Tampilkan postingan dengan label akhir abad ke-19. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akhir abad ke-19. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Desember 2024

Kompilasi berwarna dari berbagai gambar dan foto yang digabungkan (3)

Di penghujung abad ke-19 ada usaha dari pihak-pihak Belanda dan pihak lain untuk memperkenalkan wajah Hindia-Belanda dengan cara yang diharapkan menarik minat banyak khalayak: Dari sekian banyak foto hitam putih, yang sebagiannya sudah pernah dimunculkan di blog ini, pihak-pihak ini mengumpulkannya, menggambar ulang dengan tangan, mewarnainya, dan menggabungkannya dengan bahan dari foto lain. Hasilnya adalah semacam kompilasi yang akan dimunculkan di seri ini.
Pengadilan desa di Jawa, pewarnaan dari foto yang pernah dimuat di posting ini
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Wajah-wajah kaum pria di Nusantara: 1. pemuka warga Sumatera bagian utara, 2. pria Aceh, 3. warga Padang, 4. warga Minangkabau, 5. tetua warga Pasemah, 6. pria Nias dalam pakaian perang, 7. kuli angkut di kalangan warga Dayak, 8. pemuka warga Timor, 9. pria Arafura dalam pakaian perang, 10. lelaki Bali, 11. pria Papua
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Wajah-wajah kaum wanita di Nusantara: 1. pengantin Jawa, 2. perempuan Jawa, 3. wanita Pasundan, 4. perempuan Madura, 5. warga Payakumbuh, 6. warga Minangkabau dari kawasan Gunung Merapi, 7. perempuan Payakumbuh, 8. wanita Singgalang, 9. pemuka warga Nias, 10. budak dari Batak, 11. anak perempuan dari seorang raja Batak, 12. wanita Bali, 13. perempuan Dayak
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: akhir abad ke-19
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 23 Desember 2024

Kompilasi berwarna dari berbagai gambar dan foto yang digabungkan (2)

Di penghujung abad ke-19 ada usaha dari pihak-pihak Belanda dan pihak lain untuk memperkenalkan wajah Hindia-Belanda dengan cara yang diharapkan menarik minat banyak khalayak: Dari sekian banyak foto hitam putih, yang sebagiannya sudah pernah dimunculkan di blog ini, pihak-pihak ini mengumpulkannya, menggambar ulang dengan tangan, mewarnainya, dan menggabungkannya dengan bahan dari foto lain. Hasilnya adalah semacam kompilasi yang akan dimunculkan di seri ini.
Empat penari Bedhaya dengan iringan gamelan
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sebuah gambar yang diberi judul "ras Melayu" dengan menampilkan dua lelaki Dayak, seorang ulama, dan sepasang orang Jawa [serta seorang petani duduk di belakang], yang merupaka kompilasi dari a.l. lukisan yang pernah dimuat di sini, sini, dan sini.
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Edisi lain dari gambar pertama
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: akhir abad ke-19
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 21 Desember 2024

Kompilasi berwarna dari berbagai gambar dan foto yang digabungkan (1)

Di penghujung abad ke-19 ada usaha dari pihak-pihak Belanda dan pihak lain untuk memperkenalkan wajah Hindia-Belanda dengan cara yang diharapkan menarik minat banyak khalayak: Dari sekian banyak foto hitam putih dan gambar berwarna, yang sebagiannya sudah pernah dimunculkan di blog ini, pihak-pihak ini mengumpulkannya, menggambar ulang dengan tangan, mewarnainya, dan menggabungkannya dengan bahan dari foto lain. Hasilnya adalah semacam kompilasi yang akan dimunculkan di seri ini.
Sebuah grup ronggeng.
Kompilasi dari dua gambar lain yang pernah dimuat di sini dan sini.
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Kaum pria di Jawa: 1. bupati, 2. priyayi, 3. orang Sunda, 4. kuli Sunda, 5. pemuka warga Madura, 6.  petani, 7. ulama, 8. abdi dalem
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Edisi lain dari gambar di atas.
Ini merupakan kompilasi a.l. dari gambar yang pernah dimuat di sini, sini, dan sini.
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Edisi lain dari gambar pertama
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: akhir abad ke-19
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 09 Desember 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam foto studio: Studio Salzwedel, Surabaya (1)

Sepasang kulit putih
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Antara 1878-1884: Seorang wanita Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Antara 1878-1884: Seorang pria Belanda bercambang lebat
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Herman Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 07 Desember 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam foto studio: Studio Kurkdjian, Surabaya (2)

~1895: Seorang wanita Belanda bertopi bunga
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Akhir abad ke-19: Seorang perempuan Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: Akhir abad ke-19 (a.l. 1895)
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Onnes Kurkdjian
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 05 Desember 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam foto studio: Studio Kurkdjian, Surabaya (1)

Kemungkinan seorang anak campuran Belanda-Indonesia
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seoang pria Belanda berkumis baplang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Onnes Kurkdjian
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 03 Desember 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam foto studio: Studio Koene, Jakarta (3)

Akhir abad ke-19: Seorang pria Belanda bersama istri (?) yang berwajah lokal
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1895: Seorang perwira KNIL
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1897: Seorang wanit Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19 (a.l. 1895, 1897)
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Koene & Co; Studio Koene & Büttinghausen
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 29 November 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam foto studio: Studio Koene, Jakarta (1)

Penghujung abad ke-19: Seorang balita
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1890: Seorang prajurit KNIL
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Penghujung abad ke-19: Seorang wanita Belanda bernama Cecilia C. Salm
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: penghujung abad ke-19, 1890
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Koene & Co; Studio Koene & Büttinghausen
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 06 Mei 2023

Minangkabau di akhir abad ke-19 dalam jepretan Christiaan Benjamin Nieuwenhuis (6)

Christiaan Benjamin Nieuwenhuis adalah seorang prajurit KNIL menjelang akhir abad ke-19 yang kemudian beralih profesi menjadi juru foto. Awalnya di Batavia, Nieuwenhuis kemudian menekuni dunia fotografi ini di Padang hingga akhir hayatnya. Foto-foto berikut berasal dari sebuah koleksi atau seri yang khusus menampilkan hasil jepretan dari Minangkabau. Beberapa di antaranya sudah pernah ditampilkan di blog ini, beberapa lainnya baru kali ini. Selamat menikmati!
Air terjun di Lembah Anai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang wanita Belanda berkebaya dan payung ditemani dua warga lokal di Air Putih
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga Koto Gadang di bawah pohon beringin
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Mesjid di Bukittinggi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19 (atau sekitar 1900)
Tempat: Minangkabau
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Benjamin Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Edisi lain dari foto nomor 1 pernah dimuat di posting ini; nomor 2 di posting ini; nomor 3 di posting ini; nomor 4 di posting ini.

Kamis, 04 Mei 2023

Minangkabau di akhir abad ke-19 dalam jepretan Christiaan Benjamin Nieuwenhuis (5)

Christiaan Benjamin Nieuwenhuis adalah seorang prajurit KNIL menjelang akhir abad ke-19 yang kemudian beralih profesi menjadi juru foto. Awalnya di Batavia, Nieuwenhuis kemudian menekuni dunia fotografi ini di Padang hingga akhir hayatnya. Foto-foto berikut berasal dari sebuah koleksi atau seri yang khusus menampilkan hasil jepretan dari Minangkabau. Beberapa di antaranya sudah pernah ditampilkan di blog ini, beberapa lainnya baru kali ini. Selamat menikmati!
Salah satu sudut kota Padang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Lembah Harau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Lembah Anai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Lembah Anai
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19 (atau sekitar 1900)
Tempat: Minangkabau
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Benjamin Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 2 pernah dimuat di posting ini dan ini; nomor 4 di posting ini.

Selasa, 02 Mei 2023

Minangkabau di akhir abad ke-19 dalam jepretan Christiaan Benjamin Nieuwenhuis (4)

Christiaan Benjamin Nieuwenhuis adalah seorang prajurit KNIL menjelang akhir abad ke-19 yang kemudian beralih profesi menjadi juru foto. Awalnya di Batavia, Nieuwenhuis kemudian menekuni dunia fotografi ini di Padang hingga akhir hayatnya. Foto-foto berikut berasal dari sebuah koleksi atau seri yang khusus menampilkan hasil jepretan dari Minangkabau. Beberapa di antaranya sudah pernah ditampilkan di blog ini, beberapa lainnya baru kali ini. Selamat menikmati!
Masjid Jami Taluk, Bukittinggi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Air terjun di Lembah Anai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu pesisir di Padang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan Teluk Bayur, Padang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Danau Singkarak
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19 (atau sekitar 1900)
Tempat: Minangkabau
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Benjamin Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:  Edisi lain dari foto nomor 1 pernah dimuat di posting ini.

Minggu, 30 April 2023

Minangkabau di akhir abad ke-19 dalam jepretan Christiaan Benjamin Nieuwenhuis (3)

Christiaan Benjamin Nieuwenhuis adalah seorang prajurit KNIL menjelang akhir abad ke-19 yang kemudian beralih profesi menjadi juru foto. Awalnya di Batavia, Nieuwenhuis kemudian menekuni dunia fotografi ini di Padang hingga akhir hayatnya. Foto-foto berikut berasal dari sebuah koleksi atau seri yang khusus menampilkan hasil jepretan dari Minangkabau. Beberapa di antaranya sudah pernah ditampilkan di blog ini, beberapa lainnya baru kali ini. Selamat menikmati!
Monumen Michiels di Padang yang didirikan di tahun 1855 dan kemudian dihancurkan Jepang semasa Perang Dunia II
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah delman di dekat terowongan Lembah Anai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jembatan besi di atas Batang Ombilin
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu sudut Ngarai Sianok
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Anak-anak dan perempuan Minang di Kinari, Solok
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19 (atau sekitar 1900)
Tempat: Minangkabau
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Benjamin Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: 

Jumat, 28 April 2023

Minangkabau di akhir abad ke-19 dalam jepretan Christiaan Benjamin Nieuwenhuis (2)

Christiaan Benjamin Nieuwenhuis adalah seorang prajurit KNIL menjelang akhir abad ke-19 yang kemudian beralih profesi menjadi juru foto. Awalnya di Batavia, Nieuwenhuis kemudian menekuni dunia fotografi ini di Padang hingga akhir hayatnya. Foto-foto berikut berasal dari sebuah koleksi atau seri yang khusus menampilkan hasil jepretan dari Minangkabau. Beberapa di antaranya sudah pernah ditampilkan di blog ini, beberapa lainnya baru kali ini. Selamat menikmati!
Delman dengan latar belakang Ngarai Sianok
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga Minang di Ngarai Sianok
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Danau Maninjau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga Minang di Danau Maninjau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Batang Ombilin
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19 (atau sekitar 1900)
Tempat: Minangkabau
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Benjamin Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Edisi lain dari foto nomor 1 pernah dimuat di posting ini dan ini; nomor 2 dan 5 di posting ini.

Rabu, 26 April 2023

Minangkabau di akhir abad ke-19 dalam jepretan Christiaan Benjamin Nieuwenhuis (1)

Christiaan Benjamin Nieuwenhuis adalah seorang prajurit KNIL menjelang akhir abad ke-19 yang kemudian beralih profesi menjadi juru foto. Awalnya di Batavia, Nieuwenhuis kemudian menekuni dunia fotografi ini di Padang hingga akhir hayatnya. Foto-foto berikut berasal dari sebuah koleksi atau seri yang khusus menampilkan hasil jepretan dari Minangkabau. Beberapa di antaranya sudah pernah ditampilkan di blog ini, beberapa lainnya baru kali ini. Selamat menikmati!
Padang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah jembatan kereta, lokomotif dengan gerbong, kemungkinan di Lembah Anai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Teluk Bayur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Rumah gadang dengan rangkiang di Kampugn Kapau, Bukittinggi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ngarai Sianok
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19 (atau sekitar 1900)
Tempat: Minangkabau (Bukittinggi, Lembah Anai, Padang)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Benjamin Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: