kemudian terbitan Jerman tahun 1853, dan ditutup dengan cetakan Jerman 1857.


Gunung Guntur, Garut

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)

Situ Patenggang, Ciwidey (Bandung)

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: gambar dibuat sekitar 1830-an, dan diterbitkan di tahun 1850-an
Tempat: Garut, Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Franz Junghuhn
Sumber: Internet Archive
Catatan:

Rabu, 01 September 2021

Dari album foto "Herinneringen aan Java 1913-1919": Garut

PENGANTAR

National Gallery of Australia membeli banyak koleksi foto dari Leo Haks. Salah satunya adalah sebuah album foto berjudul Herinneringen aan Java 1913-1919 (Kenang-kenangan tentang Jawa 1913-1919) yang memuat 39 foto yang tampaknya keluaran studio foto Onnes Kurkdjian, Surabaya. Album ini banyak berisi foto dari kawasan Jawa Timur serta tentang hasil bumi, yang mengindikasikan bahwa pemiliknya kemungkinan adalah seorang Belanda yang aktif di bidang perkebunan/kehutanan di Jawa Timur dari tahun 1913 hingga 1919. Album ini juga berisi beberapa foto dari kawasan Priangan, Borobudur, Jogjakarta dan malah Sulawesi, yang kemungkinan menunjukkan wilayah lain di Nusantara yang pernah dikunjungi si pemilik album ini.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Situ Bagendit
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pesawahan dengan latar belakang Gunung Cikuray
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Telaga Cipanas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pesawahan dengan latar belakang Gunung Guntur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Telaga Cipanas (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: antara 1913 dan 1919
Tempat: Garut
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Onnes Kurkdjian
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Lihat juga posting ini yang memuat empat foto sama dari album lain.

Minggu, 11 Juli 2021

Dari buku foto tentang Priangan dan Jawa Timur keluaran George Lewis dan Studio Kurkdjian: Priangan I, 1910

Gunung Guntur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gunung Cikuray
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Situ Bagendit
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Telaga Cipanas, Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Cipanas, Garut, dengan latar belakang Gunung Guntur
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1910
Tempat: Garut
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: George Lewis / Studio Onnes Kurkdjian
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 01 April 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (17)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


56. Aliran lava Gunung Guntur, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
57. Gunung Haruman di kawasan Leles, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
58. Kali Banyuputih di kawasan Ijen, Situbondo
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
60. Sistem irigasi di sekitar Sungai Pekalen, Probolinggo
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
61. Pintu air dan sistem irigasi karya Belanda di Jawa Tengah
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
62. Sistem irigasi Pateguan di Pasuruan
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Garut, Garut, Situbondo, Probolinggo, Jawa Tengah, Pasuruan
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 62 pernah dimuat di posting ini.

Minggu, 17 Juli 2016

Garut di sekitar tahun 1910 dalam jepretan A.R. Wagschal (3)

Bocah-bocah desa
(klik untuk memperbesar | © fotoleren/spaarnestad)
Jalan desa
(klik untuk memperbesar | © fotoleren/spaarnestad)
Pedesaan dengan latar belakang Gunung Guntur
(klik untuk memperbesar | © fotoleren/spaarnestad)
Pedagang keliling dan penduduk desa
(klik untuk memperbesar | © fotoleren/spaarnestad)
Waktu: antara 1910-1930
Tempat: Garut
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: A.R. Wagschal
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo / Fotoleren
Catatan: Foto terakhir bisa juga diambil di wilayah Bandung, bukan Garut.