Tampilkan postingan dengan label Robert Mansergh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Robert Mansergh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Januari 2026

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1946
Tempat: Surabaya
Tokoh: Jenderal Robert Mansergh (Panglima Sekutu untuk wilayah Hindia-Belanda)
Peristiwa: Robert Mansergh memimpin kedatangan pasukan Sekutu ke Indonesia setelah Jepang kalah perang. Kehadiran pasukan Inggris setelah proklamasi kemerdekaan ini menyulut beberapa pertempuran dengan konflik paling dasyhat terjadi di Surabaya di bulan November 1945. Setelah peristiwa ini Mansergh melepas jabatan lapangannya dan kembali ke Inggris untuk menerima jabatan di belakang meja, sebelum kemudian kembali memegang pimpinan teritorial di Hong Kong.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 06 November 2024

Van Mook di Jakarta, Agustus/September 1946

25 Agustus 1946: Van Mook (bertolak pinggang) bersama Jenderal Mansergh (tengah) menyambut kedatangan diplomat Inggris Lord Killearn yang akan menjadi salah satu penengah dalam perundingan Linggajati
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
25 Agustus 1946: Van Mook berbincang bersama Lord Killearn dengan disaksikan Jenderal Mansergh, kemungkinan di landasan Kemayoran
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
September 1946: Van Mook duduk di samping mantan PM Belanda Willem Schermerhorn yang sedang berbicara, kemungkinan di sebuah acara terkait perundingan Linggajati. Di depan tampak sebuah papan nama dari kertas bertuliskan "Mr. Soetan Sjahrir". Kelak 20 tahun kemudian ketika Soetan Sjahrir wafat di luar negeri setelah "diasingkan" oleh Soekarno, Schermerhorn menjadi salah satu pelayat yang memberikan hormat kepada jenazah Sjahrir ketika disemayamkan di Belanda.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)


Waktu: Agustus/September 1946
Tempat: Jakarta
Tokoh: 

Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Edisi lain dari foto pertama pernah dimuat di posting ini.

Senin, 04 November 2024

Kedatangan kembali Van Mook ke Jakarta setelah konsultasi di Belanda dan Inggris mengenai nasib Indonesia, 8 Mei 1946

Van Mook turun dari pesawat yang membawanya ke Kemayoran
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Mook disalami oleh Mr. Blom yang menyambutnya bersama Jenderal Spoor (kanan)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jenderal Mansergh (kiri) dan Komodor Udara Cecil Alfred Stevens (tengah) dari militer Inggris menyambut Van Mook di landasan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Mook (paling kiri) berbincang bersama para petinggi sipil Belanda: Count van Bijlandt, Mr. Blom, dan Baron van Asbeck
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 8 Mei 1946
Tempat: bandara Kemayoran, Jakarta
Tokoh: Peristiwa: Aspirasi kemerdekaan rakyat Indonesia beserta adu diplomasi dan pertikaian bersenjata yang menyertainya, yang juga melibatkan militer Inggris, membuat Van Mook harus terbang ke Belanda dan Inggris untuk berkonsultasi. Kedatangannya kembali ke Jakarta setelah konsultasi di Eropa disambut oleh para petinggi Belanda dan perwira tinggi militer Inggris yang saat itu masih ditugaskan Sekutu untuk memegang kendali keamanan di Jawa.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 01 Oktober 2024

Pertempuran Surabaya, Oktober-November 1945 (1)

Pasukan Inggris asal Hindia membongkar blokade jalanan yang sebelumnya dipasang para pejuang kemerdekaan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jenderal Robert Mansergh (kanan) datang langsung ke Surabaya untuk meninjau situasi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Letkol A.T. Boott, komandan Brigade IX Divisi Hindia V, mengamati peta lokasi konflik di balik gundukan karung perlindungan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para petinggi militer Inggris di Surabaya, d.ki.k.ka.: Jenderal Robert Mansergh, Brigadir A.G. Maclain, Jenderal Sir Philip Christison, Komandan Sayap E.N. Constable -Maxwel
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tentara Inggris mencoba menahan panasnya Surabaya dengan buka baju dan minum
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)


Waktu: Oktober-November 1945
Tempat: Surabaya
Tokoh:

  • Jenderal Robert Mansergh (Panglima Sekutu untuk wilayah Hindia-Belanda)
  • Jenderal Sir Philip Christison (Panglima Sekutu untuk wilayah Asia Tenggara); salah satu tokoh yang terlibat pertempuran Surabaya, dikritik pihak Belanda karena dianggap terlalu mengakomodasi para pejuang kemerdekaan Indonesisa

Peristiwa: Beberapa foto dari peristiwa di sekitar pertempuran antara para pejuang kemerdekaan di wilayah Surabaya melawan pasukan Inggris, di antaranya dari kesatuan asal jazirah Hindia, yang berlangsung di bulan Oktober dan November 1945.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 23 Juni 2024

Petinggi sipil dan militer Inggris di Jakarta, 1946

Jenderal Miles Dempsey (kiri), Jenderal Philip Christison (membelakangi kamera), dan Komodor Udara C.A. Stevens (kanan)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jenderal Mansergh dan Lord Killearn memeriksa pasukan Belanda (yang kemungkinan menyambut kedatangan Killean di bandara)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Lord Killearn dan Jenderal Mansergh
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)


Waktu: 1946
Tempat: Jakarta
Tokoh:

  • Jenderal Sir Philip Christison (Panglima Sekutu untuk wilayah Asia Tenggara); salah satu tokoh yang terlibat pertempuran Surabaya, dikritik pihak Belanda karena dianggap terlalu mengakomodasi para pejuang kemerdekaan Indonesisa
  • Jenderal Robert Mansergh (Panglima Sekutu untuk wilayah Hindia-Belanda)
  • Jenderal Sir Miles Christopher Dempsey (Panglima Inggris untuk wilayah Malaya)
  • Lord Killearn (Miles Wedderburn Lampson, diplomat Inggris); datang ke Jakarta untuk turut membidani Perjanjian Linggarjati

Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 21 November 2021

Beberapa foto tentang Van Mook dari tahun 1945-1946

Jakarta, 17 Oktober 1945: Van Mook bersama para wartawan perang Sekutu
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Jakarta, Januari 1946: Van Mook (kiri) menyambut kedatangan Archibald Kerr, dengan disaksikan oleh Jenderal Philip Christison
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Jakarta, 25 Agustus 1946: Van Mook (kiri) menyambut kedatangan Lord Killearn (kanan) dengan disaksikan Jenderal Robert Mansergh (tengah)
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Pangkalpinang, Oktober 1946: Van Mook (tengah) dan Kolonel KNIL Abdulkadir Widjojoatmodjo (nomor 2 dari kanan Van Mook) dalam sebuah pertemuan
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1945 dan 1946
Tempat: Jakarta, Pangkalpinang (Bangka)
Tokoh: Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: