Tampilkan postingan dengan label Masjid Raya Baiturrahman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masjid Raya Baiturrahman. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 April 2025

Dari Papua sampai ke Aceh: Nusantara dalam sketsa keluaran tahun 1883 (13)

Pelabuhan Ulee Lheue di Aceh
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, beserta denahnya
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sebuah kawasan pemukiman di Ulee Lheue, Aceh
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Tentara Belanda di Pantai Perak, Aceh
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lihat juga posting 1, 2, dan 3 sebelum ini.

Senin, 23 Mei 2022

Sepuluh foto dari "Atjeh-Album" karya perwira Belanda S. Bonga keluaran tahun 1889 (2)

Dari NGA

Masjid Raya Baiturrahman dan pohon Kohler
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Rangkaian artileri di Kutaraja; yang beroda merupakan senjata Belanda, yang tanpa roda adalah meriam perungu Aceh yang dikuasai Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tempat tinggal untuk 4 letnan Belanda di Kutaraja, di area yang disebut "kawasan Surabaya"
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Dari Universiteit Leiden

(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1889 atau sebelumnya
Tempat: Kutaraja
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia | Universiteit Leiden
Catatan:

Selasa, 08 Februari 2022

Dari sebuah album Woodbury & Page tentang Aceh di sekitar tahun 1887 (10)

Sebuah kesatuan KNIL di depan benteng, lengkap dengan meriam, persenjataan, bahkan tandu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tampak dalam Masjid Raya Baiturrahman
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan area pemukiman warga Belanda di Kutaraja
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang pemudi Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang pemuda Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1887
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury & Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 29 Januari 2022

Dari sebuah album Woodbury & Page tentang Aceh di sekitar tahun 1887 (5)

Masjid Raya Baiturrahman, ketika baru memiliki satu kubah (dan tanpa minaret?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pasar di Kutaraja
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gedung societeit tempat warga Belanda berkumpul
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gunongan (kiri) dan makam Sultan Iskandar Thani (kanan)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gerbang masuk ke area Keraton Kesultanan Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1887
Tempat: Kutaraja
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury & Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 25 Januari 2022

Dari sebuah album Woodbury & Page tentang Aceh di sekitar tahun 1887 (3)

Gampong Ulee Lheue
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawasan niaga di Peunayong
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perumahan warga Belanda di Kutaraja
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Krueng Aceh dengan Masjid Raya Baiturrahman di latar tengah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pabrik es batu, kemungkinan di Kutaraja
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1887
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury & Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 13 Oktober 2021

Dari album foto C.B. Nieuwenhuis tentang Aceh dan Minangkabau di sekitar tahun 1900 (5)

Bagian dalam Masjid Raya Baiturrahman, sekitar 1890
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Indrapuri
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kompleks pemakaman warga Belanda di Kutaraja
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Bivak KNIL di Lambaro, sekitar 1885
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Benteng Belanda di Cot Goe, sekitar 1885
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1885, 1890, 1900
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Benjamin Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 11 Oktober 2021

Dari album foto C.B. Nieuwenhuis tentang Aceh dan Minangkabau di sekitar tahun 1900 (4)

Seorang pemuka warga Leuhong, Aceh, bergelar Wakil Yusuf, bersama pengiringnya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang perempuan Aceh menenun, dikelilingi seorang pria dan beberapa anak-anak
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Masjid Raya Baiturrahman, sekitar 1892-1898
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tari Seudati, sekitar 1898
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Bivak pasukan KNIL di Pedir
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tari Seudati
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar tahun 1898
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Benjamin Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 17 Februari 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album V: Dari wilayah Aceh

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Beberapa foto tampaknya sangat populer, sehingga ia muncul di lebih dari satu album; blog ini akan menampilkan pengulangan foto seperti ini.


Kutaraja: Masjid Raya Baturrahman dan pohon Kohler (atas);
Vredespark sekarang Taman Sari (bawah)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Rantau Panjang (Peureulak): Sumur minyak dan gas bumi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Rantau Panjang (Peureulak): Pembuatan kaleng minyak (atas);
pengisian minyak ke kaleng (bawah)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Aceh Tamiang: Kuala Simpang (atas);
pasar di Binjai (bawah)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sabang: Pelabuhan (atas); kapal pos pengangkut tembakau ke Belanda (bawah)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Tahun terbit album: antara 1903 dan 1920 (foto-foto bisa jadi lebih tua lagi)
Tempat: Aceh (Binjai, Kuala Simpang, Kutaraja, Rantau Panjang, Sabang)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Josef Kleingrothe
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 22 Januari 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album IV: Kutaraja dan pelabuhan Sabang

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Beberapa foto tampaknya sangat populer, sehingga ia muncul di lebih dari satu album; blog ini akan menampilkan pengulangan foto seperti ini.


Kutaraja d.ki.k.ka.: Hotel, pohon Kohler, Masjid Raya Baiturrahman
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kutaraja: Vredespark, cikal bakal Taman Sari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pelabuhan Sabang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sabang: Kapal uap pos mengangkut tembakau untuk dibawa ke Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Tahun terbit album: antara 1903 dan 1920 (foto-foto bisa jadi lebih tua lagi)
Tempat: Kutaraja, Sabang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Josef Kleingrothe
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 26 Agustus 2020

Kartu pos kuno tentang Aceh

1900-1904: Bivak Belanda di Samalanga, Bireuen
(klik untuk memperbesar | © C. Nieuwenhuis / AVS)
1901: Kartu pos bergambar bivak Belanda di Lamjamu, dan Panglima Tibang
(klik untuk memperbesar | © AVS)
1903: Kartu pos bergambar pastor Henricus Christiaan Verbraak, rohaniawan yang mendampingi prajurit Belanda semasa Perang Aceh dari tahun 1874 hingga 1899, dan tampaknya itu a.l. yang menyematkan tanda jasa di dadanya.
(klik untuk memperbesar | © AVS)
1905-1919: Konvoi logistik KNIL berisi bahan makanan dari Indrapuri semasa Perang Aceh
(klik untuk memperbesar | © Jean Demmeni / AVS)
1905-1919: Pintu masuk keraton di dekat jembatan Peunayong
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Masjid Raya Baiturrahman
(klik untuk memperbesar | © Tio Tek Hong / AVS)
1900-1904: Ini kasus menarik. Kartu pos ini ngakunya Groet uit Atjeh (salam dari Aceh) dan dicetak di Kutaraja oleh studio Reicher & Co. Tapi gambar yang disebut Chineesche Gebauw (bangunan Tionghoa) jelas-jelas mesjid; yang kiri atas adalah Masjid Agung Palembang, yang di bawahnya kemungkinan mesjid yang sama tetapi dalam tahap pemugaran dan pengembangan. Tampaknya jualan informasi yang ngawur sudah ada sejak zaman dulu.
(klik untuk memperbesar | © Reicher & Co / AVS)

Waktu: 1901, 1903, 1904, 1919
Tempat: Aceh (catatan: kartu pos bergambar pastor Verbraak dikirim dari Padang)
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar/foto: C. Nieuwenhuis; Jean Demmeni; Reicher & Co; Tio Tek Hong
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: (1) Link di deskripsi kartu pos, jika ada, adalah tautan ke posting terkait di blog ini yang pernah muncul sebelumnya. (2) Patung pastor H.C. Verbraak masih berdiri di Taman Maluku di Bandung. (3) Kartu pos tentang Masjid Agung Palembang akan dimuat pada tanggal 27 September 2020.