Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Oktober 2025

Peleburan sebuah kesatuan KNIL ke dalam APRIS, 1950

Barisan kesatuan KNIL yang dilebur ke dalam Angkata Perang Republik Indonesia Serikat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Barisan para perwira, baik dari KNIL maupun TNI, yang menghadiri acara peleburan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan acara pengambilan sumpah yang dipimpin seorang perwira TNI dan diikuti anggota kesatuan KNIL yang sepenuhnya terdiri dari warga lokal
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang Belanda perwira KNIL memberikan sambutan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Lapangan tempat acara peleburan yang dihadiri banyak khalayak ramai
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan 1950
Tempat: ?
Tokoh:
Peristiwa: Dengan terbentuknya Republik Indonesia Serikat setelah Konferensi Meja Bundar 1949, semua kekuatan bersenjata yang tadinya berseteru, yaitu KNIL dan TNI, melebur ke dalam APRIS. Acara peleburan ini terjadi di mana-mana, seperti Bandung, Banjarmasin, Jakarta, Malang, Muara Enim, dsb.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 25 April 2021

Trikora: Marinir Belanda di Jayapura dan awak kapal KRI Macan Tutul yang ditawan Belanda, 1962

18 Januari 1962: Prajurit Indonesia, kemungkinan besar awak kapal KRI Macan Tutul, ditawan Belanda di Jayapura setelah pasukan Belanda menenggelamkan kapal torpedo yang dikomandoi Yos Sudarso ini
(klik untuk memperbesar | © AVS)
27 Januari 1962: Pasukan marinir Belanda di sekitar Jayapura
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 18 dan 27 Januari 1962
Tempat: Jayapura
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Marcellino Roxas
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Jumat, 03 April 2020

Jepretan Charles Breijer 1947-1953: Pentas dan pertemuan menyambut Komisi Jasa-jasa Baik di Solo, 1948

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
Waktu: 1948
Tempat: Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Senin, 02 Maret 2020

Jepretan Charles Breijer 1947-1953: Koran dinding di Yogyakarta, 1948

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
Waktu: 1948
Tempat: Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Sabtu, 15 Februari 2020

Jepretan Charles Breijer 1947-1953: Keramaian di Jalan Malioboro, Yogyakarta (3)

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)

Waktu: 1948
Tempat: Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Minggu, 26 Januari 2020

Jepretan Charles Breijer 1947-1953: Pasukan penjaga Gedung Kepresidenan di Yogyakarta

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
Waktu: 1948
Tempat: Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Kamis, 26 Desember 2019

Aksi Polisionil 1: Tentara Belanda merebut pos-pos TNI, 1947

Pasukan Belanda menguasai markas TNI di Genuk, Semarang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIMH)
Militer Belanda menangkap seorang kopral TNI di sekitar Probolinggo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NOVO)
Pasukan Belanda menguasai markas TNI yang belum teridentifikasi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIMH)

Waktu: Juli 1947
Tempat: Genuk (Semarang), Probolinggo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / Nederlands Instituut voor Militaire Historie / Nationaal Oorlogs- en Verzetsmuseum Overloon)
Catatan:

Senin, 01 April 2019

Soekarno, Hatta, dan Siti Alfiah berziarah ke makam Jenderal Sudirman, 1957

(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: 15 September 1957
Tempat: Yogyakarta
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Siti Alfiah (istri mendiang Jenderal Sudirman), Muhammad Hatta (mantan Wakil Presiden RI)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Selasa, 15 Januari 2019

Para petinggi TNI di tangga Istana Merdeka, di penghujung 1960-an

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: penghujung 1960-an
Tempat: Istana Merdeka (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Rabu, 07 November 2018

Para pejuang kemerdekaan dari kalangan TNI dan Masyumi yang ditahan Belanda di Medan, 1947 (2)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 14 Februari 1947
Tempat: Medan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

UPDATE 22 September 2023
Sebelumnya posting ini berjudul "Sebuah kamp tawanan perang yang belum teridentifikasi, 1947 (1)". Sekarang judulnya dibetulkan setelah ada informasi susulan.

Senin, 05 November 2018

Para pejuang kemerdekaan dari kalangan TNI dan Masyumi yang ditahan Belanda di Medan, 1947 (1)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 14 Februari 1947
Tempat: Medan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

UPDATE 22 September 2023
Sebelumnya posting ini berjudul "Sebuah kamp tawanan perang yang belum teridentifikasi, 1947 (1)". Sekarang judulnya dibetulkan setelah ada informasi susulan.

Rabu, 26 September 2018

Serah terima kota Solo dari pihak Belanda ke Republik Indonesia, 1949: Kedatangan walikota Solo dan defile pasukan TNI

Kolonel Ohl menyambut kedatangan Walikota Linck
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Kolonel Ohl menyalami Walikota Linck
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Pasukan TNI berdefile di stadion Solo
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Barisan pasukan TNI di acara serah terima
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 12 November 1949
Tempat: Stadion Solo
Tokoh:  F.W.G. Linck (walikota Belanda terakhir di Solo), Kolonel J.H.M.U.L.E. Ohl (komandan pasukan Belanda untuk wilayah Solo dan sekitarnya)
Peristiwa: Acara serah terima kota Solo dari pihak Belanda ke Republik Indonesia yang dilangsungkan di stadion Solo
Fotografer: Th. van de Burgt
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: