Tampilkan postingan dengan label Pieter Scholten. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pieter Scholten. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Oktober 2018

Batang pohon sebagai barikade penghalang gerak maju pasukan Belanda: Medan

PENGANTAR

Sebelum ini kita sudah melihat banyak foto yang menunjukkan bagaimana TNI menghancurkan banyak jembatan untuk menghadang gerak maju militer Belanda di Aksi Polisionil 1. Tindakan TNI yang lain adalah memasang barikade di jalur yang dianggap penting dengan menebang pohon di sekitarnya dan melintangkan batang pohon ini badan jalan. Ini memang tidak bisa menghalangi tentara Belanda secara permanen, tapi paling tidak memperlambat mereka.

Berikut beberapa foto dari berbagai daerah.

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
13 Oktober 1947, rute Medan-Brastagi: Panglima Belanda di Sumatera Utara, Kolonel Pieter Scholten (dengan pipa), mengawasi pembersihan barikade.
(klik untuk memperbesar | © B. Huisman / gahetna)
Kapten van Asperen Vervenne dan Sersan Mayor Major Massees, di latar belakang seorang prajurit Tionghoa bernama Ang Kie Ling
(klik untuk memperbesar | © B. Huisman / gahetna)
Waktu: 1947 (kecuali foto terakhir: 1949 saat Aksi Polisionil 2?)
Tempat: sekitar Medan
Tokoh:
Peristiwa: Pasukan Belanda mencoba mengenyahkan batang-batang pohon yang ditumbangkan TNI guna menghalang gerak maju militer Belanda di sekitar Medan.
Fotografer: B. Huisman (dua foto terakhir)
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Selasa, 10 November 2015

Mayor Jenderal Pieter Scholten, panglima tentara Belanda di Sumatera Utara pada masa perang kemerdekaan

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1948
Tempat: Sumatera Utara
Tokoh: Mayor Jenderal Pieter Scholten (panglima tentara Belanda di Sumatera Utara pada masa perang kemerdekaan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:


UPDATE 23 Juni 2016
Foto lain dari Pieter Scholten di wilayah Medan, 1947, kemungkinan ketika masih berpangkat kolonel.
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

UPDATE 3 Juli 2016
Foto lain dari Pieter Scholten di Brastagi, 22 Agustus 1947, di saat Aksi Polisionil Pertama.
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

UPDATE 13 November 2016
Foto yang sama dengan di atas, tapi dari sudut yang berbeda.
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Rabu, 10 Desember 2014

Pergerakan pasukan Belanda di Sumatera Barat dan Utara di Januari 1949

Pasukan Belanda memasuki Lubuk Selasih, Solok.
(klik untuk memperbesar | © Keystone/Getty Images)
Pasukan Belanda menggunakan buldoser untuk membuka jalan yang tertutup rintangan.
(klik untuk memperbesar | © Keystone/Getty Images)
Seorang tentara Belanda berbincang dengan beberapa warga lokal sementara konvoi pasukannya melewati daerah itu.
(klik untuk memperbesar | © Keystone/Getty Images)
Pasukan Belanda membangun jembatan darurat.
(klik untuk memperbesar | © Keystone/Getty Images)
Pasukan Belanda memasuki sebuah desa.
(klik untuk memperbesar | © Keystone/Getty Images)
Mayor Jenderal Pieter Scholten berbicara dengan beberapa warga Tionghoa di Sumatera Utara.
(klik untuk memperbesar | © Keystone/Getty Images)

Waktu: Januari 1949
Tempat: Sumatera (Barat dan Utara)
Tokoh: Mayor Jenderal Pieter Scholten (Panglima Tentara Belanda untuk wilayah Sumatera Utara)
Peristiwa: l.d.a.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Getty Images
Catatan:

Senin, 04 Agustus 2014

Republik Indonesia Serikat (5) - Negara Sumatera Timur: Kedekatan dengan militer Belanda

Pengantar: Sejarah Indonesia tentang masa tahun 1949-1950 akan menyebut kata RIS alias Republik Indonesia Serikat. Tetapi kita tidak banyak menemukan bahasan tentang hal itu. Boleh jadi karena negeri-negeri federasi ini dianggap negara boneka buatan Belanda, dan tokoh-tokohnya dipandang sebagai kaki tangan Belanda di dalam usaha mereka mempertahankan kendali mereka atas Indonesia.

Seri posting kali ini akan menampilkan beberapa foto yang berkenaan dengan RIS ini. Mudah-mudahan ini bisa berkontribusi di dalam menggali bagian sejarah Indonesia yang tampak terlantarkan ini.


Negara Sumatera Timur - Kedekatan dengan militer Belanda

Tengku Mansur bersama Mayjen Pieter Scholten menginspeksi Barisan Pengawal Sumatera Timur, di Glugur, Medan.
(c) gahetna
Tengku Mansyur, Mayjen Scholten, dan petinggi militer Belanda lainnya berkunjung ke dataran tinggi Karo.
(c) gahetna
Tengku Mansyur, Mayjen Scholten, dan petinggi militer Belanda lainnya berkunjung ke dataran tinggi Karo.
(c) gahetna
Tengku Mansur bersama Mayjen Pieter Scholten menginspeksi pasukan Belanda, di dataran tinggi Karo.
(c) gahetna

Waktu: 1948 (?)
Tempat: Medan, Karo
Tokoh: Tengku Mansur (Wali Negara Sumatera Timur), Mayor Jenderal Pieter Scholten (Panglima Tentara Belanda di Sumatera Utara)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal
Catatan: