Tampilkan postingan dengan label Solo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Solo. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Juni 2026

Penjaga Kori Kamandungan di Keraton Solo, dan Candi Borobudur

Penjaga gerbang masuk Keraton Solo, dengan latar belakang sebuah cermin besar tempat orang berkaca diri sebelum masuk ke kediaman sultan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: ?
Tempat: Solo (atas), Magelang (bawah)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 19 Maret 2026

Alun-alun Keraton Solo di tahun 1948

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: April 1948
Tempat: Surakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 27 Juni 2025

Sebuah rangkaian foto tentang berbagai tari Jawa di kalangan keraton, keluaran tahun 1925 (8)

67. Tari Kapang-kapang di Solo, yang merupakan bagian awal dari tari Serimpi
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Tari Bedhaya di Solo: 68. posisi sembah, 69. sesudah sembah
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
70. Tari Bedhaya di Solo
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
71. Tari Serimpi di Solo
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Dua postur penari Serimpi: 72. posisi Garuda, 73. menghadapi lawan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1925
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 21 Juni 2025

Sebuah rangkaian foto tentang berbagai tari Jawa di kalangan keraton, keluaran tahun 1925 (5)

40. Angkawijaya dalam posisi sebelum tarian di mulai (gaya Jogja)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
41. Posisi sebelum tarian di mulai (gaya Solo)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
42. Pregiwa menghibur Pregiwati (posisi duduk)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
43. Pregiwa menghibur Pregiwati (posisi berdiri)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
44 dan 45. Perkelahian antara Srikandi dan Larasati
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1925
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Jumat, 13 Juni 2025

Sebuah rangkaian foto tentang berbagai tari Jawa di kalangan keraton, keluaran tahun 1925 (1)

9 & 10: Dua adegan dari pertunjukan wayang orang di Keraton Solo
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Dua pose dari tari Klana perempuan; 11: atur-atur, 12: atrap jamang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Dua pose dari tari Klana perempuan; 13: dolanan sonder (?), 14: dolanan supe (?)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Empat gerak dasar tangan dan jari; 15: ngruji, 16: ngepel, 17: nyempurit, 18: ngithing
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
19. Memantau ke kejauhan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1925
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 03 Februari 2024

Foto bersama warga Jawa dengan orang Belanda

Solo, antara 1915 dan 1920, di depan bangunan yang kelak menjadi Museum Radya Pustaka; …
(klik untuk memperbesar | © NGA)
… kemungkinan di bagian lain dari bangunan yang sama (dua wanita Belanda di foto pertama muncul lagi di foto ini)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah foto bersama di tahun 1926
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: antara 1915-1920, 1926
Tempat: Jawa (a.l. Solo)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio L. Keng Meng (foto pertama dan kemungkinan juga nomor 2)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Studio "L. Keng Meng" juga disebut "L. King Ming" atau "L. King Meng"

Minggu, 28 Januari 2024

GKR Timur, istri Mangkunegara VII, bersama tamu Eropa

GKR Timur (duduk ketiga dari kiri) bersama para tamu di Pura Mangkunegaran Solo …
(klik untuk memperbesar | © NGA)
… dan bersama para abdi dalem dan pemain wayang orang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: tidak ada keterangan, kemungkinan 1930-an
Tempat: Solo
Tokoh: Gusti Kanjeng Ratu Timur (salah satu istri dari Mangkunegara VII, puteri dari Sultan Hamnegkubuwono VII)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 14 Januari 2024

Wajah penghuni Hindia-Belanda: Pesta dan perayaan

1926: Sebuah pesta di Bondowoso
(klik untuk memperbesar | © NGA)
28 Januari 1918: Sebuah pesta di Solo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1922: Sebuah perayaan 50 tahun di Solo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah perayaan yang dihadiri a.l. oleh warga Belanda, Jawa, dan Tionghoa
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1918, 1922, 1926
Tempat: Jawa (a.l. Bondowoso, Solo)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Promemoria, Bondowoso (foto pertama); Studio L. Keng Meng (foto nomor 2 dan 3)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Studio "L. Keng Meng" juga disebut "L. King Ming" atau "L. King Meng"

Rabu, 27 Desember 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam jepretan studio-studio foto Tionghoa (4)

Studio foto Keng Seng, Solo (Warung Pelem): Sebuah keluarga (campuran?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto Ong Lian Khaij, Pekalongan: Sepasang ningrat
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: tanpa keterangan
Tempat: Pekalongan, Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio foto Keng Seng, Ong Lian Khaij
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 23 Desember 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam jepretan studio-studio foto Tionghoa (2)

Studio foto Keng Seng, Solo (Warung Pelem): Seorang wanita Belanda memegang kipas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto Gah Hin, Semarang: Seorang wanita Belanda mengendarai sepeda hias
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto Wah Seng, Makassar, 1913: Dua gadis (campuran?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1913
Tempat: Makassar, Semarang, Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio foto Keng Seng, Gah Hin, Wah Seng
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 23 Desember 2022

Dari album foto seorang anggota Keraton Kanoman Cirebon (2)

PENGANTAR

Di antara album foto yang dibeli National Gallery of Australia dari koleksi Leo Haks, ada sebuah buku foto yang oleh NGA diberikan keterangan singkat "Samsoedin Indonesian family album 1930 - 1933". Sepintas isi album ini memang foto-foto keluarga Indonesia, yang berisi gambar dari anak kecil hingga dewasa, ketika di rumah atau sedang bepergian. Si keluarga tampaknya lumayan berada. Mereka memiliki mobil dengan plat nomor D, memiliki anjing ras, dan Samsoedin ini memiliki kamera yang tampaknya dia gunakan untuk mengambil banyak foto yang ada di album ini. Kemudian keluarga ini banyak berpergian, keliling Jawa, ke Bali, ke Palembang, bahkan sampai ke Singapura.

Si penyusun foto memberikan beberapa catatan, sehingga kita masih bisa mengetahui tentang apa foto-foto ini. Di salah satu foto ada keterangan De Koninklijke familie Kanoman, atau "Keluarga Kerajaan Kanoman". Ini menimbulkan dugaan bahwa keluarga yang ditampilkan di album ini adalah keluarga Keraton Kanoman, Cirebon. Dugaan ini diperkuat dengan catatan Samsoedin di foto dia bersama kerabat lelakinya yang diberi catatan 't Kanoman-trio and little brothers. Akhirnya catatan dia di awal album yang menyebutkan namanya, dan nama tempat "Soerabaja", "Bandoeng", "Java", dan "Kanoman" makin mengukuhkan dugaan ini.

Album ini menjadi menarik karena menampilkan golongan berada Indonesia di tahun 1930-an: pakaiannya, pendidikannya, bahasa yang digunakan, kegiatannya, serta pertemanannya. Album ini juga ikut memperlihatkan tempat mana saja yang menjadi tujuan perjalanan atau wisata saat itu. Dari album ini kita juga melihat bahwa Samsoedin ini sangat senang memfoto anak kecil terutama keponakannya, dan dalam beberapa foto juga kaum perempuan termasuk ibu dan saudara-saudara wanitanya. Ada juga foto yang memperlihatkan kunjungan Dr. Khalid Sheldrake ke Bandung. Khalid, yang nama aslinya Bertram William, adalah filantrop Inggris yang masuk Islam dan sempat dinobatkan menjadi Raja Islamestan di wilayah Xinjiang, RRT, sekarang.


Keluarga Keraton Kanoman di tahun 1931: Samsoedin memperlihatkan ayahnya (Sultan Anom?), ibunya, dan saudara-saudaranya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Acara ulang tahun keponakan Samsoedin, anak dari Mochtar, yang bernama Otje
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman yang menunjukkan Samsoedin bersama teman-teman sekolahnya di MULO-C, saat lebaran 1931, serta bersama mobil dan anjing herder di 1933
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perjalanan Samsoedin bersama ayah, ibu, dan saudara a.l. ke Surabaya, Mojokerto, dan Pantai Popoh di Tulungagung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perjalanan Samsoedin bersama ayah, ibu, dan saudara mengunjungi Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon, serta acara sekaten di Solo dan Yogyakarta, di samping Pasar Gede dan Sriwedari, Solo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Keluarga Samsoedin di Jakarta; di bagian atas ada tiga foto yang lepas
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: di sekitar tahun 1930
Tempat: Cirebon, Jakarta, Magelang, Mojokerto, Semarang, Solo, Tulungagung, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Samsudin
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 14 November 2022

Persiapan Hindia-Belanda menghadapi Perang Dunia II: Kegiatan sukarelawan perempuan anggota Comité voor Vrouwenarbeid in Mobilisatietijd (COVIM) [1]

Mojokerto: Pengumpulan bahan sandang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Solo: Pencatatan bahan pemadam kebakaran untuk LBD (Luchtbeschermingsdienst)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Solo: Latihan operator telepon untuk keperluan LBD (Luchtbeschermingsdienst)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bandung: Latihan pemasangan perban luka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar 1941
Tempat: Bandung, Mojokerto, Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 13 April 2022

Demak di sekitar tahun 1898 dalam album foto "Javasche Landschappen" (1)

Jilid dari album foto
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawasan pecinan di Kali Pepe, Solo; satu-satunya foto yang bukan dari Demak
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Berperahu di Ngasinan (Kembangan, Bonang)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pasar Sayung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kediaman administrateur Belanda di Kalikondang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1898
Tempat: Demak
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 22 Februari 2021

Banjir di Solo sebagai motif kartu pos, 1905

Negeri orang Belanda, sesuai dengan namanya Nederland, berada di wilayah yang rendah, dan dalam sejarahnya harus menghadapi banyak banjir dan luapan air. Tantangan ini tapi membuat mereka menjadi pakar dalam hal pengaturan air, pembuatan bendungan, dan pencegahan banjir. Peristiwa banjir di wilayah Nusantara, yang sampai sekarang masih terus terjadi, menjadi hal yang menarik buat orang Belanda untuk diamati.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Ketika Solo dilanda banjir di tahun 1905, foto-fotonya menjadi motif dari kartu pos untuk dikirim ke warga Belanda lain, seperti terlihat di gambar di atas. Tampak cetakan bundar stempel pos masih terlihat, di bagian kiri atas malah masih terbaca kantor pengirimnya: (SUR)AKARTA (terbalik). Keterangan di kartu pos menunjukkan wilayah yang terkena banjir: belakang benteng, area Purbayan, kawasan Capkauking, perempatan Warung Pelem, dan Kampung Balong.

Waktu: 1905
Tempat: Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Minggu, 30 Agustus 2020

Kartu pos kuno tentang Keraton Solo dan Pakubuwono X

Antara 1900 dan 1904: Pakubuwono X
(klik untuk memperbesar | © Albrecht & Co. / AVS)

Antara 1900 dan 1904: Alun-alun Keraton Solo
(klik untuk memperbesar | ©  Vogel vd Heijde & Co. / AVS)

Keraton Solo
(klik untuk memperbesar | © Nanyo & Co. / AVS)

Bagian depan Keraton Solo
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: antara 1900 dan 1904 (dua foto pertama)
Tempat: Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar/foto:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: