Tampilkan postingan dengan label Ulu Rawas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulu Rawas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Maret 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Pakaian adat (2)

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


1. Istri dan anak pemuka adat Pasimpai; 2. tukang kayu di Minangkabau; 3. Dipati Alai (Aringin); 4. bocah Supayang bernama Ludin
(klik untuk memperbesar)
Pengantin Supayang; wanita Rawas yang sudah menikah; gadis Muara Kulam
(klik untuk memperbesar)
Pasangan pengantin dan para pengiringnya di Rawas
(klik untuk memperbesar)
Tari skin, tari piring, dan tari selendang di Rawas
(klik untuk memperbesar)
Pemuda dan pemudi Lebong menari
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Lebong, Rawas, Solok
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Senin, 28 September 2020

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Pulau Kidak dan Sungai Baung

PENGANTAR

Pada tahun 1873 Belanda mendirikan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Masyarakat Ilmu Bumi Kerajaan Belanda), mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Perancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Ekspedisi besar pertama organisasi ini berlangsung empat tahun kemudian, yaitu penjelajahan di Midden-Sumatra ("Sumatera Tengah"), yang berlangsung dari tahun 1877 hingga 1879. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang terdiri dari Arend Ludolf van Hasselt, Daniël David Veth, Johannes François Snelleman, serta Johannes Schouw Santvoort, dengan ditemani pendamping lokal.

Peta ekspedisi, dengan tambahan info tentang lokasi fotonya akan ditampilkan di blog ini (ikon biru), dan lokasi lain sebagai patokan (ikon merah)
(klik untuk memperbesar)

Peta di atas ini, dalam garis-garis merah, menunjukkan rute penjelajahan yang dilakukan oleh tim ini, yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tim ini selain mengamati aspek geografi dan geologi dari tempat-tempat yang dijelajahi, juga mendokumentasikan aspek lain seperti flora dan fauna, hingga etnografi dan adat istiadat. Situs archive.org mengarsipkan publikasi-publikasi hasil penjelajahan ini, dalam bahasa Belanda.

Selain itu, ada juga album foto yang memuat 145 foto, yang sayangnya tidak ada di situs archive.org tsb. Untungnya, National Gallery of Australia, memiliki salah satu eksemplar dari album ini, meskipun beberapa halaman di antaranya hilang. Blog ini akan menampilkan foto-foto dari album ini, sejauh mungkin dalam format lembar aslinya, dengan warna yang sudah menguning.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beruntung pula, Universiteit Leiden memiliki pula koleksi foto-foto ini, meskipun tampaknya dalam bentuk satuan, tidak dalam bentuk album. Bahkan, Universiteit Leiden tampaknya memiliki akses ke foto-foto lain dari ekspedisi ini yang tidak masuk ke dalam album. Blog ini pun akan menampilkannya, kali ini dalam format skala-abu. Lokasi-lokasi yang fotonya ditampilkan akan ditandai dengan ikon biru di peta di atas.


Foto dari album Daniel Veth:
Pemuka warga Pulau Kidak
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang pedagang di Sungai Baung
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Foto dari arsip Universiteit Leiden:
Dipati Sungai Baung, Haji Abdulkhaliq, bersama keluarganya
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Seorang pedagang di Sungai Baung
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Tempat bergabungnya Batang Kulus ke Batang Rawas di Pulau Kidak
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pemuka warga Pulau Kidak
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Tempat bergabungnya Batang Kulus ke Batang Rawas di Pulau Kidak
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Versi sketsa:
Dipati Sungai Baung, Haji Abdulkhaliq, bersama keluarganya
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Pulau Kidak (Ulu Rawas) dan Sungai Baung (Rawas Ulu); keduanya di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan:

Sabtu, 26 September 2020

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Warga Muara Kulam

PENGANTAR

Pada tahun 1873 Belanda mendirikan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Masyarakat Ilmu Bumi Kerajaan Belanda), mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Perancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Ekspedisi besar pertama organisasi ini berlangsung empat tahun kemudian, yaitu penjelajahan di Midden-Sumatra ("Sumatera Tengah"), yang berlangsung dari tahun 1877 hingga 1879. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang terdiri dari Arend Ludolf van Hasselt, Daniël David Veth, Johannes François Snelleman, serta Johannes Schouw Santvoort, dengan ditemani pendamping lokal.

Peta ekspedisi, dengan tambahan info tentang lokasi fotonya akan ditampilkan di blog ini (ikon biru), dan lokasi lain sebagai patokan (ikon merah)
(klik untuk memperbesar)

Peta di atas ini, dalam garis-garis merah, menunjukkan rute penjelajahan yang dilakukan oleh tim ini, yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tim ini selain mengamati aspek geografi dan geologi dari tempat-tempat yang dijelajahi, juga mendokumentasikan aspek lain seperti flora dan fauna, hingga etnografi dan adat istiadat. Situs archive.org mengarsipkan publikasi-publikasi hasil penjelajahan ini, dalam bahasa Belanda.

Selain itu, ada juga album foto yang memuat 145 foto, yang sayangnya tidak ada di situs archive.org tsb. Untungnya, National Gallery of Australia, memiliki salah satu eksemplar dari album ini, meskipun beberapa halaman di antaranya hilang. Blog ini akan menampilkan foto-foto dari album ini, sejauh mungkin dalam format lembar aslinya, dengan warna yang sudah menguning.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beruntung pula, Universiteit Leiden memiliki pula koleksi foto-foto ini, meskipun tampaknya dalam bentuk satuan, tidak dalam bentuk album. Bahkan, Universiteit Leiden tampaknya memiliki akses ke foto-foto lain dari ekspedisi ini yang tidak masuk ke dalam album. Blog ini pun akan menampilkannya, kali ini dalam format skala-abu. Lokasi-lokasi yang fotonya ditampilkan akan ditandai dengan ikon biru di peta di atas.


Foto dari album Daniel Veth:
Anak-anak laki Muara Kulam
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang wanita Muara Kulam
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Bocah Muara Kulam
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Anak-anak perempuan Muara Kulam
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pria Muara Kulam
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Foto dari arsip Universiteit Leiden:
Anak-anak laki Muara Kulam
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Perempuan Muara Kulam
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Bocah Muara Kulam
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Seorang wanita Muara Kulam
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Anak-anak perempuan Muara Kulam
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Anak seorang dipati bersama istrinya
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pria Muara Kulam
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Muara Kulam (Ulu Rawas, Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan )
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan:

Kamis, 24 September 2020

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Muara Kulam

PENGANTAR

Pada tahun 1873 Belanda mendirikan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Masyarakat Ilmu Bumi Kerajaan Belanda), mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Perancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Ekspedisi besar pertama organisasi ini berlangsung empat tahun kemudian, yaitu penjelajahan di Midden-Sumatra ("Sumatera Tengah"), yang berlangsung dari tahun 1877 hingga 1879. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang terdiri dari Arend Ludolf van Hasselt, Daniël David Veth, Johannes François Snelleman, serta Johannes Schouw Santvoort, dengan ditemani pendamping lokal.

Peta ekspedisi, dengan tambahan info tentang lokasi fotonya akan ditampilkan di blog ini (ikon biru), dan lokasi lain sebagai patokan (ikon merah)
(klik untuk memperbesar)

Peta di atas ini, dalam garis-garis merah, menunjukkan rute penjelajahan yang dilakukan oleh tim ini, yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tim ini selain mengamati aspek geografi dan geologi dari tempat-tempat yang dijelajahi, juga mendokumentasikan aspek lain seperti flora dan fauna, hingga etnografi dan adat istiadat. Situs archive.org mengarsipkan publikasi-publikasi hasil penjelajahan ini, dalam bahasa Belanda.

Selain itu, ada juga album foto yang memuat 145 foto, yang sayangnya tidak ada di situs archive.org tsb. Untungnya, National Gallery of Australia, memiliki salah satu eksemplar dari album ini, meskipun beberapa halaman di antaranya hilang. Blog ini akan menampilkan foto-foto dari album ini, sejauh mungkin dalam format lembar aslinya, dengan warna yang sudah menguning.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beruntung pula, Universiteit Leiden memiliki pula koleksi foto-foto ini, meskipun tampaknya dalam bentuk satuan, tidak dalam bentuk album. Bahkan, Universiteit Leiden tampaknya memiliki akses ke foto-foto lain dari ekspedisi ini yang tidak masuk ke dalam album. Blog ini pun akan menampilkannya, kali ini dalam format skala-abu. Lokasi-lokasi yang fotonya ditampilkan akan ditandai dengan ikon biru di peta di atas.


Foto dari album Daniel Veth:
Pemukiman di Muara Kulam
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Foto dari arsip Universiteit Leiden:
Batang Rawas di Muara Kulam
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sungai Batang Kulam
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Perkampungan di Muara Kulam
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Bergabungnya Batang Kulam ke Batang Rawas
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pemukiman di Muara Kulam
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Versi sketsa:
Batang Rawas di Muara Kulam
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Muara Kulam (Ulu Rawas, Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan:

Selasa, 22 September 2020

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Napal Licin dan warganya

PENGANTAR

Pada tahun 1873 Belanda mendirikan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Masyarakat Ilmu Bumi Kerajaan Belanda), mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Perancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Ekspedisi besar pertama organisasi ini berlangsung empat tahun kemudian, yaitu penjelajahan di Midden-Sumatra ("Sumatera Tengah"), yang berlangsung dari tahun 1877 hingga 1879. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang terdiri dari Arend Ludolf van Hasselt, Daniël David Veth, Johannes François Snelleman, serta Johannes Schouw Santvoort, dengan ditemani pendamping lokal.

Peta ekspedisi, dengan tambahan info tentang lokasi fotonya akan ditampilkan di blog ini (ikon biru), dan lokasi lain sebagai patokan (ikon merah)
(klik untuk memperbesar)

Peta di atas ini, dalam garis-garis merah, menunjukkan rute penjelajahan yang dilakukan oleh tim ini, yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tim ini selain mengamati aspek geografi dan geologi dari tempat-tempat yang dijelajahi, juga mendokumentasikan aspek lain seperti flora dan fauna, hingga etnografi dan adat istiadat. Situs archive.org mengarsipkan publikasi-publikasi hasil penjelajahan ini, dalam bahasa Belanda.

Selain itu, ada juga album foto yang memuat 145 foto, yang sayangnya tidak ada di situs archive.org tsb. Untungnya, National Gallery of Australia, memiliki salah satu eksemplar dari album ini, meskipun beberapa halaman di antaranya hilang. Blog ini akan menampilkan foto-foto dari album ini, sejauh mungkin dalam format lembar aslinya, dengan warna yang sudah menguning.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beruntung pula, Universiteit Leiden memiliki pula koleksi foto-foto ini, meskipun tampaknya dalam bentuk satuan, tidak dalam bentuk album. Bahkan, Universiteit Leiden tampaknya memiliki akses ke foto-foto lain dari ekspedisi ini yang tidak masuk ke dalam album. Blog ini pun akan menampilkannya, kali ini dalam format skala-abu. Lokasi-lokasi yang fotonya ditampilkan akan ditandai dengan ikon biru di peta di atas.


Foto dari album Daniel Veth:
Memilin
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gadis Napal Licin
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pria Napal Licin
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Anak perempuan Napal Licin
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Lelaki Napal Licin
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pemukiman warga Napal Licin
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Foto dari arsip Universiteit Leiden:
Lelaki Napal Licin
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Perkampungan warga Napal Licin
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pria Napal Licin
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Gadis Napal Licin
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Memilin
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Anak perempuan Napal Licin
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sungai Batang Kulus di Napal Licin
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pemukiman warga Napal Licin
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Versi sketsa:
Perkampungan warga Napal Licin
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Napal Licin (Ulu Rawas, Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan: