Tampilkan postingan dengan label Leles (Garut). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Leles (Garut). Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Oktober 2023

Hindia-Belanda dalam foto stereoskopi (9)

PENGANTAR
Di akhir abad ke-19 foto stereoskop cukup populer untuk melihat foto dengan kesan tiga dimensi. Teknik yang digunakan saat itu adalah dengan membuat dua foto dengan sudut pengambilan yang sedikit berbeda. Kemudian kedua foto ini disandingkan, dan dilihat dengan menggunakan alat bersekat yang memisahkan pandangan mata kiri dan kanan. Gambar di kiri memperlihatkan contoh alat ini.

Wilayah Hindia-Belanda pun tak luput dari mode fotografi ini. Seri berikut akan menampilkan beberapa motif foto dari Hindia-Belanda yang ada di koleksi penggemar stereoskopi.

1896 atau sebelumnya: Kaum pria berperahu di pesisir selatan Kalimantan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1902 atau sebelumnya: Sekaten di Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1902 atau sebelumnya: Pesawahan di Leles, Garut, dengan latar belakang Gunung Haruman (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1902 atau sebelumnya: Sekawanan sapi di Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1902 atau sebelumnya: Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1896, 1902
Tempat: Jawa (a.l. Bogor, Garut, Yogyakarta), Kalimantan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 14 September 2022

Dari album foto tentang Garut dan sekitarnya karya Thilly Weissenborn, 1922 (3)

PENGANTAR

Thilly Weissenborn merupakan perempuan pertama di Hindia-Belanda yang merintis fotografi profesional. Blog ini meneruskan upaya mengelompokkan karya wanita yang nama aslinya Margarethe Mathilde ini berdasarkan buku atau album sumbernya. Kali ini giliran album Garoet en Oemstreken yang dia publikasikan di tahun 1922 melalui studio foto Lux yang didirikan Thilly di Garut.

Jilid album
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Grand Hotel Ngamplang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Situ Cangkuang di Leles
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Situ Bagendit di Leles
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pantai di Cilauteureun (Cikelet, Garut)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1922 atau sebelumnya
Tempat: Garut
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Thilly Weissenborn
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Terkait foto nomor 2, fotografer Wijnand Kerkhoff memotret Situ Cangkuang dari posisi dan sudut yang hampir sama; lihat posting ini.

Senin, 25 April 2022

Dari sebuah album foto tentang wilayah Priangan di sekitar tahun 1938 (1)

Kawanan kerbau di pantai selatan Sukabumi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawah Gunung Gede
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Telaga Warna, Puncak
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Situ Cangkuang di Leles, Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawah Gunung Galunggung, Tasikmalaya
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1938
Tempat: Bogor, Garut, Sukabumi, Tasikmalaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Wijnand Elbert Kerkhoff
Sumber / Hak cipta: Officieele Vereeniging voor Toeristenverkeer / National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 22 Desember 2021

Dari album foto Bali-Jawa sekitar tahun 1920 (26): Situ Bagendit, Garut [2]

PENGANTAR

Rangkaian foto berikut berasal dari sebuah album yang cukup menarik karena berisi lebih dari 150 foto yang banyak di antaranya diberi label sehingga memudahkan kita untuk mengetahui isi foto yang ditampilkan. Sayangnya, tidak ada keterangan tentang kapan foto dibuat, kecuali foto-foto pada saat kunjungan PM Perancis, Georges Clemenceau, ke Hindia-Belanda di tahun 1920, dan kunjungan pemilik album ke wilayah Priangan di tahun 1921. Beberapa foto diperkirakan dibuat sebelumnya hingga ke tahun 1912. Secara keseluruhan kita bisa asumsikan bahwa foto-foto ini umumnya dibuat di antara tahun 1912 dan 1920/1921.

Apabila kita lihat koleksi foto ini, bisa dipastikan bahwa si pembuat album tinggal di Bali, kemungkinan besar bekerja di perusahaan pelayaran KPM (Koninklijke Paketvaart-Maatschappij), dengan basis di Benoa. Beberapa foto tampaknya dibuat oleh si pemilik album atau keluarganya, beberapa lain berasal dari juru foto profesional.


(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: 1921
Tempat: Leles (Garut)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 20 Desember 2021

Dari album foto Bali-Jawa sekitar tahun 1920 (25): Situ Bagendit, Garut [1]

PENGANTAR

Rangkaian foto berikut berasal dari sebuah album yang cukup menarik karena berisi lebih dari 150 foto yang banyak di antaranya diberi label sehingga memudahkan kita untuk mengetahui isi foto yang ditampilkan. Sayangnya, tidak ada keterangan tentang kapan foto dibuat, kecuali foto-foto pada saat kunjungan PM Perancis, Georges Clemenceau, ke Hindia-Belanda di tahun 1920, dan kunjungan pemilik album ke wilayah Priangan di tahun 1921. Beberapa foto diperkirakan dibuat sebelumnya hingga ke tahun 1912. Secara keseluruhan kita bisa asumsikan bahwa foto-foto ini umumnya dibuat di antara tahun 1912 dan 1920/1921.

Apabila kita lihat koleksi foto ini, bisa dipastikan bahwa si pembuat album tinggal di Bali, kemungkinan besar bekerja di perusahaan pelayaran KPM (Koninklijke Paketvaart-Maatschappij), dengan basis di Benoa. Beberapa foto tampaknya dibuat oleh si pemilik album atau keluarganya, beberapa lain berasal dari juru foto profesional.


(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: 1921
Tempat: Leles (Garut)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 27 Mei 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Toeristenbond voor Nederland terbitan 1911: 37-42

PENGANTAR

Di rangkaian posting sebelumnya blog ini menampilkan foto-foto dari album keluaran penerbit Kleynenberg & Co. dari tahun 1912-1914. Album yang berisi 150 foto ini menyajikan wajah-wajah Nusantara dari berbagai pelosok. Sebelumnya, di tahun 1911, Toeristenbond voor Nederland juga mengeluarkan album yang mirip. Album keluaran jawatan pariwisata Belanda ini berisi 100 foto yang juga menampilkan berbagai wajah Nusantara.

Isi album ini didominasi oleh foto karya Jean Demmeni, seorang fotografer campuran Perancis-Madura yang lahir di Padang Panjang dan banyak aktif di wilayah Minangkabau. Tidak mengherankan apabila hampir setengah dari album ini berisi foto dari wilayah Sumatera Barat.

Berbeda dengan album foto Kleynenberg yang mencakup banyak wilayah, album Toeristenbond ini masih membatasi tambahan liputan ke Jawa dan sedikit Sumatera Utara, di samping Sumatera Barat. Meski demikian, album ini tetap menarik karena mengindikasikan aspek warga Nusantara yang, paling tidak menurut khalayak Belanda saat itu, menarik untuk dicermati dari sudut pandang pariwisata.

Blog ini akan menampilkan ke-100 foto ini berurut sesuai nomornya. Foto-foto yang pernah dimuat sebelumnya, dalam konteks lain, akan diberi catatan.


37. Kawah Manuk, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
38. Talaga Bodas, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
39. Pemandangan di Leles, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
40. Pemandangan di Leles, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
41. Sekelompok penari wayang orang, Jawa Tengah
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
42. Makam raja-raja Mataram di Kotagede, Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit tahun 1911, foto-fotonya tentunya dibuat sebelum itu
Tempat (d.a.k.b.): Garut (4x), Jawa Tengah, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jean Demmeni
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 37 pernah dimuat sebelumnya di posting ini; no. 39 & 40 di posting ini; dan no. 41 di posting ini dan edisi lainnya di sini.

Selasa, 25 Mei 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Toeristenbond voor Nederland terbitan 1911: 31-36

PENGANTAR

Di rangkaian posting sebelumnya blog ini menampilkan foto-foto dari album keluaran penerbit Kleynenberg & Co. dari tahun 1912-1914. Album yang berisi 150 foto ini menyajikan wajah-wajah Nusantara dari berbagai pelosok. Sebelumnya, di tahun 1911, Toeristenbond voor Nederland juga mengeluarkan album yang mirip. Album keluaran jawatan pariwisata Belanda ini berisi 100 foto yang juga menampilkan berbagai wajah Nusantara.

Isi album ini didominasi oleh foto karya Jean Demmeni, seorang fotografer campuran Perancis-Madura yang lahir di Padang Panjang dan banyak aktif di wilayah Minangkabau. Tidak mengherankan apabila hampir setengah dari album ini berisi foto dari wilayah Sumatera Barat.

Berbeda dengan album foto Kleynenberg yang mencakup banyak wilayah, album Toeristenbond ini masih membatasi tambahan liputan ke Jawa dan sedikit Sumatera Utara, di samping Sumatera Barat. Meski demikian, album ini tetap menarik karena mengindikasikan aspek warga Nusantara yang, paling tidak menurut khalayak Belanda saat itu, menarik untuk dicermati dari sudut pandang pariwisata.

Blog ini akan menampilkan ke-100 foto ini berurut sesuai nomornya. Foto-foto yang pernah dimuat sebelumnya, dalam konteks lain, akan diberi catatan.


31. Memanen kina dengan cara menebang pohonnya di perkebunan Jayagiri, Lembang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
32. Tiga wanita Jawa membatik kain khusus untuk Sultan Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
33. Pepatih Dalem Keraton Yogyakarta: Kanjeng Raden Adipati Danurejo V
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
34. Pengadilan Keraton Yogyakarta, Danurejo V duduk di belakang meja hakim
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
35. Gunung Kaledong di Leles, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
36. Gamelan Kanjeng Pangeran Ario Yudo Negoro, Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit tahun 1911, foto-fotonya tentunya dibuat sebelum itu
Tempat (d.a.k.b.): Lembang, Yogyakarta (3x), Garut, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jean Demmeni
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 33, 34 & 36 pernah dimuat sebelumnya di posting ini.


UPDATE 1 Juni 2021: Edisi lain dari foto nomor 36.
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Kamis, 01 April 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (17)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


56. Aliran lava Gunung Guntur, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
57. Gunung Haruman di kawasan Leles, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
58. Kali Banyuputih di kawasan Ijen, Situbondo
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
60. Sistem irigasi di sekitar Sungai Pekalen, Probolinggo
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
61. Pintu air dan sistem irigasi karya Belanda di Jawa Tengah
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
62. Sistem irigasi Pateguan di Pasuruan
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Garut, Garut, Situbondo, Probolinggo, Jawa Tengah, Pasuruan
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 62 pernah dimuat di posting ini.

Selasa, 24 September 2019

Dari album foto Mayor H.A.L. Wichers: Wisata ke Garut, 1895

PENGANTAR

H.A.L. Wichers adalah seorang perwira KNIL di penghujung abad ke-19 yang sempat terlibat Perang Aceh dengan pangkat mayor. Dia meninggalkan album foto yang menampilkan tempat, manusia, dan suasana di beberapa tempat di tanah air saat itu. Berikut beberapa foto di antaranya.

Mayor Wichers (dan istri?) di depan hotel tempat mereka menginap di Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Berwisata di Situ Cangkuang, Leles
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Kambing dan kerbau merumput di alun-alun Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Mesjid di alun-alun Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Mayor Wichers (dan istri?) di halaman hotel tempat mereka menginap di Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Dua pasang warga Belanda di Situ Cangkuang, Leles
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1895
Tempat: Garut
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: