Tampilkan postingan dengan label 1907. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1907. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Juni 2023

Wajah masyarakat Jawa dalam jepretan Kassian Céphas di sekitar penghujung abad ke-19 (2)

~1907: Penjual sate dan pembeli
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Edisi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1880: Perempuan Jawa menyiapkan adonan (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1880: Lelaki Jawa main ceki
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1880: Kemungkinan para pecandu
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1880, 1907
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Kassian Céphas
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 06 Oktober 2021

Gubernur Jenderal Joannes Benedictus van Heutsz dalam perjalanan mobil dari Jakarta ke Bandung, 1907

Ketika industri otomotif dunia mulai, kawasan Hindia-Belanda termasuk relatif cepat mendapatkan kereta bermotor. Mobil-mobil dipasok untuk para pembesar Belanda hingga ke para pemilik perkebunan di berbagai pelosok. Salah satu importir mobil di Hindia-Belanda adalah Verwey & Lugard, yang tampaknya mendatangkan mobil Fiat ke Jakarta a.l. untuk Gubernur Jenderal Van Heutsz.

Dalam foto di bawah tampak Van Heutsz, yang oleh sejarah Indonesia lebih dikenang dalam kaitan dengan Perang Aceh, duduk di mobil terdapan di kursi belakang kanan. Di sebelahnya seorang perwira artileri bernama C.M. Kan. Salah satu pendiri Verwey & Lugard, J.F. Verwey langsung menyetiri mobil ini; didampingi oleh Th. A.A. Faubel, seorang perwakilan Verwey & Lugard. Mobil kedua kemungkinan diisi oleh istri Van Heutsz.

Menarik untuk dicatat adalah seorang warga lokal di paling kanan foto. Dia, kemungkinan duduk atau jongkok di pijakan mobil, bertugas untuk membunyikan klakson.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: Agustus 1907
Tempat: Jawa Barat
Tokoh: Joannes Benedictus van Heutsz (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda)
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Verwey & Lugard
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Kamis, 02 Juli 2020

Pejabat Belanda, pembesar Tionghoa, dan pemuka warga Palembang di awal abad ke-20

1907: Pemuka warga Palembang dengan pakaian tradisional
(klik untuk memperbesar | © C. Nieuwenhuis / NGA)

21 Agustus 1923(?): Kemungkinan di sebuah acara pembukaan sebuah fasilitas
(klik untuk memperbesar | © Tjioe Kian Hoeat / NGA)

21 Agustus 1923(?): Kemungkinan di sebuah acara pembukaan sebuah fasilitas
(klik untuk memperbesar | © Tjioe Kian Hoeat / NGA)

21 Agustus 1923(?): Kemungkinan di sebuah acara pembukaan sebuah fasilitas
(klik untuk memperbesar | © Tjioe Kian Hoeat / NGA)

1924: Raden Haji Abdulroni
(klik untuk memperbesar | © M.A. Yamato / NGA)

Waktu:  1907, 1923, 1924
Tempat:  Palembang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:  C. Nieuwenhuis / M.A. Yamato / Tjioe Kian Hoeat
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 02 Agustus 2019

Minggu, 20 Mei 2018

Budi daya kina di Jawa Barat pada awal abad ke-20

1907
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
1923
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Cinyiruan, 1931
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1907, 1923, 1931
Tempat: Jawa Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Jumat, 04 Desember 2015

Sastrawan indo asal Pekalongan, Maria Dermoût, di tahun 1907

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: kemungkinan 1907
Tempat: Jawa (?)
Tokoh: Maria Dermoût (nama asli: Helena Anthonia Maria Elisabeth Ingerman; sastrawan indo asal Pekalongan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Selasa, 05 Maret 2013

Wajah wanita Jawa hasil jepretan Eliza Ruhamah Scidmore

(klik untuk memperbesar)

Waktu: April 1907
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Eliza Ruhamah Scidmore
Sumber / Hak cipta: National Geographic Society / Corbis
Catatan:
1. Eliza Ruhamah Scidmore adalah wanita pertama yang berhasil masuk sebagai board member dari National Geographic Society. Tahun 1897 dia menulis bukunya "Java, the Garden of the East" yang berisi kisah perjalanan dia ke Pulau Jawa. Jika foto-foto di atas berasal dari perjalanan ini, berarti dokumen ini berasal dari tahun 1897 atau sebelumnya, bukan 1907 seperti yang diinformasikan Corbis; kecuali tentunya jika Eliza mengunjungi Jawa lagi di tahun 1907.
2. Karya-karya Eliza, termasuk tentang petualangannya di Jawa, bisa dibaca atau diunduh dari Internet Archive.
3. Bandingkan foto kedua dengan ilustrasi yang dimuat di halaman 53 dari buku Eliza sbb.:
(klik untuk memperbesar)


UPDATE 5 Juli 2020: Foto pertama akan dimuat ulang dalam ukuran yang lebih besar pada tanggal 21 Juli 2020.