Tampilkan postingan dengan label 1878. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1878. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Desember 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam foto studio: Studio Salzwedel, Surabaya (3)

~1878: Seorang wanita muda Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1880: Seorang perempuan Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1888: Tiga anak dari keluarga Van Scherpenberg
(klik untuk memperbesar)

Waktu: 1878, 1880, 1888
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Herman Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia (dua foto pertama)
Catatan:

Senin, 11 Desember 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam foto studio: Studio Salzwedel, Surabaya (2)

Antara 1878-1884: Seorang bocah Belanda dalam pakaian kelasi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Antara 1878-1884: Seorang pria Belanda berkacamata
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1878: Seorang pria Belanda berdasi pita tipis
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: antara 1878-1884
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Herman Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 30 Oktober 2022

Dari album foto lain keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië semasa Perang Aceh (5), 1874-1878

PENGANTAR

Di posting sebelum ini, blog ini menampilkan 30 foto dari album yang dikeluarkan oleh Topografische Dienst van Nederlands-Indië (Jawatan Topografi Hindia-Belanda) pada tahun 1874, yang memperlihatkan situasi di Aceh pada saat itu yang masih diselimuti oleh suasana Perang Aceh. Ke-30 foto tersebut berasal dari tweede serie (seri kedua) dengan judul dertig gezigten (tiga puluh wajah); seri pertama dengan judul vierendertig gezigten (tiga puluh empat wajah), yang memang berisi 34 foto, akan ditampilkan di rangkaian berikut ini.


1878: Pohon beringin di area yang kelak menjadi kawasan Masjid Raya Baiturrahman
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Lapisan pertahanan Belanda di tepi Krueng Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Seorang rohaniwan bersama beberapa perwira Belanda di tenda perawatan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Pemakaman seorang bangsawan Kesultanan Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Meriam besar dan pelurunya di dekat pintu masuk Keraton Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1878
Tempat: Kutaraja
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Topografische Dienst van Nederlands-Indië
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 28 Oktober 2022

Dari album foto lain keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië semasa Perang Aceh (4), 1874-1878

PENGANTAR

Di posting sebelum ini, blog ini menampilkan 30 foto dari album yang dikeluarkan oleh Topografische Dienst van Nederlands-Indië (Jawatan Topografi Hindia-Belanda) pada tahun 1874, yang memperlihatkan situasi di Aceh pada saat itu yang masih diselimuti oleh suasana Perang Aceh. Ke-30 foto tersebut berasal dari tweede serie (seri kedua) dengan judul dertig gezigten (tiga puluh wajah); seri pertama dengan judul vierendertig gezigten (tiga puluh empat wajah), yang memang berisi 34 foto, akan ditampilkan di rangkaian berikut ini.


1878: Jembatan di atas Krueng Aceh di kawasan Gampong Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Area yang kelak menjadi tempat Masjid Raya Baiturrahman
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Pasukan Belanda di sekitar pohon Kohler yang merupakan tempat tewasnya Mayor Jenderal Johan Harmen Rudolf Köhler
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Pasukan Belanda di bagian timur dari area yang kelak menjadi kawasan Masjid Raya Baiturrahman
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Pasukan Belanda di sekitar pohon Kohler, di bagian barat dari area yang kelak menjadi kawasan Masjid Raya Baiturrahman
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1878
Tempat: Kutaraja
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Topografische Dienst van Nederlands-Indië
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 26 Oktober 2022

Dari album foto lain keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië semasa Perang Aceh (3), 1874-1878

PENGANTAR

Di posting sebelum ini, blog ini menampilkan 30 foto dari album yang dikeluarkan oleh Topografische Dienst van Nederlands-Indië (Jawatan Topografi Hindia-Belanda) pada tahun 1874, yang memperlihatkan situasi di Aceh pada saat itu yang masih diselimuti oleh suasana Perang Aceh. Ke-30 foto tersebut berasal dari tweede serie (seri kedua) dengan judul dertig gezigten (tiga puluh wajah); seri pertama dengan judul vierendertig gezigten (tiga puluh empat wajah), yang memang berisi 34 foto, akan ditampilkan di rangkaian berikut ini.


1878; Sebuah benteng pertahanan Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Kompleks kuburan di kawasan Keraton Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Area pesawahan yang menjadi medan pertempuran pada tanggal 12 Januari 1874
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Perbatasan Keraton Aceh yang menjadi dinding pertahanan Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Krueng Aceh dilihat dari pos pertahanan meriam Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1878
Tempat: Aceh (a.l. Kutaraja)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Topografische Dienst van Nederlands-Indië
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 24 Oktober 2022

Dari album foto lain keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië semasa Perang Aceh (2), 1874-1878

PENGANTAR

Di posting sebelum ini, blog ini menampilkan 30 foto dari album yang dikeluarkan oleh Topografische Dienst van Nederlands-Indië (Jawatan Topografi Hindia-Belanda) pada tahun 1874, yang memperlihatkan situasi di Aceh pada saat itu yang masih diselimuti oleh suasana Perang Aceh. Ke-30 foto tersebut berasal dari tweede serie (seri kedua) dengan judul dertig gezigten (tiga puluh wajah); seri pertama dengan judul vierendertig gezigten (tiga puluh empat wajah), yang memang berisi 34 foto, akan ditampilkan di rangkaian berikut ini.


1878: Kesatuan penembak mortir
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Batalion IX di Gampong Jawa, Kutaraja
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Krueng Aceh, dilihat dari pos meriam berkaliber 12 cm
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Kesatuan penembak mortir di balik dinding pertahanan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Parit pertahanan yang didirikan pasukan Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1878
Tempat: Kutaraja
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Topografische Dienst van Nederlands-Indië
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 22 Oktober 2022

Dari album foto lain keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië semasa Perang Aceh (1), 1874-1878

PENGANTAR

Di posting sebelum ini, blog ini menampilkan 30 foto dari album yang dikeluarkan oleh Topografische Dienst van Nederlands-Indië (Jawatan Topografi Hindia-Belanda) di tahun 1870-an, yang memperlihatkan situasi di Aceh pada saat itu yang masih diselimuti oleh suasana Perang Aceh. Ke-30 foto tersebut berasal dari tweede serie (seri kedua) dengan judul dertig gezigten (tiga puluh wajah); seri pertama dengan judul vierendertig gezigten (tiga puluh empat wajah), yang memang berisi 34 foto, akan ditampilkan di rangkaian berikut ini.


1874: Pasukan Belanda menaiki Gunongan (kiri) dan membuat benteng karung ke arah makam Sultan Iskandar Thani (kanan)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Dua meriam kaliber 12 cm
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Para petinggi Belanda di geladak kapal Prins Alexander
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Sebuah mesjid di Gampong Jawa, Kutaraja
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Para perwira dan prajurit dari Brigade III, yang juga berisi wajah-wajah pribumi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1874, 1878
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Topografische Dienst van Nederlands-Indië
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 29 Oktober 2021

Jawa Timur di sekitar tahun 1880 menurut album keluaran Herman Salzwedel (2)

1875-1879: Perjalanan di perbukitan, kemungkinan di sekitar hutan Lalijiwo (Prigen, Pasuruan)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1880: Pepohonan lidah buaya jumbo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1877-1878: Bupati Blitar dan jajaran pemerintahannya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875-1879: Jalan menuju Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1880: Kawasan Bromo dengan latar depan Gunung Batok
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875-1879: Pemandangan di Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: l.d.a.
Tempat: Jawa Timur (a.l. Blitar, Malang, Tosari)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Julius Herman Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Bandingkan foto pertama dengan lokasi foto keempat di posting ini. Edisi lain dari foto nomor 3 pernah dimuat di sini dan sini.

Senin, 05 Oktober 2020

Dari koleksi foto keluaran Hüttenbach & Co. tentang Sumatera Utara (8-14)

1876: Rumah administrateur perkebunan di Vesuvius Estate
(klik untuk memperbesar | © AVS)
1876: Rumah administrateur perkebunan di Helvetia Estate
(klik untuk memperbesar | © AVS)
1872: Foto di perkebunan dengan didominasi petugas keamanan
(klik untuk memperbesar | © AVS)
1876: Rumah administrateur perkebunan di Petersburg Estate
(klik untuk memperbesar | © AVS)
1876: Gudang penyimpanan tembakau di Petersburg Estate
(klik untuk memperbesar | © AVS)
1876: Rumah administrateur utama di Deli
(klik untuk memperbesar | © AVS)
1878: Rumah dan kantor administrateur utama di Deli
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Waktu: 1872, 1876, 1878
Tempat: Deli
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Hüttenbach & Co.
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: