Tampilkan postingan dengan label Istana Bogor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Istana Bogor. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 September 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (11)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Seorang wanita Belanda duduk dan membaca di sebuah gazebo di Kebun Raya Bogor, di tepi kolam yang berisi air mancur dan daun teratai
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Rumah pelukis Raden Saleh Syarif Bustaman di kawasan Menteng, Jakarta, yang termasuk sangat mewah dan luas di masanya. Bagian dari kawasan rumah ini sekarang diisi RS Cikini dan Taman Ismail Marzuki.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Kebanyakan foto dan gambar Istana Bogor menampilkannya dari depan; lukisan di atas menunjukkan tampak belakangnya yang lebih jarang dipaparkan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Tiga warga Belanda di sebuah Gazebo di sebuah tempat yang agak tinggi di Kebun Raya Bogor. Mereka mengamati pemandangan dengan latar belakang Gunung Pangrango serta aliran sungai dan kali yang kemungkinan berhulu di kaki gunung ini. 
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Lima lelaki bergotong royong membangun rumah yang terbuat dari kayu, bambu, dan sirap. Bentuk rumah serta atapnya menunjukkan kekhasan wilayah ini. Khas pula adanya bendera merah dan sesajen berupa buah-buahan yang dipasang di bagian tinggi atap rumah.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 23 September 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (8)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Bogor: Suasana di dapur sebuah rumah yang kemungkinan dihuni warga Belanda. Seorang opas yang berpakaian lengkap, tapi tanpa alas kaki, tampak siap membawa makanan dan sebotol minuman. Seorang tukang kebun bertelanjang dada membawa kayu bakar dan ceret minum. Sementara seorang pembantu tampak menumbuk sesuatu di ulekan. Gambar ini juga memperlihatkan model tungku serta perlatan dapur saat itu.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Seorang nyonya Belanda berkebaya di ruang penyimpanan makanan bersama dua opas. Si nyonya memegang semacam sendok (untuk mentega) dan piring porselan, sementara opas yang di tengah sibuk dengan makanan berwarna putih (tepung? beras?), dan opas di kiri berjalan membawa sebakul nasi dan sepiring makanan menuju ruangan lain. Di rak tampak persedian minuman dalam botol dan kemungkinan gundukan kentang.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Seorang pemikul di area Kebun Raya berjalan melewati barisan pohon beringin
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Istana Gubernur Jenderal dengan kawanan rusa di sekitar kolam. Dikabarkan bahwa dulunya kolam ini memang digunakan untuk berenang, mendayung, dan aktivitas air lainnya.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Masyarakat berlalu lalang di depan sebuah gereja
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 25 Maret 2025

Dari Papua sampai ke Aceh: Nusantara dalam sketsa keluaran tahun 1883 (7)

Alat transportasi zaman dulu untuk para pembesar, orang kaya, dan kemudian warga Belanda: tandu
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Istana Gubernur Jenderal Hindia-Belanda yang kelak menjadi Istana Bogor
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Taman yang sekarang menjadi Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Tarian dengan menggunakan keris
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lihat juga posting 1, 2, dan 3 sebelum ini.

Rabu, 05 Maret 2025

Lukisan dari tahun 1830 tentang Anyer dan Bogor untuk mengenang Thomas Stamford Raffles dan kekuasaan Inggris di Jawa

Enam warga Inggris, dua di antaranya wanita, menyeberangi Sungai Cisadane di sekitar Batutulis, dengan latar belakang Gunung Salak
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Gedung yang kelak menjadi Istana Bogor, saat itu dengan bendera Union Jack, dengan latar belakang Gunung Gede, dan latar depan Sungai Cisadane
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Taman yang kelak menjadi Kebun Raya Bogor, dengan Gunung Gede di latar belakang, dan Sungai Ciliwung di kiri tengah
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Pemandangan di sekitar tugu yang didirikan di Anyer untuk mengenang Charles Allan Cathcart, seorang bangsawan Inggris yang ditunjuk menjadi duta untuk Tiongkok, tetapi meninggal dalam perjalanan di Selat Bangka, dan kemudian dimakamkan di Anyer
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1830
Tempat terbit: London
Tempat yang ditampilkan: Anyer, Bogor
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lukisan-lukisan ini tampaknya diambil dari buku karya istri Raffles, Sophia, yang berjudul Memoir of the life and public services of Sir Thomas Stamford Raffles: particularly in the government of Java, 1811-1816, and of Bencoolen and its dependencies, 1817-1824: with details of the commerce and resources of the Eastern archipelago, and selections from his correspondence.

Selasa, 19 Maret 2024

Bogor setelah Jepang kalah perang, 1945/1946

Stasiun Bogor
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Suasana di pasar Bogor
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua wanita Belanda di pedagang buah-buahan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua wanita Belanda di sekitar Istana Bogor yang saat itu dijaga prajurit India bagian dari kesatuan militer Inggris sebelum pasukan Belanda datang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945/1046
Tempat: Bogor
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 12 Agustus 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (31)

Istana Bogor dengan latar depan kolam teratai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1872: Hotel Bellevue, Bogor, dilihat dari sisi Kali Ciliwung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Cibodas (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1938: Sekelompok perahu nelayan di sebuah pesisir
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1898: Foto studio yang menampilkan warga Jawa; dengan garis retouche untuk mengesankan ada air di latar bawah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1885: Dua abdi dalem Keraton Surakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1872, 1885, 1898, 1935
Tempat: a.l. Bogor, Cibodas (?). Surakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 06 Agustus 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (28)

Istana Bogor dengan latar depan kolam teratai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Juni 1905: Istana Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kerusakan terhadap pemukiman akibat bencana alam
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perkebunan kina di Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perkebunan teh di Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1905
Tempat: Jawa (a.l. Bogor)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 12 April 2023

Dari serakan foto-foto karya Woodbury & Page (5)

Walter Bentley Woodbury dan James Page adalah dua orang Inggris yang menjadi salah dua perintis dunia fotografi profesional di Hindia-Belanda. Studio foto yang mereka dirikan di Batavia menjadi teladan bagi fotografer lain untuk mendirikan hal yang sama di Padang, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lain di Nusantara. Blog ini sudah menampilkan banyak karya keluaran dari studio ini. Kali ini kita akan mencoba mengumpulkan foto-foto karya Woodbury dan Page yang berserakan.


1865: Istana Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1867: Pabrik gula Colomadu, Karanganyar
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1867: Bupati Pati, Raden Adipati Ario Condro Adhi Negoro bersama para pengiringnya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1873: Para pembatik di Cikajang, Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1865, 1867, 1873
Tempat: Bogor, Cikajang (Garut), Colomadu (Karanganyar), Pati
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury & Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 08 April 2023

Dari serakan foto-foto karya Woodbury & Page (3)

Walter Bentley Woodbury dan James Page adalah dua orang Inggris yang menjadi salah dua perintis dunia fotografi profesional di Hindia-Belanda. Studio foto yang mereka dirikan di Batavia menjadi teladan bagi fotografer lain untuk mendirikan hal yang sama di Padang, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lain di Nusantara. Blog ini sudah menampilkan banyak karya keluaran dari studio ini. Kali ini kita akan mencoba mengumpulkan foto-foto karya Woodbury dan Page yang berserakan.


1866: Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1880: Sungai Kapuas di Sintang, Kalimantan Barat
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1880: Istana Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1880: Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1880: Perumahan pegawai perkebunan teh (di sekitar Puncak?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1866, 1880
Tempat: Bogor, Magelang, Sintang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury & Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 18 Juli 2022

Dari sebuah album foto karya Hermann Salzwedel tentang Jawa di awal abad ke-20 (4)

Pertunjukan wayang kulit
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Berbagai pohon berakar banir
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Telaga Warna di Puncak
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Paleis te Buitenzorg, kelak Istana Bogor, dengan latar belakang Gunung Salak
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: antara 1900 dan 1910
Tempat: Jawa (a.l. Bogor, Puncak)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Hermann Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 20 Januari 2022

Aneka wajah Nusantara dalam lukisan Josias Rappard, 1888 (12)

Kuburan Belanda di Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Rumah Raden Saleh di kawasan Menteng, Jakarta
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Istana Bogor
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1888
Tempat: Bogor, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Josias Rappard
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: