Tampilkan postingan dengan label sumur minyak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sumur minyak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Maret 2024

Dari sebuah album foto tentang pengeboran sumur minyak di Jawa, sekitar 1910 (2)

Dua foto dari sumur minyak; dengan dan tanpa orang berbaju putih
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sebagian proses pengangkutan pipa dilakukan dengan pedati sapi
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Warga sekitar yang mendapat tontonan baru berdatangan, sebagian dengan pakaian yang biasa dikenakan di acara istimewa
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: sekitar 1910
Tempat: Jawa (Cepu?)
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 10 Maret 2024

Dari sebuah album foto tentang pengeboran sumur minyak di Jawa, sekitar 1910 (1)

Sumur minyak dengan konstruksi yang masih didominasi kayu dan bambu
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Lima pria Belanda yang mengelola pendirian sumur minyak
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Pekerja lokal mengangkut pipa besi dengan kekuatan manusia
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: sekitar 1910
Tempat: Jawa (Cepu?)
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 30 Maret 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (16)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


47. Kilang minyak di Balikpapan
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
48. Sumur minyak di Suban Jeriji, Muara Enim
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
50. Tambang timah di Bangka
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
52. Kawasan pecinan Pintu Kecil, Jakarta
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
53. Taman Wilhelmina di Jakarta (sekarang kawasan Mesjid Istiqlal)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
54. Salah satu gerbang menuju Keraton Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Balikpapan, Muara Enim, Bangka, Jakarta, Jakarta, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 48 pernah dimuat di posting ini.

Rabu, 17 Februari 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album V: Dari wilayah Aceh

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Beberapa foto tampaknya sangat populer, sehingga ia muncul di lebih dari satu album; blog ini akan menampilkan pengulangan foto seperti ini.


Kutaraja: Masjid Raya Baturrahman dan pohon Kohler (atas);
Vredespark sekarang Taman Sari (bawah)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Rantau Panjang (Peureulak): Sumur minyak dan gas bumi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Rantau Panjang (Peureulak): Pembuatan kaleng minyak (atas);
pengisian minyak ke kaleng (bawah)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Aceh Tamiang: Kuala Simpang (atas);
pasar di Binjai (bawah)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sabang: Pelabuhan (atas); kapal pos pengangkut tembakau ke Belanda (bawah)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Tahun terbit album: antara 1903 dan 1920 (foto-foto bisa jadi lebih tua lagi)
Tempat: Aceh (Binjai, Kuala Simpang, Kutaraja, Rantau Panjang, Sabang)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Josef Kleingrothe
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 13 September 2020

Kartu pos kuno tentang berbagai daerah

1900-1904: Sumur minyak di Kalimantan Timur
(klik untuk memperbesar | © Rob. Hennemann & Co. / AVS)

1900-1904: Perkampungan warga Bali di Lombok
(klik untuk memperbesar | © Gebr. van Straaten / AVS)

1920-1929: Borobudur
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Kampung Ketang, Manado
(klik untuk memperbesar | © Gebr. Que / AVS)

Waktu: antara 1900 dan 1904 (nomor 1 & 2), 1920 dan 1929 (nomor 3)
Tempat: Kalimantan Timur, Lombok, Magelang, Manado
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar/foto: Rob. Hennemann & Co. / Gebr. van Straaten / ? / Gebr. Que
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Minggu, 14 April 2019

Wajah industri di Nusantara di awal abad ke-20

Mencoba cita rasa teh di pabrik teh; antara 1880-1910
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Para wanita pekerja pabrik teh; antara 1880-1910
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
1915: Sumur minyak di Suban Jeriji, Muara Enim
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
1934: Pabrik karet
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Tambang timah di Belitung
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: 1880-1910, 1915, 1920, 1934
Tempat: Jawa, Muara Enim, Belitung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:


UPDATE 5 Juli 2019

Foto dari sebuah pabrik tapioka di Jawa Barat, sekitar tahun 1920. Kita lihat bahwa mesinnya digerakkan oleh tenaga manusia, melalui goesan lelaki yang duduk persis di bawah atap.
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Sabtu, 27 September 2014

Pengilangan minyak di Jawa di sekitar tahun 1900

Panolan (Blora)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Cepu
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Wonokromo
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Cepu
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Panolan (Blora)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: sekitar 1900
Tempat: Blora, Cepu, Wonokromo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: O. Kurkdjian
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Kamis, 18 April 2013

Jepang menguasai sumur minyak Balikpapan

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 1940-an
Tempat: Balikpapan
Tokoh:
Peristiwa: Jepang mengoperasikan kembali sebuah sumur minyak di Balikpapan yang ditinggalkan Belanda
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: forum.axishistory.com
Catatan: