Tampilkan postingan dengan label abad ke-17. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label abad ke-17. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Juni 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang penjara untuk kaum perempuan di Jakarta

Secara harfiah spinhuys berarti "(rumah) tempat menenun". Istilah ini digunakan untuk tempat di mana kaum perempuan dihukum atau diberi "tindakan koreksi" dan di sana aktivitas utamanya untuk emgisi waktu adalah menenun. Tidak jelas apakah di abad ke-17 di Jakarta memang sudah diperlukan adanya penjara khusus ini, atau di pelukis menggunakan kata spinhuys ini dalam pengertian murni "tempat menenun".
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1682
Tahun peristiwa: abad ke-17
Tempat terbit:
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Joan Nieuhof
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Versi lain dari lukisan di atas pernah dimuat di posting ini.

Kamis, 07 Mei 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno dari abad ke-17 tentang tarian pasangan Jawa

Lukisan ini mencoba menampilkan laporan perjalanan tentang orang Jawa yang menari berpasangan dengan diiringi gamelan. Penggambaran beberapa hal tampaknya sangat dipengaruhi imajinasi pelukis,seperti bentuk gamelan, kemben tipis, kain para penari, dan blangkon atau tutup kepala kaum pria.
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: awal abad ke-17
Tahun peristiwa: akhir abad ke-16
Tempat terbit: kemungkinan Jerman
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Theodore De Bry
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Selasa, 22 April 2025

Beberapa lukisan kuno tentang Jakarta dari berbagai masa (2)

~1840: De Nieuwe Hollandsche Kerk (Gereja Belanda Baru); ini merupakan lukisan retrospeksi karena gereja ini hancur akibat gempa bumi di tahun 1808, dan lokasinya sekarang menjadi Museum Wayang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Abad ke-17: Pelabuhan Sunda Kelapa dengan kesibukan pelayaran di latar depan, jalur keluar masuk kapal dan perahu di kanan-tengah, serta pemandangan ke arah kota Jakarta saat itu
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Karya Cornelis de Bruyn, 1714: Pemandangan ke pelabuhan Sunda Kelapa dengan menampilkan pegunungan di kawasan Bogor agak berlebihan dalam hal proporsi
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: abad ke-17, 1714, 1840
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: a.l. Cornelis de Bruyn
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Jumat, 07 Mei 2021

Empat lukisan Belanda tentang Aceh, Banda, Jawa, dan Palembang dari abad ke-17

Empat lukisan di bawah ini merupakan ilustrasi atas penjelajahan Belanda ke wilayah Nusantara di sekitar tahun 1610-1649. Kemungkinan gambar-gambar ini direproduksi di rentang waktu 1825-1874.

Menghadap Sultan Aceh
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Serangan Belanda di bawah pimpinan Van der Laan ke Palembang
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Adu ketangkasan berkuda di Jawa
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Jamuan makan di Banda dengan suguhan tarian perang
(klik untuk memperbesar | © AVS)


Waktu: abad ke-17
Tempat: Aceh, Palembang, Jawa, Banda
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: Edisi lain untuk gambar nomor 2.
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Rabu, 08 Maret 2017

Kapal-kapal VOC di abad ke-17 (lukisan)

Kapal Amsterdam dan Gouda menyerang kapal-kapal Portugis di Tidore, 1601.
(klik untuk memperbesar)
Kapal Grote Maan, Grote Zon, Morgenster, De Grote (Zeeuwsche Aelosu), dan de Jager di Selat Magelhaen tahun 1615 dalam perjalanan menuju Ternate di mana para kapal itu sampai di tahun 1616 dan tidak pernah meninggalkan Maluku lagi.
(klik untuk memperbesar)
Kapal Sas-van-Gent, Zaandijk, Edam, Zeehaan, dan Cochin dalam serangan VOC ke Seram, 1654.
(klik untuk memperbesar)
Waktu: abad ke-17
Tempat: Seram, Tidore, Selat Magelhaen
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Buku Dutch Ships in Tropical Waters - The Development of the Dutch East India Company (VOC) Shipping Network in Asia 1595-1660 karya Robert Parthesius.
Catatan:

Sabtu, 10 Agustus 2013