Tampilkan postingan dengan label Cepu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cepu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 November 2023

Strategi defensif Jepang menghadapi gerakan maju pasukan Sekutu (2), 1945

Semarang: Jaringan parit pertahanan di pesisir
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Cepu (?): Drum bahan bakar yang disembunyikan Jepang. Kemungkinan difoto setelah Jepang menyerah.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Surabaya: Gula yang ditimbun dan disembunyikan pasukan Jepang. Difoto setelah Jepang menyerah.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Surabaya: Tumpukan gula yang jumlahnya mencapai 1,5 juta ton
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Cepu, Semarang, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 26 Maret 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (14)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


25. Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
26. Area pepohonan palem di Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
27. Kawasan pohon bambu di Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
28. Bagian pohon pakis di Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
29. Sudut pepohon pandan di Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
32. Jembatan Bengawan Solo di Cepu
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Bogor, Bogor, Bogor, Bogor, Bogor, Cepu
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Universiteit Leiden
Catatan: Bandingkan foto no. 33 dengan foto di posting ini.

Sabtu, 27 September 2014

Pengilangan minyak di Jawa di sekitar tahun 1900

Panolan (Blora)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Cepu
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Wonokromo
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Cepu
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Panolan (Blora)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: sekitar 1900
Tempat: Blora, Cepu, Wonokromo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: O. Kurkdjian
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: