Tampilkan postingan dengan label menenun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menenun. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 September 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (10)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Bogor: Sebuah warung yang menjajakan nasi beserta pisang. Seorang pelanggan tampak duduk menunggu makanannya, sementara seorang pelanggan lain minum langsung dari kendi. Di latar tengah tampak seorang pemikul dan seorang perempuan berpayung yang mengindikasikan sebuah kawasan dengan cahaya matahari yang tak banyak terhalangi.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Seorang pemikul menyusuri jalan mendaki yang dibuat dengan membelah gundukan yang tinggi di tepi sebuah sungai berbatu dan pesawahan 
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Memetik buah kopi yang memerah di sebuah perkebunan, dengan berdiri menggunakan tangan, memakai galah, atau menaiki tangga, dan juga meminta bantuan seorang anak kecil sebagai pemungut 
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Dua wanita berkebaya putih dan berkain serta membawa payung kertas dan mengenakan selop, yang menunjukkan posisi sosial mereka yang tinggi, mendatangi seorang wanita lokal yang duduk menenun di dipan di halaman sebauh rumah bambu. Satu dari wanita bekebaya putih bisa dipastikan merupakan perempuan Belanda.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Kuburan Belanda di Kebun Raya Bogor: Seorang penyapu tampak membersihkan kawasan pemakaman yang sampai sekarang masih lumayan terawat dengan susunan prasasti yang tidak jauh berbeda dari yang ditampilkan di gambar di atas
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 11 Juli 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (15)

Kemungkinan akhir 1940-an: Para tentara Belanda belia di sebuah upacara
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Alun-alun Lor, Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu sudut Taman Sari, Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Para gadis Indonesia Timur menenun
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah rumah berdinding bambu dan beratap rumbia di sebuah desa
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: ?
Tempat: a.l. Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 21 Juni 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (5)

Jawa 1890-1895: Dua perempuan dan satu anak melakukan pose dapur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1900; Seorang pria Tionghoa dengan koleksi kursi dan lukisan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jawa Barat (?), 1890-1895: Dua perempuan mengolah biji kopi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jawa (?), 1885-1895: Seorang pedagang buah keliling
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Bandung, 1885-1895: Perempuan Sunda dan alat tenun
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: antara 1880 dan 1900
Tempat: Jawa (a.l. Bandung)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 03 Juni 2023

Wajah masyarakat Jawa dalam jepretan Kassian Céphas di sekitar penghujung abad ke-19 (3)

~1880: Seorang pedagang nasi bersama para pembeli; pria berkumis di belakang kemungkinan besar adalah Kassian Céphas sendiri
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1880: Seorang wanita Jawa menenun
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1880: Tiga perajin kayu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1880: Empat penari (kemungkinan di halaman Keraton Yogyakarta)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1888: Lelaki Jawa memikul kayu bakar
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Edisi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1880, 1888
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Kassian Céphas
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 23 Maret 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Christiaan Benjamin Nieuwenhuis (4)

Christiaan Benjamin Nieuwenhuis adalah seorang prajurit KNIL menjelang akhir abad ke-19 yang kemudian beralih profesi menjadi juru foto. Awalnya di Batavia, Nieuwenhuis kemudian menekuni dunia fotografi ini di Padang hingga akhir hayatnya. Tidak mengherankan apabila banyak karya fotonya memiliki tema Minangkabau. Karena kedekatan geografis dari Padang, Nieuwenhuis juga menjadi fotografer yang banyak mewariskan foto tentang Aceh. Meski demikian, Nieuwenhuis membuat juga banyak foto tentang Jawa, terutama Bogor. Karya-karya dia beberapa di antaranya sudah pernah dimuat di blog ini. Kali ini kita akan mencoba mengumpulkan beberapa foto dia lainnya yang bertebaran.


Pria Minang mengunyah sirih
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pasukan Belanda di Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Padang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Wanita Minang menenun
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19
Tempat: Aceh, Garut, Minangkabau (a.l. Padang), Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Benjamin Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 1 pernah dimuat di posting ini; nomor 3 di posting ini.

Sabtu, 11 Maret 2023

Kumpulan foto hasil jepretan K.T. Satake dari sekitar tahun 1930 (6)

K.T. Satake adalah juru foto dari Jepang yang berkeliling di Hindia-Belanda pada sekitar tahun 1930 dan mempublikasikan foto-fotonya di album berjudul Sumatra Java Bali yang dikeluarkan pada tahun 1933. Blog ini pernah menampilkan beberapa foto karya Satake ini sejak tanggal 30 Juni 2017 hingga 7 Agustus 2017.

Halaman pengantar album K.T. Satake edisi bahasa Inggris
(klik untuk memperbesar)

Kali ini beberapa foto tambahan akan menambah rangkaian ini. Ada pula pemuatan beberapa ulang foto, kali ini dalam ukuran yang lebih besar, serta dengan level kontras-terang yang sudah di-adjust dengan bantuan komputer.


Arak-arakan dalam upacara ngaben
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Penari Legong
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Mencari kutu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Prosesi ngaben
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Wanita Bali menenun
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar tahun 1930
Tempat: Bali
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: K.T. Satake
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: 

Senin, 28 Maret 2022

Foto-foto keluaran studio Kurkdjian di album milik J.J.A. van Meel (5)

Buah kopi robusta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Bunga kopi robusta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pembuat gerabah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Petani saat panen
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Menyadap karet
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang perempuan menenun di dekat rumah panggung dikelilingi anak-anak
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: sekitar 1910-an
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Onnes Kurkdjian
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Edisi lain dari foto nomor 3 dan 4 pernah dimuat di posting ini.

Selasa, 18 Januari 2022

Aneka wajah Nusantara dalam lukisan Josias Rappard, 1888 (11)

Sebuah warung di Bogor
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Sebuah pemandangan di Bogor
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Perkebunan kopi di Bogor
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Dua wanita Belanda berkebaya bersama seorang perempuan Bogor yang sedang menenun
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1888
Tempat: Bogor
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Josias Rappard
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Rabu, 05 Januari 2022

Dari album foto Bali-Jawa sekitar tahun 1920 (33): Tambahan foto

PENGANTAR

Rangkaian foto berikut berasal dari sebuah album yang cukup menarik karena berisi lebih dari 150 foto yang banyak di antaranya diberi label sehingga memudahkan kita untuk mengetahui isi foto yang ditampilkan. Sayangnya, tidak ada keterangan tentang kapan foto dibuat, kecuali foto-foto pada saat kunjungan PM Perancis, Georges Clemenceau, ke Hindia-Belanda di tahun 1920, dan kunjungan pemilik album ke wilayah Priangan di tahun 1921. Beberapa foto diperkirakan dibuat sebelumnya hingga ke tahun 1912. Secara keseluruhan kita bisa asumsikan bahwa foto-foto ini umumnya dibuat di antara tahun 1912 dan 1920/1921.

Apabila kita lihat koleksi foto ini, bisa dipastikan bahwa si pembuat album tinggal di Bali, kemungkinan besar bekerja di perusahaan pelayaran KPM (Koninklijke Paketvaart-Maatschappij), dengan basis di Benoa. Beberapa foto tampaknya dibuat oleh si pemilik album atau keluarganya, beberapa lain berasal dari juru foto profesional.


Kapal Van Waerwyck milik KPM berlabuh di Manado;
ini satu-satunya foto di album yang bukan dari Bali dan Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga Bali dan babi piaraan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Wanita Bali menumbuk padi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Wanita Bali di meja tenun
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1912: Tiga wanita dan satu bocah Bali bersama babi piaraan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: antara 1912 dan 1921
Tempat: Bali
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: