Tampilkan postingan dengan label Nusa Kambangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusa Kambangan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 April 2023

Kumpulan foto-foto hasil jepretan Walter Staugaard di Jawa, 1941 (3)

Petani dan kerbau di sawah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pertunjukan kuda kepang di Kediri
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Bunga bangkai di Nusa Kambangan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga Kepuh (Nguter, Sukoharjo?) menangkap dua ular sanca
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1941
Tempat: Jawa (a.l. Kediri, Nusa Kambangan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 06 Juni 2022

Dari sebuah album foto tentang Cilacap dan sekitarnya di kisaran tahun 1908 (5)

Kali Yasa, dilihat dari Brug Menceng
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perkampungan rumah panggung di Pulau Motean, Segara Anakan
(orang Belanda menerjemahkan Segara Anakan sebagai Kinderzee)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Hotel Bellevue di Cilacap
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pantai Karangbolong di Nusa Kambangan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawasan benteng Banteng Mati di Nusa Kambangan dilihat dari Pulau Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1908
Tempat: Cilacap, Nusa Kambangan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 31 Mei 2022

Dari sebuah album foto tentang Cilacap dan sekitarnya di kisaran tahun 1908 (2)

Solok Kipah, di pesisir selatan Nusa Kambangan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah jalan yang diapit rangkaian pohon kenari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gudang penyimpanan gula
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kediaman Asisten Residen Cilacap
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gedung De sociƫteit te Tjilatjap
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1908
Tempat: Cilacap, Nusa Kambangan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 29 Mei 2022

Dari sebuah album foto tentang Cilacap dan sekitarnya di kisaran tahun 1908 (1)

Sampul album foto
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pantai selatan Nusa Kambangan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pantai utara Nusa Kambangan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Benturan ombak di Solok Kipah, pesisir selatan Nusa Kambangan
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1908
Tempat: Nusa Kambangan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 19 Mei 2017

Pasukan Belanda merebut posisi prajurit TNI di Nusa Kambangan, 1947 (2)

Pasukan Belanda menyisir pedalaman Nusa Kambangan
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Posisi artileri yang dilumpuhkan Belanda
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Pasukan Belanda memeriksa satu unit meriam yang ditinggalkan prajurit TNI
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Pasukan Belanda di satu posisi pertahanan prajurit TNI yang direbutnya
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Satu meriam yang dihancurkan pasukan Belanda
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: 28 Juli 1947
Tempat: Nusa Kambangan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Hugo Wilmar
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Rabu, 17 Mei 2017

Pasukan Belanda merebut posisi prajurit TNI di Nusa Kambangan, 1947 (1)

Pasukan Belanda memeriksa gudang proyektil meriam
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Ruang rahasia yang disamarkan akar pohon
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Nusakambangan setelah direbut Belanda dalam Aksi Polisionil 1
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Jalur masuk ke bunker
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Meriam pertahanan udara yang hancur selongsongnya
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)

Waktu: 28 Juli 1947
Tempat: Nusa Kambangan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Hugo Wilmar
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Jumat, 18 Juli 2014

Warga Tionghoa di masa perang kemerdekaan (2)

Pengantar: Kerusuhan 1998 termasuk bagian paling hitam di dalam sejarah hubungan warga "pribumi" dan Tionghoa di Indonesia. Peristiwa ini memicu munculnya era reformasi yang kemudian memberikan banyak kemajuan di dalam hubungan ini.

Harus diakui, peristiwa di tahun 1998 bukanlah yang pertama. Kekurang-harmonisan ini sudah ada puluhan tahun sebelumnya, termasuk di masa perang kemerdekaan. Blog ini sebelumnya sudah memperlihatkan perusakan pada harta benda warga Tionghoa yang dilakukan pejuang kemerdekaan di beberapa tempat, dan bagaimana Belanda dipandang sebagai pelindung warga Tionghoa dan terlibat dalam pembentukan milisi Tionghoa bersenjata yang berseteru dengan para pejuang.

Sebagian dari kita boleh jadi berpendapat "Ah, sudahlah, itu masa lalu. Tidak diusah diungkit-ungkit, hanya akan membuka luka dan borok lama. Kita lihat ke depan saja agar ada hubungan yang lebih harmonis." Pendapat seperti ini mengimplikasikan bahwa kita sebaiknya menutup sejarah yang tidak enak didengar. Di sini ada kemungkinan bahwa generasi ke depan, dari semua pihak baik "pribumi" maupun Tionghoa, tidak mencernai apa yang telah terjadi sebelumnya, dan menghadapi risiko akan mengulang apa yang justru seharusnya dihindari.

Penyelidikan sejarah secara jernih, tanpa generalisasi, tanpa praduga, tanpa emosi, diharapkan bisa menjadi bahan yang berharga agar kita, semua, bisa belajar dari masa lalu. Gambar-gambar berikut mudah-mudahan bisa memberikan kontribusi ke arah sana.


Bagian 2: Warga Tionghoa mengungsi di bawah perlindungan Belanda

Nusa Kambangan
© gahetna

Sukabumi
© gahetna

Pekalongan
© gahetna

Garut, Oktober 1947
© gahetna

Garut, Oktober 1947
© gahetna

Garut, Oktober 1947
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: masa perang kemerdekaan
Tempat: Garut, Nusa Kambangan, Pekalongan, Sukabumi
Tokoh:
Peristiwa: Warga Tionghoa mengungsi dengan perlindungan Belanda, menghindari serangan dari pejuang kemerdekaan.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief



UPDATE 1 Agustus 2018
Foto-foto dari Garut kemungkinan besar bukan menunjukkan pengungsian dengan kawalan pasukan Belanda, tetapi pemulangan warga Tionghoa, yang digiring para pejuang kemerdekaan ke sebuah kampung terpencil di Cikajang, kembali menuju kota Garut. Posting tanggal 17 Agustus 2018 akan memuat tambahan informasi dan foto tentang ini.