Tampilkan postingan dengan label Aksi Polisionil 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aksi Polisionil 2. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 September 2024

Aneka foto dari masa perang kemerdekaan (2)

19 Desember 1948: Pasukan Belanda merengsek maju untuk merebut Yogyakarta dari kekuasaan TNI
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pasukan Belanda mendarat di pesisir Lombok
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang prajurit Belanda berbagi rokok dengan bapak berpeci
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1947: Pesawat Firefly Mk 2 di pangkalan udara Morokembangan, Surabaya, yang struktur bangunannya tampak rusak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1947, 1948
Tempat: Jawa (a.l.Surabaya, Yogyakarta), Lombok
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Foto pertama pernah dimuat di posting ini.

Jumat, 27 September 2024

Aneka foto dari masa perang kemerdekaan (1)

Kemungkinan besar 1948: Seorang Belanda bernama Rob Nieuwenhuijs di jembatan kereta api Gombong, Kebumen, yang menjadi batas "status quo" antara wilayah yang dikuasai Belanda di barat dan TNI di timur. Jembatan ini menjadi tempat di mana Belanda dan TNI beberapa kali menjalankan pertukaran tawanan ataupun warga sipil.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Yogyakarta, 19 Desember 1948: Pergerakan pasukan Belanda dari Brigade T di saat Aksi Polisionil 2
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Yogyakarta, 19 Desember 1948: Pasukan Belanda dari Resimen Infantri 1-15 merengsek ke Yogyakarta pada saat Aksi Polisionil 2
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Medan, 14 Februari 1947: Para pejuang kemerdekaan yang berasal dari TNI dan Masyumi yang tertangkap dan ditahan militer Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1947, 1948
Tempat: Gombong, Medan, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Foto nomor 3 pernah dimuat di posting ini; foto nomor 4 di posting ini.

Minggu, 08 Mei 2022

Foto Soekarno yang direbut pasukan Belanda dan dipertontonkan di kendaraan militer mereka, 1947/1948

Cirebon, Juli 1947: Pasukan Belanda memajang potret Soekarno hasil rampasan, di depan sebuah truk militer semasa Aksi Polisionil 1
(klik untuk memperbesar | © nationaalarchief)
Rute Surabaya menuju Malang, 24 Juli 1947: Kendaraan lapis baja Belanda dengan poster Soekarno hasil rebutan, semasa Aksi Polisionil 1
(klik untuk memperbesar | © nationaalarchief)
Kemungkinan di sekitar Yogyakarta, 20 Desember 1948: Dua tentara KNIL asal Maluku dengan potret Soekarno dan ledekan "Ha-Ha-Ha Boeng Karno", semasa Aksi Polisionil 2
(klik untuk memperbesar | © nationaalarchief)

 Waktu: Juli 1947 dan Desember 1948
Tempat: Cirebon, Jawa Timur, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Archief
Catatan: Foto pertama merupakan update dalam ukuran lebih besar dari gambar yang pernah dimuat di posting ini sebelumnya.

Minggu, 20 Juni 2021

Kegiatan tentara Belanda ketika tidak sedang menggempur pejuang Indonesia (19): Periksa, jaga, bengong

Jakarta, Desember 1948: Seorang tentara Belanda memeriksa buku identitas warga Indonesia
(klik untuk memperbesar | © Anefo / AVS)
Yogyakarta, Desember 1948: Sebuah kesatuan militer Belanda menjaga sebuah jalan setelah menduduki Yogyakarta semasa Aksi Polisionil 2
(klik untuk memperbesar | © AP / AVS)
Yogyakarta, Desember 1948: Dua tentara Belanda setelah menduduki Yogyakarta semasa Aksi Polisionil 2
(klik untuk memperbesar | © AP / AVS)

Waktu: Desember 1948
Tempat: Jakarta, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Anefo | Associated Press
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: Ketiga foto diatas dimuat di mingguan Ons Vrije Nederland, Geïllustreerd Weekblad, nr. 28 yang terbit 8 Januari 1949.

Rabu, 18 November 2020

Karikatur Belanda tentang posisi PBB dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, 1947-1949

De Groene Amsterdammer, 9 Agustus 1947
(klik untuk memperbesar | © Leo Jordaan / AVS)

Karikatur ini keluar pada saat Aksi Polisionil 1 dan menggambarkan bagaimana Dewan Keamanan PBB, yang digambarkan sebagai polisi militer, menghentikan gerak maju pasukan Belanda yang digambarkan mengendarai kendaraan militer dengan bersenjata.

De Vlaam, Januari 1949
(klik untuk memperbesar | © Wim van Wieringen / AVS)

Karikatur ini keluar pada saat Aksi Polisionil 2, dan menggambarkan aksi Belanda sebagai perusakan atas sebuah cagar budaya. Lampu spot dengan nama "UNO" (PBB) mengarah ke aksi Belanda ini. Teks yang mengiringi berbunyi: "Belanda, dunia mengawasimu …".

Vrij Nederland, 22 Januari 1949
(klik untuk memperbesar | © Leo Jordaan / AVS)

Tindakan Belanda yang menangkap para petinggi pemerintah Republik Indonesia dalam Aksi Polisionil 2, dan membuangnya ke Bangka, digambarkan sebagai aib yang memalukan di karikatur ini. Belanda tampak tampil di sidang Dewan Keamanan PBB dengan mengenakan baju tidur (?) bertuliskan "Banka", sementara negera-negara lain, dalam pakaian resmi dan terhormat, terkaget-kaget melihat penampilan Belanda.

Elsevier De Groene, 23 Januari 1949
(klik untuk memperbesar | © Eppo Doeve / AVS)

Berbeda dengan 3 karikatur di atas yang cenderung kritis atas aksi Belanda, karikatur yang keempat ini justru melihat PBB bersama komunisme internasional sebagai luapan bah yang siap menenggelamkan Indonesia. Justru Belanda lah, yang digambarkan sebagai bocah yang dengan jarinya menutup lubang yang berpotensi memicu runtuhnya bendungan pelindung, yang menjadi pencegah terjadinya bencana. Penggambaran ini tampaknya diilhami oleh novel Hans Brinker.

Waktu: 1947, 1949
Tempat: karikatur di atas terbit di Belanda dengan mengacu ke peristiwa di Indonesia
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Eppo Doeve | Leo Jordaan | Wim van Wieringen
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Selasa, 10 November 2020

Karikatur Belanda tentang Aksi Polisionil 1 dan 2, 1947-1949

(klik untuk memperbesar | © Leo Jordaan / AVS)

Karikatur ini terbit di Het Parool edisi 29 Juli 1947, yang tampaknya menyindir Aksi Polisionil 1 sebagai tindakan berlebihan layaknya seorang polisi mengatur lalu lintas dengan mengerahkan meriam berkaliber raksasa.

(klik untuk memperbesar | © Leo Jordaan / AVS)

Karikatur ini terbit di Het Parool edisi 21 Desember 1948, dengan mengutip ucapan Julius Caesar ketika memutuskan untuk memerangi Gnaeus Pompeius Magnus: Alea iacta est ("dadu telah digulirkan", artinya keputusan sudah diambil tapi keluarannya belum bisa dipastikan). Leo Jordaan secara cerdik memplesetkan ucapan ini menjadi Alea Djokja est. Intensinya sama, yaitu bahwa keputusan Belanda melancarkan Aksi Militer 2 dengan menyerang Yogyakarta ini merupakan keputusan yang tidak bisa ditarik balik, dan hasil akhirnya tidak bisa diketahui dengan jelas.

(klik untuk memperbesar | © Wim van Wieringen / AVS)

Karikatur ini terbit di De Vlam edisi 8 Januari 1949, memperlihatkan bagaimana diplomat Belanda Jan Herman van Roijen, di panggung sebuah pertunjukan dengan latar belakang gunung berapi yang menggambarkan Indonesia, dan tentara Belanda sebagai lelakon, mengganti papan judul Militaire Actie (aksi militer) dengan Veiligheids-maatregelen (tindakan pengamanan). Kalimat di bawah berbunyi: Explicateur van Royen: … De houding van het publiek dwingt ons, de vertoning onder een andere naam voort te zetten … (Van Roijen sang explikator: Sambutan penonton memaksa kami untuk meneruskan pertunjukan dengan nama lain), yang tampaknya menggambarkan bagaimana Belanda berusaha menunjukkan kepada dunia, di forum PBB saat itu, Aksi Polisionil 2 bukan sebagai tindakan militer.

Waktu: 1947, 1948, 1949
Tempat: karikatur di atas terbit di Belanda dengan mengacu ke peristiwa di Indonesia
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Leo Jordaan / Wim van Wieringen
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Sabtu, 15 Juni 2019

Beberapa foto dari album seorang tentara Belanda, 1948/1949

Ini adalah 4 halaman dari album foto dari seorang tentara Belanda yang tampaknya aktif di Indonesia di masa sekitar Aksi Polisionil 2.

Halaman ini menunjukkan Soekarno, Hatta, dan Sjahrir setelah ditangkap Belanda, dengan judul "Gevangen!" (tertangkap); Soekarno dan Hatta di Maguwo, menunggu diasingkan ke Bangka; serta Gedung Kegubernuran di Jogjakarta yang diberi judul "Paleis van Soekarno" (Istana  Soekarno) setelah diduduki Belanda.
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Halaman ini diberi judul "Op weg naar Bangka" (menuju Bangka) yang memperlihatkan Soekarno, Hatta, dan Sjahrir digiring pasukan Belanda ke Maguwo untuk diterbangkan ke pengasingan di Bangka.
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Halaman ini menunjukkan barisan tentara NICA yang oleh pemilik album disebut "anjing" (mungkin ironis); seorang prajurit KNIL mengasah kelewang; dan parade panser Belanda.
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Halaman ini berisi foto ranjau yang kemungkinan dipasang TNI; kesatuan "Peloppors" sedang makan, yang tampaknya adalah milisi bentukan Belanda yang memerangi bangsanya sendiri; beberapa prajurit Belanda menyeberang sungai; dan foto Ungaran, kemungkinan tempat si tentara pernah bertugas.
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)

Waktu: 1948/1949
Tempat: Jogjakarta, Ungaran
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI), Sutan Sjahrir (pejuang kemerdekaan di jalur perundingan dan diplomasi)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Zwiggelaar Auctions
Catatan:

Jumat, 29 Maret 2019

Aksi Polisionil 2: Fatmawati, Guntur, dan Megawati setelah Soekarno ditangkap Belanda dan dibawa ke Maguwo, 1948

(klik untuk memperbesar | © NIMH)

Waktu: Desember 1949
Tempat: Kantor Gubernuran, Yogyakarta
Tokoh: Fatmawati (isteri ke-3 Soekarno; menggendong Megawati), Guntur Soekarnoputra (anak Soekarno; berdiri di samping ibunya), Megawati Soekarnoputri (anak Soekarno; digendong ibunya)
Peristiwa: Keluarga Soekarno dan teman-temannya berkumpul di depan Kantor Gubernuran di Yogyakarta setelah militer Belanda menangkap Soekarno dan membawanya ke Maguwo untuk diasingkan ke Sumatera.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nederlands Instituut voor Militaire Historie
Catatan:

Minggu, 17 Maret 2019

Aksi Polisionil 2: Propaganda Belanda setelah para pemimpin Republik ditangkap dan diasingkan ke Sumatera, 1948

(klik untuk memperbesar | © NIMH)
(klik untuk memperbesar | © NIMH)
Waktu: Desember 1948
Tempat: Jawa
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI), Sutan Sjahrir (Perdana Menteri RI), Suryadi Suryadarma (Kepala Staff TNI-AU)
Peristiwa: Propaganda Belanda dalam bahasa Jawa yang meminta masyarakat untuk tidak lagi mendukung Republik Indonesia setelah militer Belanda dalam Aksi Polisionil 2 merebut Yogyakarta dan kota-kota lain serta menangkap para pemimpin Republik. Pamflet ini menampilkan 3 foto, yaitu Soekarno di Maguwo sebelum diterbangkan oleh militer Belanda ke Bukittinggi, kemudian foto kedua yang menampilkan Muhammad Hatta dan Suryadi Suryadarma setelah ditangkap Belanda, serta foto yang menunjukkan Sutan Sjahrir dikelilingi tentara Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nederlands Instituut voor Militaire Historie
Catatan:

Senin, 26 November 2018

Pasukan Belanda di Bukittinggi semasa Aksi Polisionil 2, 1948

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 23 Desember 1948
Tempat: Bukittinggi
Tokoh:
Peristiwa: Pasukan Belanda bergerak maju dari Bukittinggi ke arah Payakumbuh. Foto di atas kemungkinan memperlihatkan pasukan Belanda membersihkan jalan dari barikade yang tampaknya dipasang para pejuang kemerdekaan. Di latar belakang tampak sebuah bangunan yang kelihatannya sengaja dibakar dalam aksi bumi hangus para pejuang.
Fotografer: Harry Steggerda
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Minggu, 18 November 2018

Pasukan komando Belanda di Jambi semasa Aksi Polisionil 2, 1948

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 30 Desember 1948
Tempat: Jambi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: van Krieken
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Jumat, 16 November 2018

Pasukan Belanda dalam posisi tempur di pesawahan Kartasura semasa Aksi Polisionil 2, 1949

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: Januari 1949
Tempat: Kartasura
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Th. van de Burgt
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Rabu, 14 November 2018

Pasukan komando Belanda menyerbu Rumah Sakit Jambi, 1948

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 30 Desember 1948
Tempat: Jambi
Tokoh:
Peristiwa: Di saat Aksi Polisionil 2 pasukan komando Belanda yang diterbangkan dari Yogyakarta menyerbu Rumah Sakit Jambi, mengumpulkan semua pegawai dan tenaga medisnya (termasuk perawat dan dokter) di halaman rumah sakit, tampak terlihat terlibat pembicaraan dengan seorang dokter Indonesia, dan akhirnya menggiring beberapa pemuda yang mereka curigai.
Fotografer: van Krieken
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Minggu, 11 November 2018

Tindakan bumi hangus pejuang kemerdekaan (31): fasilitas pelayaran di Jambi

30 Desember 1948
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
30 Desember 1948
(klik untuk memperbesar | © van Krieken / gahetna)
2 Januari 1949
(klik untuk memperbesar | © van Gorkum / gahetna)
13 Januari 1949
(klik untuk memperbesar | © Ad van Bennekom / gahetna)

Waktu: Desember 1948 & Januari 1949
Tempat: Jambi
Tokoh:
Peristiwa: Reruntuhan dan puing-puing hasil aksi bumi hangus yang dilakukan TNI atas fasilitas pelayaran di Jambi ketika Belanda menjalankan Aksi Polisionil 2 agar aset yang dianggap penting tidak jatuh ke tangan Belanda.
Fotografer: van Krieken / van Gorkum / Ad van Bennekom
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Sabtu, 03 November 2018

Penggunaan bom peninggalan Jepang sebagai ranjau dalam menghadapi Aksi Polisionil 2

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 21 Desember 1948
Tempat: Solo
Tokoh:
Peristiwa: Pasukan Belanda mengamankan bom-bom peninggalan Jepang yang dipasang TNI di sebuah jembatan di Solo dalam usaha menghadang gerak maju militer Belanda semasa Aksi Polisionil 2.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Senin, 22 Oktober 2018

Pesawat Catalina sumbangan warga Australia James Fleming untuk TNI-AU, 1948

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 19 Desember 1948
Tempat: lapangan terbang Maguwo, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa: Pesawat Catalina yang tampak di foto adalah sumbangan warga Australia James Fleming yang bersimpati dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia. TNI-AU memberi nomor RI-006 di ekor pesawat ini. Pesawat ini dikenal dengan nama "kucing penyelundup"; boleh jadi karena banyak digunakan untuk main kucing-kucingan dengan kekuatan udara Belanda yang jauh lebih unggul. Ketika Belanda merebut Yogyakarta dalam Aksi Polisionil 2, mereka menyita pesawat ini dan menerbangkannya ke Cililitan. Foto di atas memperlihatkan bagaimana pesawat ini akan digunakan oleh militer Belanda untuk membawa pasukan payung Belanda dari Yogyakarta yang akan diturunkan di Jambi.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Minggu, 14 Oktober 2018

Batang pohon sebagai barikade penghalang gerak maju pasukan Belanda: Blitar, Malang, Surabaya

PENGANTAR

Sebelum ini kita sudah melihat banyak foto yang menunjukkan bagaimana TNI menghancurkan banyak jembatan untuk menghadang gerak maju militer Belanda di Aksi Polisionil 1. Tindakan TNI yang lain adalah memasang barikade di jalur yang dianggap penting dengan menebang pohon di sekitarnya dan melintangkan batang pohon ini badan jalan. Ini memang tidak bisa menghalangi tentara Belanda secara permanen, tapi paling tidak memperlambat mereka.

Berikut beberapa foto dari berbagai daerah.

Surabaya, 21 Juli 1947
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Surabaya, 21 Juli 1947
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Surabaya, 21 Juli 1947
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Sekitar Wlingi (Blitar), 20 Desember 1948
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Malang, 21 Desember 1948
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: s.d.a.
Tempat: Blitar, Malang, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa: Pasukan Belanda mencoba mengenyahkan batang-batang pohon yang ditumbangkan TNI guna menghalang gerak maju militer Belanda saat Aksi Polisionil 1 dan Aksi Polisionil 2 di wilayah Blitar, Malang, dan Surabaya.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: