Tampilkan postingan dengan label Istana Negara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Istana Negara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 September 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (3)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Tiga pria di sekitar Gereja Portugis yang dibangun di tahun 1695, dan sekarang menjadi Gereja Sion
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Tampak dalam dari Gereja Portugis dengan mimbar di tengah, kursi para jemaat di tengah, diapit oleh barisan tempat duduk di kiri dan kanan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah kereta kuda berhenti di depan Schouwburg, sebuah gedung pertemuan para elite Belanda, dan sekarang menjadi Gedung Kesenian Jakarta
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah kereta pembesar berpengawal memasuki halaman gedung yang kelak menjadi Istana Negara; gedung pemerintah kolonial ini dipasangi bendera dan lambang Kerajaan Belanda, serta dijaga tentara bersenjata
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah kereta kuda berpengawal tampaknya selesai menurunkan pasangan pembesar Belanda di Willemskerk (Gereja Willem) yang sekarang menjadi Gereja Immanuel
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 25 Agustus 2025

Jakarta sekitar September 1945, ketika Republik Indonesia baru berumur beberapa hari (7)

Penguburan kembali para warga kulit putih yang dieksekusi Jepang di masa perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah kuburan warga kulit putih di tempat tak terawat, kemungkinan akan dipindahkan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah bangunan yang sebelumnya digunakan pemerintahan pendudukan Jepang tampak kosong dan ditinggalkan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bagunan yang sebelumnya digunaka oleh Hudoosan Kanrikoodan (Badan pengawas barang-tetap) tampak ditelantarkan, menyisakan gundukan pasir (bekas lapisan pertahanan?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bangunan yang kelak menjadi Istana Negara tampak masih dijaga tentara Jepang, mengindikasikan masih adanya petinggi Jepang yang tinggal atau berkantor di sana
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: (kemungkinan besar) H. Ripassa
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga seri foto yang dibuat oleh H. Ripassa tentang Jakarta di sekitar September dan Oktober 1945 yang dimulai di posting ini.

Sabtu, 25 Desember 2021

Aneka wajah Nusantara dalam lukisan Josias Rappard, 1888 (3)

Hotel Marine di Molenvliet (sekarang Jalan Gajahmada)
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Paleis te Rijswijk, sekarang Istana Negara
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Pedagang Tionghoa menawarkan kain kepada keluarga kaya
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Waterlooplein, sekarang Lapangan Banteng
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1888
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Josias Rappard
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Jumat, 09 Agustus 2019

Jakarta 1860-an: Bangunan dengan arsitektur kolonial

Paleis te Rijswijk, cikal bakal Istana Negara
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pertokoan di sekitar Harmoni
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Gedung Harmonie (kiri) dan lapak penjahit ternama milik orang Perancis bernama Oger Frères (kanan)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Paleis van Deandels, sekarang Gedung A.A. Maramis di Kementerian Keuangan
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Kantor dan gudang perdagangan di Kali Besar
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1860-an
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Woodbury & Page | Universiteit Leiden
Catatan:


UPDATE 9 Oktober 2020

Sebelumnya posting ini menyebut foto ini sebagai "Monumen Michiel di Waterlooplein, sekarang Lapangan Banteng", sesuai dengan informasi dari KITLV. Penelurusan lebih lanjut menunjukkan bahwa tugu ini sejatinya adalah Monumen Michiels di Padang, yang didirikan pada tahun 1855. Memang ada konstruksi yang mirip di Lapangan Banteng, tetapi lebih pendek. Monumen di Padang ini sekarang sudah tidak bersisa karena dihancurkan tentara Jepang pada masa Perang Dunia II.

Monumen Michiels di Padang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

UPDATE 14 Oktober 2020: Deskripsi foto pertama "Kantor Gubernur-Jenderal, cikal bakal Istana Merdeka" sekarang sudah dikoreksi.

Jumat, 15 Desember 2017

Istana Negara di tahun 1905

(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: 1905
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Paleis te Rijswijk yang kelak dijadikan Istana Merdeka.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:


UPDATE 14 Oktober 2020: Nama "Istana Merdeka" sekarang sudah dibetulkan.

Senin, 08 Agustus 2016

Acara penandatangan perjanjian Linggarjati dalam jepretan Cas Oorthuys (7): Acara makan-makan

Sutan Sjahrir, van Mook, dan Schermerhorn dalam acara prasmanan
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
? dan Lord Killearn di hadapan meja prasmanan
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
Van Mook dan ?
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
Juru masak istana mencicipi hidangan sebelum disajikan untuk para delegasi
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
Para juru masak istana menyiapkan makanan untuk dihidangkan
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
Waktu: 25 Maret 1947
Tempat: Paleis Rijswijk (sekarang Istana Negara, Jakarta)
Tokoh: Hubertus Johannes van Mook (Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda); Lord Killearn (Miles Wedderburn Lampson, diplomat Inggris); Sutan Sjahrir (Perdana Menteri RI); Willem Schermerhorn (politikus mantan Perdana Menteri Belanda)
Peristiwa: Para anggota delegasi Indonesia dan Belanda di acara makan-makan setelah penandatanganan naskah perjanjian Linggarjati.
Fotografer: Cas Oorthuys
Sumber / Hak cipta: Fotoleren
Catatan:

Minggu, 07 Agustus 2016

Acara penandatangan perjanjian Linggarjati dalam jepretan Cas Oorthuys (6): Obrolan berikutnya

Adnan Gani, Amir Sjarifuddin, dan seorang wanita Belanda (?)
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
Sutan Sjahrir dan ?
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
Sutan Sjahrir dan seorang uskup Belanda
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
Waktu: 25 Maret 1947
Tempat: Paleis Rijswijk (sekarang Istana Negara, Jakarta)
Tokoh: Adnan Kapau Gani (pejuang kemerdekaan); Amir Syarifuddin Harahap (Menteri Pertahanan RI); Sutan Sjahrir (Perdana Menteri RI)
Peristiwa: Para politis Indonesia dalam percakapan dengan berbagai pihak di hari penadatanganan perjanjian Linggarjati.
Fotografer: Cas Oorthuys
Sumber / Hak cipta: Fotoleren
Catatan:

Sabtu, 06 Agustus 2016

Acara penandatangan perjanjian Linggarjati dalam jepretan Cas Oorthuys (5): Pemirsa

(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
Waktu: 25 Maret 1947
Tempat: Paleis Rijswijk (sekarang Istana Negara, Jakarta)
Tokoh: 
Peristiwa: Para tamu, undangan, juru foto, hingga ke pegawai istana yang menyaksikan acara penandatanganan naskah perjanjian Linggarjati.
Fotografer: Cas Oorthuys
Sumber / Hak cipta: Fotoleren
Catatan:

Rabu, 03 Agustus 2016

Acara penandatangan perjanjian Linggarjati dalam jepretan Cas Oorthuys (2): Obrolan menjelang penandatanganan

Schermerhorn dan Sutan Sjahrir
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
Schermerhorn dan Sutan Sjahrir
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
?, Schermerhorn, dan Sutan Sjahrir
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
?, Schermerhorn, dan Sutan Sjahrir
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
Obrolan sebelum (?) acara penandatanganan perjanjian. Di latar belakang tampak Schermerhorn dan Sutan Sjahrir.
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
Obrolan sebelum (?) acara penandatanganan perjanjian. Di latar belakang tampak Schermerhorn dan Sutan Sjahrir.
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
?, Schermerhorn, Sutan Sjahrir, dan van Mook
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
?, Schermerhorn, Sutan Sjahrir, dan van Mook
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
?, van Mook, ?
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
Waktu: 25 Maret 1947
Tempat: Paleis Rijswijk (sekarang Istana Negara, Jakarta)
Tokoh: Hubertus Johannes van Mook (Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda); Sutan Sjahrir (Perdana Menteri RI); Willem Schermerhorn (politikus mantan Perdana Menteri Belanda)
Peristiwa: Obrolan anggota delegasi Belanda dan Indonesia menjelang (?) acara penandatanganan perjanjian Linggarjati.
Fotografer: Cas Oorthuys
Sumber / Hak cipta: Fotoleren
Catatan:

Selasa, 02 Agustus 2016

Acara penandatangan perjanjian Linggarjati dalam jepretan Cas Oorthuys (1): Kedatangan para delegasi

Pasukan KNIL yang berjaga di kawasan Paleis Rijswijk
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
Van Mook memeriksa kesatuan KNIL yang berjaga di Paleis Rijswijk
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
Schermerhorn bersama Sutan Sjahrir memasuki kawasan istana
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
Amir Sjarifuddin dan Sutan Sjahrir di tangga istana
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
Amir Sjarifuddin dan Sutan Sjahrir di tangga istana
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
Schermerhorn dan Sutan Sjahrir di tangga istana
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
Schermerhorn dan Sutan Sjahrir memasuki ruangan istana
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
Waktu: 25 Maret 1947
Tempat: Paleis Rijswijk (sekarang Istana Negara, Jakarta)
Tokoh: Amir Sjarifuddin Harahap (Menteri Pertahanan RI);  Hubertus Johannes van Mook (Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda); Sutan Sjahrir (Perdana Menteri RI); Willem Schermerhorn (politikus mantan Perdana Menteri Belanda)
Peristiwa: Suasana sebelum (?) penandatanganan perjanjian Linggarjati ketika delegasi Indonesia dan Belanda bersiap memasuki Paleis Rijswijk.
Fotografer: Cas Oorthuys
Sumber / Hak cipta: Fotoleren
Catatan: