Tampilkan postingan dengan label Ignatius Slamet Riyadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ignatius Slamet Riyadi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Oktober 2018

Serah terima kota Solo dari pihak Belanda ke Republik Indonesia, 1949: Kehadiran Pakubuwono XII

Pakubuwono XII (berkacamata gelap) di antara para perwira TNI
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Pakubuwono XII di belakang para pengamat militer dari Komisi Tiga Negara
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Kolonel Ohl, Letkol Slamet Riyadi, dan para perwira KTN di depan Pakubuwono XII
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Defile pasukan Belanda disaksikan Pakubuwono XII
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Pakubuwono XII di luar tribun di antara para perwira
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 12 November 1949
Tempat: Stadion Solo
Tokoh: Pakubuwono XII (raja Kasunanan Surakarta), Ignatius Slamet Riyadi (komandan pasukan TNI di sebagian wilayah Jawa Tengah), Kolonel J.H.M.U.L.E. Ohl (komandan pasukan Belanda untuk wilayah Solo dan sekitarnya),
Peristiwa: Pakubuwono XII di acara serah terima kota Solo dari pihak Belanda ke Republik Indonesia
Fotografer: Th. van de Burgt
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Minggu, 30 September 2018

Serah terima kota Solo dari pihak Belanda ke Republik Indonesia, 1949: Upacara serah terima

Kolonel Ohl dan Mayjen Mollinger
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Mayjen Mollinger sebagai komandan upacara
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Letkol Slamet Riyadi dan Kolonel Ohl memberikan hormat (tampaknya kepada Mayjen Mollinger)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Kolonel Ohl memberikan sambutan
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 12 November 1949
Tempat: Stadion Solo
Tokoh: Ignatius Slamet Riyadi (komandan pasukan TNI di sebagian wilayah Jawa Tengah), Kolonel J.H.M.U.L.E. Ohl (komandan pasukan Belanda untuk wilayah Solo dan sekitarnya), Mayor Jenderal F. Mollinger (perwira tinggi Belanda) 
Peristiwa:
Fotografer: Th. van de Burgt
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Jumat, 28 September 2018

Serah terima kota Solo dari pihak Belanda ke Republik Indonesia, 1949: Pengibaran bendera merah-putih

Penurunan bendera Belanda
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Pelipatan bendera Belanda. Di barisan depan menghadap bendera tampak Kolonel J.H.M.U.L.E. Ohl, Mayjen F. Mollinger, dan Letkol Slamet Riyadi; sementara pengamat militer dari Komisi Tiga Negara berada di depan tribun membelakangi lambang Olimpiade. Di tribun paling depan, keempat dari kanan, tampak Pakubuwono XII memberikan penghormatan.
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Pengibaran bendera merah putih
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Sebagian warga undangan yang menghadiri acara serah terima
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 12 November 1949
Tempat: Stadion Solo
Tokoh: Ignatius Slamet Riyadi (komandan pasukan TNI di sebagian wilayah Jawa Tengah), Pakubuwono XII (raja Kasunanan Surakarta), Kolonel J.H.M.U.L.E. Ohl (komandan pasukan Belanda untuk wilayah Solo dan sekitarnya), Mayor Jenderal F. Mollinger (perwira tinggi Belanda)
Peristiwa:
Fotografer: Th. van de Burgt
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

UPDATE 26 Desember 2019

Sebelumnya di posting ini ditampilkan foto yang memperlihatkan beberapa tokoh berdiri di tribun stadion, a.l. Wikana yang saat itu adalah Menteri Pemuda di kabinet Amir Syarifudin II. Pengamatan lebih lanjut memperlihatkan bahwa foto ini bukan dari acara serah terima kota Solo di stadion Sriwedari, tetapi kemungkinan besar dari acara Pekan Olahraga Nasional I. Beberapa foto dari acara bersejarah ini akan ditampilkan mulai Januari 2020.

Sabtu, 22 September 2018

Serah terima tangsi militer wilayah Surakarta dari militer Belanda ke pihak TNI, 1949

Kol. Ohl menyalami para perwakilan TNI
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Slamet Riyadi berbicang dengan Kol. Ohl
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Slamet Riyadi bersama Kol. Ohl dan seorang perwira Belanda lain
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Slamet Riyadi dan para perwira TNI dalam apel penyerahan tangsi militer
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Kol. Ohl berbincang dengan seorang tentara Belanda, disaksikan perwakilan TNI
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 12 November 1949
Tempat: Solo
Tokoh: Letnan Kolonel Ignatius Slamet Riyadi (komandan pasukan TNI di sebagian wilayah Jawa Tengah); Kolonel J.H.M.U.L.E. Ohl (komandan pasukan Belanda di wilayah Solo dan sekitarnya)
Peristiwa: Serah terima tangsi militer wilayah Solo dari militer Belanda ke pihak TNI yang diwakili oleh Letkol Slamet Riyadi dan staff-nya di kalangan perwira TNI.
Fotografer: Th. van de Burgt
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Senin, 10 Oktober 2016

Slamet Riyadi di acara serah terima wilayah Boyolali dari kekuasaan Belanda ke Indonesia, 1949

Seorang komandan pasukan Belanda menyalami perwira TNI, dengan disaksikan oleh Kolonel J.H.M.U.L.E. Ohl (kiri) dan Slamet Riyadi (ketiga dari kiri)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Penghormatan penurunan bendera Belanda dan pengibaran Merah-Putih
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Penurunan bendera Belanda di markas tentara Boyolali
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Penghormatan penurunan bendera Belanda dan pengibaran Merah-Putih
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 12 November 1949
Tempat: Boyolali
Tokoh: Letnan Kolonel Ignatius Slamet Riyadi (komandan pasukan TNI di sebagian wilayah Jawa Tengah)
Peristiwa: Acara penyerahan wilayah Boyolali dari kekuasaan Belanda ke Republik Indonesia
Fotografer: Th. van de Burgt
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

UPDATE 14 Mei 2018
Tambahan foto dari acara serah terima pos militer dari pihak Belanda ke TNI; juga jepretan Th. van de Burgt.
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

UPDATE 23 Mei 2018
Tambahan foto dari acara yang sama, memperlihatkan Slamet Riyadi (paling kiri di barisan TNI), Kolonel J.H.M.U.L.E. Ohl (sebelah Slamet Riyadi), beberapa perwira TNI, dan pasukan KNIL; masih jepretan Th. van de Burgt.
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

UPDATE 10 Desember 2018
Tambahan foto yang memperlihatkan penurunan bendera Belanda oleh kesatuan KNIL serta persiapan keberangkatan pasukan Belanda meninggalkan Boyolali.
Penurunan bendera Belanda
(klik untuk memperbesar | © Th. van de Burgt / gahetna)
Persiapan keberangkatan pasukan Belanda meninggalkan Boyolali
(klik untuk memperbesar | © Th. van de Burgt / gahetna)

Sabtu, 08 Oktober 2016

Slamet Riyadi di acara serah terima kota Solo, 1949 (3)

Mayor Jenderal F. Mollinger menyalami Slamet Riyadi
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Kolonel J.H.M.U.L.E. Ohl menyalami Slamet Riyadi
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Kolonel Ohl dan Slamet Riyadi
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Kolonel Ohl dan Slamet Riyadi
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 12 November 1949
Tempat: Stadion Solo
Tokoh: Letnan Kolonel Ignatius Slamet Riyadi (komandan pasukan TNI di sebagian wilayah Jawa Tengah)
Peristiwa: Mayor Jenderal F. Mollinger dan Kolonel Ohl dari pihak Belanda menyalami Slamet Riyadi dalam acara serah terima kota Solo, Pacitan, dan sebagian wilayah pantai selatan dari kekuasaan Belanda ke Republik Indonesia
Fotografer: Th. van de Burgt
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Kamis, 06 Oktober 2016

Slamet Riyadi di acara serah terima kota Solo, 1949 (2)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 12 November 1949
Tempat: Stadion Solo
Tokoh: Letnan Kolonel Ignatius Slamet Riyadi (komandan pasukan TNI di sebagian wilayah Jawa Tengah)
Peristiwa: Pidato Kolonel Ohl (mewakili Belanda) dan Slamet Riyadi (mewakili Indonesia) dalam acara serah terima kota Solo, Pacitan, dan sebagian wilayah pantai selatan dari kekuasaan Belanda ke Republik Indonesia, dengan Mayor Jenderal F. Mollinger dan pengamat militer internasional di latar belakang.
Fotografer: Th. van de Burgt
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Selasa, 04 Oktober 2016

Slamet Riyadi di acara serah terima kota Solo, 1949 (1)

Kolonel Ohl, Mayor Jenderal F. Mollinger, dan Slamet Riyadi, dengan tiga pengamat internasional di latar belakang
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 12 November 1949
Tempat: Stadion Solo
Tokoh: Letnan Kolonel Ignatius Slamet Riyadi (komandan pasukan TNI di sebagian wilayah Jawa Tengah)
Peristiwa: Acara penandatanganan dokumen yang menyerahterimakan Solo, Pacitan, dan sebagian wilayah pantai selatan dari kekuasaan Belanda ke Republik
Fotografer: Th. van de Burgt
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Minggu, 02 Oktober 2016

Perjalanan Slamet Riyadi dari Bawen (Semarang) ke Yogyakarta, 1949

Slamet Riyadi berbincang dengan Kapten Kroon dari Brigade V yang bermarkas di Solo
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Kendaraan yang membawa Slamet Riyadi dari Bawen ke Salam
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Slamet Riyadi (menghadap kamera) menyalami angota TNI yang sedang bertemu pihak Belanda di Salam
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Slamet Riyadi berbicara dengan pasukan TNI yang sedang bertemu pihak Belanda di Salam
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Slamet Riyadi (paling depan) berjalan kaki menuju jembatan Krasak; di latar belakang terlihat barikade yang dipasang TNI.
klik untuk memperbesar | © gahetna)
Slamet Riyadi bersama ajudannya melintasi jembatan Kali Krasak
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 2 September 1949
Tempat: Salam (Magelang), Bawen (Semarang), Tempel (Sleman)
Tokoh: Letnan Kolonel Ignatius Slamet Riyadi (komandan TNI di beberapa wilayah di Jawa Tengah)
Peristiwa: Slamet Riyadi bertemu dengan pihak militer Belanda di Bawen (Semarang) dalam perundingan mengenai gencatan senjata antara TNI dan pasukan Belanda. Untuk menyampaikan hasil perundingan ke pihak Republik di Yogyakarta, Slamet Riyadi dikawal pasukan Belanda melintasi Salam (Magelang). Kemudian Slamet Riyadi dan para ajudannya berjalan kaki melintasi jembatan Krasak di wilayah Tempel (Sleman) yang merupakan batas antara wilayah yang dipertahankan pasukan Republik dan area yang dikuasai Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: