Tampilkan postingan dengan label pesawat pembom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pesawat pembom. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Mei 2026

Pesawat amfibi dan pesawat pembom KNIL sebelum Perang Dunia II

6 Juli 1929: Dua pesawat amfibi mendarat, tepatnya melaut, di perairan Sabang di Pulau Weh
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
3 Desember 1938: Pesawat pembom buatan Glenn Martin (Dutch Martin model 166)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1929, 1938
Tempat: a.l. Sabang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 08 Juli 2025

Persiapan Belanda di Australia untuk merebut kembali Indonesia: Kesatuan tempur udara (2)

Di penghujung 1944 dan awal 1945, ketika Jerman makin terdesak di Eropa, dan Jepang makin terpukul di kawasan Asia-Pasifik, Belanda makin menggiatkan usaha-usaha untuk merebut kembali Hindia-Belanda. Usaha-usaha ini terpusat di Australia, yang secara geografis dekat dengan Indonesia, dan secara politis dan militer berada bersama Belanda di pihak yang melawan negara-negara Poros. Seri berikut akan mencoba menampilkan dokumentasi foto tentang aktivitas Belanda di wilayah Australia ini.


Awak "Skuadron Pembom Menengah 18", salah satunya berwajah Nusantara, menyiapkan sebuah pesawat pembom B-25
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Canberra: Seorang kopral KNIL Udara bernama Rumuat Cumentas (?) mengoperasikan sebuah gasoline spray gun ke sebuah pesawat pembom
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bundaberg, Queensland: Empat warga KNIL Udara, paling tidak dua di antaranya berwajah Nusantara, berpose di sekitar sebuah pesawat Curtiss P-40 Kittyhawk
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kesatuan KNIL Udara di Bundaberg, Queensland, melakukan acara baris berbaris
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Australia (a.l.Bundaberg, Canberra)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 06 Juli 2025

Persiapan Belanda di Australia untuk merebut kembali Indonesia: Kesatuan tempur udara (1)

Di penghujung 1944 dan awal 1945, ketika Jerman makin terdesak di Eropa, dan Jepang makin terpukul di kawasan Asia-Pasifik, Belanda makin menggiatkan usaha-usaha untuk merebut kembali Hindia-Belanda. Usaha-usaha ini terpusat di Australia, yang secara geografis dekat dengan Indonesia, dan secara politis dan militer berada bersama Belanda di pihak yang melawan negara-negara Poros. Seri berikut akan mencoba menampilkan dokumentasi foto tentang aktivitas Belanda di wilayah Australia ini.


Tentara KNIL berkulit coklat, hitam, dan putih membuka selubung sebuah pesawat pembom B-25
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang prajurit Belanda membersihkan moncong senapan mesin yang terpasang di hidung pesawat pembom B-25
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang prajurit KNIL berkulti coklat membersihkan menara senapan di punggung sebuah pesawat pembom B-25
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua bom udara didorong untuk dipasang di perut pesawat B-25
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Australia
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 19 Mei 2025

Beberapa pesawat militer KNIL Udara di sekitar masa perang kemerdekaan: Pesawat pembom B-25

April 1947: Ulang tahun ke-5 Skuadron Udara 18 di lapangan terbang militer Cililitan, dengan sebuah pesawat pembom B-25 Mitchell di latar belakang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Awak pesawat pembom B-25 mempersiapkan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… dan mengangkut peralatan fotografi dan pemetaan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang kemudian digunakan Belanda semasa Aksi Polisionil 1
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1947
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 23 April 2025

Invasi Jepang ke wilayah Nusantara sekitar 1942 (3)

Foto-foto ini kemungkinan diambil dari film propaganda Jepang yang memperlihatkan kemenangan mereka merebut wilayah Asia Tenggara dari kekuasan bangsa Eropa. Tidak ada keterangan pasti apakah semua gambar ini diambil dari wilayah Hindia-Belanda.

Dua pesawat pembom Glenn Martin B10 milik KNIL Udara (tidak jelas apakah foto diambil dari sebuah pesawat Jepang atau ini dari dokumentasi Belanda yang disita Jepang)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pergerakan pasukan Jepang di sebuah wilayah perairan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Asap hitam mengepul dari sebuah kilang minyak setelah dibom Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pergerakan pasukan Jepang dengan meriam dan tank kecil (ada kemungkinan ini di daratan Tiongkok sekitar tahun 1930an)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: ~1942
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 01 Agustus 2023

Persiapan Belanda di Australia untuk merebut kembali Indonesia: Van Mook tiba di Melbourne (1)

Di penghujung 1944 dan awal 1945, ketika Jerman makin terdesak di Eropa, dan Jepang makin terpukul di kawasan Asia-Pasifik, Belanda makin menggiatkan usaha-usaha untuk merebut kembali Hindia-Belanda. Usaha-usaha ini terpusat di Australia, yang secara geografis dekat dengan Indonesia, dan secara politis dan militer berada bersama Belanda di pihak yang melawan negara-negara Poros. Seri berikut akan mencoba menampilkan dokumentasi foto tentang aktivitas Belanda di wilayah Australia ini.


Pesawat pembom B-25 yang membawa Van Mook ke Melbourne
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Delegasi yang menyambut kedatangan Van Mook
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van der Plas (berjanggut) dan Van Mook
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 2 November 1944
Tempat: Melbourne (Australia)
Tokoh: Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 20 Juni 2023

Persiapan Belanda di Australia untuk merebut kembali Indonesia: Armada pesawat pembom B-25 Mitchell

Di penghujung 1944 dan awal 1945, ketika Jerman makin terdesak di Eropa, dan Jepang makin terpukul di kawasan Asia-Pasifik, Belanda makin menggiatkan usaha-usaha untuk merebut kembali Hindia-Belanda. Usaha-usaha ini terpusat di Australia, yang secara geografis dekat dengan Indonesia, dan secara politis dan militer berada bersama Belanda di pihak yang melawan negara-negara Poros. Seri berikut akan mencoba menampilkan dokumentasi foto tentang aktivitas Belanda di wilayah Australia ini.


(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Maret 1945
Tempat: wilayah utara Australia
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 30 Desember 2022

Serangan udara Jepang di sekitar Bandung dan Jakarta, 1942

Jakarta, Februari 1942: Tangki-tangki minyak di sekitar Tanjung Priuk dilalap api
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bandung, 17 Februari 1942: Pasukan Jepang menghancurkan sebuah pesawat pembom Boeing B-17 Flying Fortress di lapangan terbang Andir
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bandung, 17 Februari 1942: Sebuah pesawat Curtiss Hawk milik KNIL Udara dihancurkan Jepang di Andir (bandingkan dengan suasana menjelang perang di posting ini)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
15 Januari 1942: Serangan pesawat tempur Jepang dengan latar belakang sebuah gunung
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)


Waktu: awal 1942
Tempat: Bandung, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Di foto nomor 1 ada juga kemungkinan api disengaja oleh Belanda agar kompleks tangki minyak tidak jatuh ke tangan Jepang.

Minggu, 31 Juli 2022

Persiapan Hindia-Belanda menghadapi Perang Dunia II: Skuadron pesawat pembom (2)

Tiga pembom Dutch Martin model 166 menjadi tontonan warga, kemungkinan di Kalijati
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pembom Lockheed Hudson B-14 (bersirip dua) dan C-60 Lodestar
dan (klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pengangkutan bom ke sebuah pesawat Dutch Martin model 166
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Penyematan tanda jasa …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… pada dua penerbang pesawat pembom
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para penerbang Dutch Martin model 166
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar 1941
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 29 Juli 2022

Persiapan Hindia-Belanda menghadapi Perang Dunia II: Skuadron pesawat pembom (1)

Empat pembom Douglas DB-7C
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pesawat pembom buatan Glenn Martin (Dutch Martin model 166)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dutch Martin model 166
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para petinggi KNIL menginspeksi Dutch Martin model 166, kemungkinan di Kalijati
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1938: Dua pembom Dutch Martin model 166 di atas perbukitan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1938 (foto terakhir), sekitar 1941 (foto lainnya)
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 20 Desember 2020

Poster propaganda Belanda untuk pembebasan Hindia-Belanda dari pendudukan Jepang, 1945

Hindia-Belanda harus bebas! Kerjakan dan perjuangkan itu!
(klik untuk memperbesar | © Pat Keely / AVS)

Enyah kau! Hindia-Belanda harus dibebaskan …
(klik untuk memperbesar | © Nico Broekman / AVS)

Dan sekarang Hindia-Belanda! Daftarkan diri sebagai sukarelawan
(klik untuk memperbesar | © Salverda / AVS)

The Flying Dutchman membantu pembebasan Hindia-Belanda; daftarkan diri di Angkatan Udara
(klik untuk memperbesar | © P. Brand / AVS)

Hindia-Belanda harus dibebaskan
(klik untuk memperbesar | © Nico Broekman / AVS)

Waktu: 1945
Tempat: poster di atas terbit di Belanda dengan mengacu ke peristiwa di Hindia-Belanda
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Nico Broekman; P. Brand; Pat Keely; Salverda
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Rabu, 18 Maret 2020

Kuburan pesawat militer Amerika di Papua setelah Perang Dunia II, 1947 (2)

PENGANTAR

Di awal Perang Dunia II, Amerika Serikat memiliki "hanya" sekitar 2.500 pesawat militer. Ketika PD II berakhir, jumlah itu sudah membengkak menjadi hampir 300.000 yang terutama digunakan di front Eropa dan Asia-Pasifik. Ketika perang berakhir, Amerika mengumpulkan pesawat-pesawat yang dianggap sudah tidak laik lagi di berbagai tempat, termasuk di Papua. Juru foto Belanda, Hugo Wilmar, yang foto-fotonya banyak merekam peristiwa pada masa perang kemerdekaan Indonesia, berkesempatan mengunjungi salah satu dari kuburan pesawat ini di Papua.

Lokasi tepatnya tidak disebutkan, tapi ada kemungkinan ini memang di Papua bagian barat. Kesimpulan ini didasarkan pada fakta bahwa sebagai orang Belanda dia lebih leluasa bergerak di bagian barat yang saat itu berada dalam kekuasaan NICA. Tapi tentunya bisa saja kesimpulan ini keliru.

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Spaarnestad)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Spaarnestad)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Spaarnestad)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Spaarnestad)
Waktu: 1947
Tempat: Papua
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Hugo Wilmar
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Spaarnestad
Catatan:

Senin, 16 Maret 2020

Kuburan pesawat militer Amerika di Papua setelah Perang Dunia II, 1947 (1)

PENGANTAR

Di awal Perang Dunia II, Amerika Serikat memiliki "hanya" sekitar 2.500 pesawat militer. Ketika PD II berakhir, jumlah itu sudah membengkak menjadi hampir 300.000 yang terutama digunakan di front Eropa dan Asia-Pasifik. Ketika perang berakhir, Amerika mengumpulkan pesawat-pesawat yang dianggap sudah tidak laik lagi di berbagai tempat, termasuk di Papua. Juru foto Belanda, Hugo Wilmar, yang foto-fotonya banyak merekam peristiwa pada masa perang kemerdekaan Indonesia, berkesempatan mengunjungi salah satu dari kuburan pesawat ini di Papua.

Lokasi tepatnya tidak disebutkan, tapi ada kemungkinan ini memang di Papua bagian barat. Kesimpulan ini didasarkan pada fakta bahwa sebagai orang Belanda dia lebih leluasa bergerak di bagian barat yang saat itu berada dalam kekuasaan NICA. Tapi tentunya bisa saja kesimpulan ini keliru.

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Spaarnestad)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Spaarnestad)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Spaarnestad)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Spaarnestad)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Spaarnestad)
Waktu: 1947
Tempat: Papua
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Hugo Wilmar
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Spaarnestad
Catatan: