Tampilkan postingan dengan label Monumen Batipuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Monumen Batipuh. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Juni 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Toeristenbond voor Nederland terbitan 1911: 94-100

PENGANTAR

Di rangkaian posting sebelumnya blog ini menampilkan foto-foto dari album keluaran penerbit Kleynenberg & Co. dari tahun 1912-1914. Album yang berisi 150 foto ini menyajikan wajah-wajah Nusantara dari berbagai pelosok. Sebelumnya, di tahun 1911, Toeristenbond voor Nederland juga mengeluarkan album yang mirip. Album keluaran jawatan pariwisata Belanda ini berisi 100 foto yang juga menampilkan berbagai wajah Nusantara.

Isi album ini didominasi oleh foto karya Jean Demmeni, seorang fotografer campuran Perancis-Madura yang lahir di Padang Panjang dan banyak aktif di wilayah Minangkabau. Tidak mengherankan apabila hampir setengah dari album ini berisi foto dari wilayah Sumatera Barat.

Berbeda dengan album foto Kleynenberg yang mencakup banyak wilayah, album Toeristenbond ini masih membatasi tambahan liputan ke Jawa dan sedikit Sumatera Utara, di samping Sumatera Barat. Meski demikian, album ini tetap menarik karena mengindikasikan aspek warga Nusantara yang, paling tidak menurut khalayak Belanda saat itu, menarik untuk dicermati dari sudut pandang pariwisata.

Blog ini akan menampilkan ke-100 foto ini berurut sesuai nomornya. Foto-foto yang pernah dimuat sebelumnya, dalam konteks lain, akan diberi catatan.


94. Suasana di tambang batubara Sawahlunto
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
95. Tempat minum kuda di pertambangan batu bara Ombilin, Sawahlunto
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
96. Monumen Batipuh di Guguk Malintang (Tanah Datar) yang didirikan Belanda untuk mengenang tewasnya 3 serdadu KNIL dalam konflik bersenjata melawan rakyat Minangkabau
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
97. Pohon tembakau muda di sebuah perkebunan di Deli Serdang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
98. Sungai dan jembatan di Deli Serdang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
99. Sekelompok pekerja perkebunan di Deli Serdang, kemungkinan campuran antara Tionghoa, Jawa, dan Keling
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
100. Sebuah kampung Batak
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit tahun 1911, foto-fotonya tentunya dibuat sebelum itu
Tempat (d.a.k.b.): Sawahlunto (2x), Tanah Datar, Deli Serdang (3x), Sumatera Utara
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jean Demmeni
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 95 pernah dimuat sebelumnya di posting ini; dan no. 96 di posting ini.

Kamis, 06 Agustus 2020

Monumen Batipuh di Guguk Malintang di akhir abad ke-19 dan 1911

Antara 1880 dan 1899
(klik untuk memperbesar | © AVS)
1911
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: antara 1880 dan 1899 (atas), 1911 (bawah)
Tempat: Batipuh (Tanah Datar)
Tokoh:
Peristiwa:  Di penghujung Februari 1841 masyarakat Minangkabau menyerang tangsi Belanda di Guguk Malintang, Batipuh, menewaskan antara lain 3 tentara bernama J.C. Schelling, F. Marien, dan Sosemito yang tampaknya serdadu KNIL asal Jawa atau Madura. Pemerintah Hindia-Belanda mendirikan tugu ini untuk mengenang mereka.
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: