Tampilkan postingan dengan label Suryadi Suryadarma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suryadi Suryadarma. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Maret 2019

Aksi Polisionil 2: Propaganda Belanda setelah para pemimpin Republik ditangkap dan diasingkan ke Sumatera, 1948

(klik untuk memperbesar | © NIMH)
(klik untuk memperbesar | © NIMH)
Waktu: Desember 1948
Tempat: Jawa
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI), Sutan Sjahrir (Perdana Menteri RI), Suryadi Suryadarma (Kepala Staff TNI-AU)
Peristiwa: Propaganda Belanda dalam bahasa Jawa yang meminta masyarakat untuk tidak lagi mendukung Republik Indonesia setelah militer Belanda dalam Aksi Polisionil 2 merebut Yogyakarta dan kota-kota lain serta menangkap para pemimpin Republik. Pamflet ini menampilkan 3 foto, yaitu Soekarno di Maguwo sebelum diterbangkan oleh militer Belanda ke Bukittinggi, kemudian foto kedua yang menampilkan Muhammad Hatta dan Suryadi Suryadarma setelah ditangkap Belanda, serta foto yang menunjukkan Sutan Sjahrir dikelilingi tentara Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nederlands Instituut voor Militaire Historie
Catatan:

Rabu, 03 Mei 2017

Kepala Staff TNI-AU Suryadi Suryadarma di Sidang BP-KNIP 1947 di Malang

(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
Waktu: Februari/Maret 1947
Tempat: Malang
Tokoh: Suryadi Suryadarma (Kepala Staff TNI-AU)
Peristiwa:
Fotografer: Cas Oorthuys
Sumber / Hak cipta: Fotoleren
Catatan:

Kamis, 26 November 2015

Kumpulan foto beberapa tokoh nasional di tahun 1956

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1956
Tempat:
Tokoh d.ki.k.ka.; atas :KH. Masykur (NU), Adnan Kapau Gani (PNI), Yusuf Wibisono (Masyumi), Sutan Sjahrir (PSI); bawah: Soenarjo (NU), Kolonel Maludin Simbolon (tokoh PRRI), Mohammad Roem (Masyumi), Laksamana Udara Suryadi Suryadarma (Panglima Angkatan Udara).
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Foto-foto ini dikumpulkan United Press dan diberi judul "Indonesian leaders. Some of the men who are shaping one of the world's new republics".