Tampilkan postingan dengan label Tengger. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tengger. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 September 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Abraham Salm tentang berbagai tempat di Jawa (6)

Ini merupakan pelengkap dan tayang ulang (reload) dalam ukurang yang lebih besar dari beberapa lukisan karya Abraham Salm yang pernah dimuat sebelumnya. Lihat tautan di bagian "Catatan" di bawah.


Jawa Timur: Perkampungan warga Tengger dengan latar belakang pegunungan di kawasan Bromo-Tengger-Semeru
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Jalanan yang menghubungkan Bogor dengan Cisarua, di sekitar wilayah Megamendung. Kelak perlintasan ini manjadi jalan beraspal yang dikenal dengan nama "jalur Puncak".
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sumedang: Jalanan yang memotong batu-batu cadas dengan jurung dan lembah yang dalam serta curam. Jalur ini kemudian dikenal dengan nama "Cadas Pangeran".
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Pasuruan: Sebuah jembatan kayu yang menjadi tumpuan warga untuk menyeberangi Kali Brantas yang tampak mengalir deras
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1872
Tempat terbit:
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Abraham Salm
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Tautan dari posting sebelumnya tentang Banten, Bogor, Gunung Semeru, Malang/Tegal, dan Sumedang.

Kamis, 27 Juli 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (23)

Seorang pedagang keliling berdiri di dekat lampu jalan disaksikan anak-anak kampung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tempat istirahat kuda di pinggir jembatan dengan tumpukan padi yang baru dipanen
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan para penangkap ikan di Situ Bagendit, Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perbukitan di kawasan Tengger
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pemukiman warga Sembungan di tepi Danau Cebong, Dieng
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: ?
Tempat: a.l. Garut, Wonosobo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Bandingkan foto nomor 4 dengan posting ini.

Selasa, 18 April 2023

Dari serakan foto hasil jepretan studio "Gah Hin" dan "Onnes Kurkdjian"

Onnes Kurkdjian, ~1900: Halaman utama Hotel Tengger di kawasan Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Onnes Kurkdjian, 1924: Armada lokomotif di pabrik gula Jatiroto II, Lumajang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Onnes Kurkdjian, 1924: Para pekerja lokal di laboratorium pabrik gula Jatiroto II, Lumajang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gah Hin, ~1910: Sepasang pengantin dan orang tuanya di Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gah Hin: Sebuah keluarga bangsawan Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: 1900, 1910, 1924
Tempat: Jatoroto (Lumajang), kawasan Tengger, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Gah Hin | Onnes Kurkdjian
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 15 Maret 2023

Kumpulan foto hasil jepretan K.T. Satake dari sekitar tahun 1930 (8)

K.T. Satake adalah juru foto dari Jepang yang berkeliling di Hindia-Belanda pada sekitar tahun 1930 dan mempublikasikan foto-fotonya di album berjudul Sumatra Java Bali yang dikeluarkan pada tahun 1933. Blog ini pernah menampilkan beberapa foto karya Satake ini sejak tanggal 30 Juni 2017 hingga 7 Agustus 2017.

Halaman pengantar album K.T. Satake edisi bahasa Inggris
(klik untuk memperbesar)

Kali ini beberapa foto tambahan akan menambah rangkaian ini. Ada pula pemuatan beberapa ulang foto, kali ini dalam ukuran yang lebih besar, serta dengan level kontras-terang yang sudah di-adjust dengan bantuan komputer.


Kawasan Bromo-Tengger-Semeru dilihat dari Gunung Pananjakan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jalanan berkabut di Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Hutan cemara di kawasan Tengger
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1925: Dua warga Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kabut awan di Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Lautan awan dilihat dari Gunung Pananjakan, 5 menit sebelum matahari terbit
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1925
Tempat: kawasan Bromo, kawasan Tengger, Tosari
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: K.T. Satake
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 2 pernah dimuat di posting ini; nomor 3 di posting ini.

Sabtu, 25 Juni 2022

Berbagai rumah tradisional dan mesjid di tahun 1930-an

1937: Perumahan warga Tengger
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pinggiran Batavia: Perumahan warga Tionghoa (kiri) yang tampaknya berhadapan dengan perumahan warga lokal (kanan)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1936: Bagian belakang sebuah pecinan di Jakarta (Jatinegara?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1937: Sebuah kampung di Salatiga
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah mesjid di Jawa yang belum teridentifikasi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Mesjid Raya Medan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar 1930-an (a.l. 1936, 1937)
Tempat: Jakarta, Medan, Salatiga, Tengger
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 17 Juli 2021

Dari buku foto tentang Priangan dan Jawa Timur keluaran George Lewis dan Studio Kurkdjian: Jawa Timur I, 1910

Air terjun di Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perumahan warga Tengger
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jembatan kereta api menjelang Malang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ranu Klakah di Lumajang dengan latar belakang Gunung Lamongan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pemandian Banyubiru, Pasuruan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga Tretes (Prigen, Pasuruan) di pinggir sawah dengan latar belakang Gunung Welirang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1910
Tempat: Jawa Timur
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: George Lewis / Studio Onnes Kurkdjian
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 15 Juli 2021

Dari buku foto tentang Priangan dan Jawa Timur keluaran George Lewis dan Studio Kurkdjian: Kawasan Bromo, 1910

Dinding kawah Bromo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gunung Batok dilihat dari Gunung Mungal
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Lautan pasir kawasan Bromo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawasan yang kelak menjadi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gunung Batok dilihat dari Gunung Pananjakan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawah Bromo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawasan Bromo Tengger Semeru diselimuti awan tebal
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1910
Tempat: kawasan Bromo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: George Lewis / Studio Onnes Kurkdjian
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 22 Maret 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (12)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


7. Danau kawah di Dieng: Telaga Warna (depan) & Telaga Pengilon (belakang)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
8. Kawah Manuk di Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
9. Kawah Papandayan di Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
10. Kawasan yang kelak menjadi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
11. Kawah Ijen, Jawa Timur
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
12. Sepasang pengantin Minangkabau bersama pendamping di depan rumah gadang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Dieng, Garut, Garut, Jawa Timur, Banyuwangi, Minangkabau
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Universiteit Leiden
Catatan:

Jumat, 29 Mei 2020

Beberapa alat transportasi zaman dulu (2): Dari tandu ke mobil

Ketika jembatan besi untuk transportasi bermotor belum dibangun di Jawa, transportasi dari pesisir ke pegunungan dan sebaliknya masih banyak menggunakan perahu yang mengandalkan arus sungai dan keterampilan mendayung; sesuatu yang hampir punah saat ini
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kuda dan tandu sebagai alat transportasi di Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jawa, 1900-an: Medan terjal seperti ini hanya bisa dilalui oleh kuda, tandu, atau pejalan kaki. Foto kemungkinan diambil di sekitar hutan Lalijiwo (Prigen, Pasuruan).
(klik untuk memperbesar | © koleksi E. Becker / NGA)
Citarum di kawasan Priangan, 1901: Ketika jembatan besi belum ada, pemindahan barang berat antar dua tepi sungai besar dilakukan dengan perahu yang menyeberang dengan dipandu tali
(klik untuk memperbesar | © H. Kleinmann & Co / NGA)
Cemoro Lawang (Tengger), 1920: Seorang bangsawan Jawa berpose bersama mobilnya
(klik untuk memperbesar | © Studio Onnes Kurkdjian / NGA)
Waktu: awal abad ke-20, 1901, 1920
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: H. Kleinmann & Co; koleksi E. Becker; Studio Onnes Kurkdjian
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: 1) Foto nomor 1 menampilkan pintu air Mlirip (Mojokerto) yang mengatur aliran Kali Brantas ke arah Surabaya. 2) Foto nomor 4 pernah dimuat di posting ini dengan ukuran yang lebih kecil.