Tampilkan postingan dengan label Sunda Kelapa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunda Kelapa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juni 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno berbahasa Jerman tentang Jakarta di abad ke-18

Lukisan berbahasa Jerman ini menampilkan Jakarta dilihat dari perairan Sunda Kelapa dengan latar belakang Gunung Gede dan Gunung Salak. Bagian tengah dengan nama Stadt merupakan wilayah kota, sementara bagian kanan dengan nama Schlos adalah Kastil Batavia. Keterangan lainnya dengan mengikuti nomor: 1) gerbang ke kastil; 2) pinggiran kota; kemudian sudut-sudut kastil dengan nama batu-batu mulia yaitu 3) Schantz, 4) Diamant, dan 5) Rubin; 6) pelabuhan; 7) jembatan; 8) gereja
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1750
Tahun peristiwa: abad ke-18
Tempat terbit: Jerman
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Selasa, 02 Juni 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang keramaian pelabuhan Sunda Kelapa di pertengahan abad ke-19


Keramaian di pelabuhan Sunda Kelapa dengan kapal layar berbagai ukuran, perahu kecil, serta perahu penumpang beratap panjang datar yang bentuknya masih digunakan sampai sekarang
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: aslinya oleh Charles William Meredith van de Velde, diolah lebih lanjut oleh P. Lauters
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Versi tidak berwarna dari gambar di atas pernah dimuat di posting ini sebelumnya.

Jumat, 29 Mei 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang pelabuhan Sunda Kelapa

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1779
Tahun peristiwa: abad ke-18
Tempat terbit: kemungkinan Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: aslinya Hendrik Kobell, gambar di atas salinan karya Mathias de Sallieth 
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Sabtu, 23 Mei 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang Kastil Batavia dan pelabuhan Sunda Kelapa di abad ke-17

Lukisan karya Jo(h)an Nieuhof tentang pelabuhan Sunda Kelapa dengan latar belakang pegunungan di Bogor (atas), dan Kastil Batavia dengan kapal-kapal layar di latar depan dan belakang (bawah), yang terbit tahun 1668 dalam bahasa Latin
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Salinan dari gambar di atas dalam bahasa Inggris, yang terbit di Tiongkok di tahun 1673
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Jiplakan oleh Emmanuel Bowen, juga dalam bahasa Inggris, yang terbit tahun 1744
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Versi lain dari gambar pertama dengan teks berbahasa Perancis dan Belanda
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1668, 1673, 1744
Tahun peristiwa: abad ke-17
Tempat terbit: 
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: aslinya oleh Jo(h)an Nieuhof 
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Sabtu, 11 Oktober 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (17)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Air terjun Nglirip di Singgahan, Tuban. Seorang warga tampak berdiri di dekat fenomena alam ini. Bandingkan juga dengan lukisan karya Abraham Salm di posting ini yang mengambil sudut yang berbeda.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sekelompok petani memanen padi di sawah dengan topi caping beraneka warna
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah konvoi kawanan kuda yang tampaknya digunakan untuk mengangkut hasil bumi yang disimpan di dalam karung-karung di atas pundak kuda. Kemungkinan hasil bumi ini berasal dari kawasan atas pegunungan dan akan diperdagangkan di pasar atau diolah lebih lanjut di wilayah yang lebih rendah.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Lukisan ini diberi judul "Tjiliwoeng", dan kemungkinan besar menggambarkan suasana di sekitar pelabuhan Sunda Kelapa, dengan mengambil patokan dua tanggul di kiri kanan yang menjorok dari daratan ke laut. Selain perahu tradisional tampak kapal uap sudah ikut meramaikan perairan Jakarta saat itu.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Perahu tradisional di pesisir Jawa yang menggunakan dua bilah penyeimbang di tiap sisi dan biasan digunakan para nelayan untuk melaut
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 23 Februari 2025

Dari Padang sampai ke Banda: Lukisan pemandangan Nusantara karya Charles William Meredith van de Velde, 1844 (5a - Jakarta)

Charles William Meredith van de Velde (1818-1898) tampaknya seorang dengan berbagai bakat dan kemampuan. Dia pernah menjadi perwira angkatan laut, tentara bayaran, pembuat peta, anggota palang merah, hingga misionaris. Salah satu keahlian dia adalah menangkap keindahan alam dari tempat yang dia kunjungi, dan menuangkannya ke atas kanvas. Dia terkenal sebagai pembuat peta Palestina di pertengahan abad ke-19, serta pelukis kota dan tempat di Palestina yang dia singgahi. Sebelumnya, dia juga mengabadikan banyak tempat di Nusantara dalam beberapa karya lukisannya, yang akan kita lihat di seri berikut ini.


Keramaian di pelabuhan Sunda Kelapa dengan kapal layar berbagai ukuran, perahu kecil, serta perahu penumpang beratap panjang datar yang bentuknya masih digunakan sampai sekarang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Gereja Willem yang sekarang menjadi Gereja Immanuel
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Rumah seorang warga Eropa (di Jatinegara) dengan sang pemilik tampak berbincang dengan seorang Tionghoa, sementara warga lokal bekerja mengurus kebun dan kuda
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar: Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Edisi lain dari foto pertama pernah dimuat di posting ini.

Sabtu, 02 Oktober 2021

Lukisan Charles William Meredith van de Velde tentang Jakarta, Kupang, dan Serang di penghujung abad ke-19

Keramaian kapal di pelabuhan Sunda Kelapa
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Kupang dengan benteng pertahanan Belanda
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Kediaman Residen Serang
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: antara 1850-1874
Tempat: Jakarta, Kupang, Serang
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Jumat, 24 September 2021

Lukisan panorama Jakarta karya Jan Van Ryne dari tahun 1754 (reloaded)

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Lukisan di atas pernah dimuat di blog ini sebelumnya, sekarang dimuat ulang dalam ukuran yang lebih besar. Gambar yang diterbitkan di Paris dalam bahasa Perancis ini menampilkan pemandangan dari arah Laut Jawa ke pelabuhan Sunda Kelapa dan wilayah Jakarta di latar belakangnya. Dalam proses cetak, ada kemungkinan kiri dan kanan terbalik, sehingga kita lihat di atas bahwa Kastil Batavia dan kawasan Ancol ada di sebelah kanan jalur masuk perahu ke Kali Besar, padahal seharusnya di sebelah kiri.

(klik untuk memperbesar)

Beberapa objek yang teridentifikasi dari lukisan di atas adalah sbb.:

  • 1. Kastil Batavia
  • 2. Balaikota di area kastil
  • 3. Gereja Belanda
  • 4. Kali Besar
  • 5. Benteng Jakatara
  • 6. Benteng Nortwyck
  • 7. Benteng Ryswyck
  • 8. Pentagram
  • 9. Tempat hukum gantung ke arah kawasan Ancol
  • 10. Tempat hukum gantung ke arah Muara Angke
Waktu: lukisan dibuat tahun 1754, dipublikasikan tahun 1780
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jan Van Ryne
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Rabu, 22 September 2021

Kastil Batavia dan Pelabuhan Sunda Kelapa dalam lima lukisan tua 1630-1842

1630-1659
(klik untuk memperbesar | © Joan Blaeu / AVS)

Lukisan karya Joan Blaeu yang menyebut Kerajaan Jaquatra, di mana terletaknya Batavia di pulau Java, dengan dua kapal Belanda di latar depan, dan benteng serta pemukiman Belanda di latar belakang.

1676
(klik untuk memperbesar | © Wouter Schouten / AVS)

Kastil Batavia dan pelabuhan Sunda Kelapa menurut lukisan di buku keluaran Wouter Schouten tahun 1676.

1740-1774
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Sebuah lukisan Inggris dari sekitar tahun 1740-1774 menggambarkan Kastil Batavia dan beberapa kapal di sekitar pelabuhan.

(klik untuk memperbesar | ©Johan Swildens / AVS)

Lukisan dari tahun 1781 menggambarkan saudagar Arab dan Tionghoa di pelabuhan Jakarta.

1830-1842
(klik untuk memperbesar | ©Ambroise Garneray / AVS)

Sebuah lukisan berbahasa Perancis yang memperlihatkan keramaian kapal di sekitar pelabuhan Sunda Kelapa.

Waktu: 1659, 1676, 1774, 1781, 1842
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Joan Blaeu | Wouter Schouten | Middleton Complete System of Geography | Johan Swildens | Ambroise Garneray
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:


UPDATE 13 Juni 2026: Versi lain dari lukisan nomor 2 dari khazanah Bartele Gallery
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Minggu, 12 September 2021

Lukisan tentang pelabuhan Sunda Kelapa dan Kepulauan Seribu karya Mattheus Sager dari tahun 1752

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Lukisan kuno tentang Kepulauan Seribu sangat jarang, karena itu gambar di atas merupakan hal yang sangat berharga. Dari deskripsi yang tertera di pojok kanan atas kita bisa mengidentifikasi beberapa objek:
  • 5. Pulau Edam atau Damar Besar
  • 13. Pulau Purmerend atau Bidadari
  • 14. Pulau Kuiper atau Cipir atau Kahyangan
  • 15. Pulau Onrust atau Kapal
  • 18. Balaikota
  • 19. Gereja Belanda
  • 23. Muara Kali Ciliwung
Waktu: 1752
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Mattheus Sager
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Rabu, 08 September 2021

Lukisan tentang pelabuhan Sunda Kelapa karya Johannes Vingboons keluaran tahun 1755 & 1760

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Pelabuhan Sunda Kelapa, Kastil Batavia, dan deretan pos VOC, menurut lukisan Johannes Vingboons yang dikeluarkan oleh Jacob van Schley pada tahun 1655.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Lukisan yang mirip dengan yang sebelumnya, tetapi memiliki beberapa variasi, keluaran tahun 1760.

Waktu: 1755, 1760
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Johannes Vingboons
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: