Tampilkan postingan dengan label Jember. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jember. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 September 2024

Atribut komunisme yang ditemukan pasukan Belanda pada masa perang kemerdekaan (1)

Pekalongan, Agustus 1947: Pasukan Belanda menemukan atribut komunisme di pabrik teh yang dibumihanguskan pejuang kemerdekaan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah bendera dengan lambang yang sama dengan yang ada di foto di atas, juga ditemukan militer Belenda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jember, kemungkinan juga 1947: Pasukan Belanda menurunkan papan PKI
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Edisi lain dari foto pertama
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1947
Tempat: Jember, Pekalongan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Foto pertama, dan keempat, pernah dimuat di posting ini.

Senin, 08 Januari 2024

Wajah penghuni Hindia-Belanda: Pesta kostum (2)

1913: Kemungkinan keempat anak ini memeragakan konflik antara belanda dan Aceh. Gadis paling kiri dengan bendera Belanda melambangkan Nederlandse Maagd (gadis Belanda) yang menggandeng gadis paling kanan yang menyimbolkan wanita Aceh. Angka tahun 1873 adalah saat Belanda menyatakan perang terhadap Kesultanan Aceh. Bocah lelaki mempersonifikasikan kekuatan laut Belanda yang di tahun 1873 mulai menyerbu wilayah Aceh. Gadis paling belakang dengan daun palem adalah Victoria atau Nike yang merupakan dewi kemenangan dalam mitologi Romawi atau Yunani. Jadi Perang Aceh dilukiskan sebagai kemenangan kekuatan militer Belanda yang berujung pada persahabatan (!) antara Belanda dan Aceh.
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jember, ~1940: Lima orang dengan kostum, d.ki.k.ka. pengikut Bala Keselematan (?), aristokrat wanita zaman Barok, raja/pangeran dari timur, aristokrat pria zaman Barok, Dewi Artemis (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1913, 1940
Tempat: a.l. Jember
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio G. Taija (foto kedua)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 02 Oktober 2022

Wajah Nusantara dalam album foto "Herinneringen aan Insulinde" keluaran studio Onnes Kurkdjian (7)

Warga desa di Tretes (Prigen, Pasuruan) dengan latar belakang Gunung Welirang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sungai lanjutan dari sebuah air terjun di Prigen (Pasuruan)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah stasiun kereta api di wilayah Jember
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawah Ijen
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gunung Bromo
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: antara 1910 dan 1921
Tempat: Jawa Timur (kawasan Bromo, Ijen, Jember, Prigen)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Onnes Kurkdjian (Surabaya)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Bandingkan foto nomor 4 dengan foto yang mirip di posting ini.

Minggu, 30 Desember 2018

Pasukan marinir Belanda dengan tank beratnya memasuki Tanggul, Jember, 1947


(klik untuk memperbesar | © Hugo Wilmar / spaarnestad)

(klik untuk memperbesar | © Hugo Wilmar / spaarnestad)
Waktu: 23 Juli 1947
Tempat: Tanggul (Jember)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Hugo Wilmar
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:


UPDATE 3 Januari 2020
Foto nomor 2 dalam ukuran yang lebih besar:

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Spaanerstad)

Rabu, 07 Juni 2017

Pelatihan pasukan bakal APRIS oleh mantan KNIL di Ambulu, Jember, 1949 (3)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: September 1949
Tempat: Ambulu (Jember)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Koonings
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Senin, 05 Juni 2017

Pelatihan bakal pasukan APRIS oleh mantan KNIL di Ambulu, Jember, 1949 (2)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: September 1949
Tempat: Ambulu (Jember)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Koonings
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Sabtu, 03 Juni 2017

Pelatihan bakal pasukan APRIS oleh mantan KNIL di Ambulu, Jember, 1949 (1)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: September 1949
Tempat: Ambulu (Jember)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Koonings
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Jumat, 22 Juli 2016

Warga lokal yang tidak bersahabat dengan para pejuang kemerdekaan 11: mantan pejuang yang kemudian berpihak pada Belanda

Tidak semua rakyat Hindia Belanda menginginkan kemerdekaan. Dengan berbagai alasan beberapa pihak malah lebih senang hidup di bawah kekuasaan Belanda atau malah memusuhi para pejuang kemerdekaan. Generalisasi tentu tidak bisa disimpulkan terhadap kelompok atau suku tertentu. Tapi foto-foto berikut mudah-mudahan bisa menambah bahan masukan untuk diskusi tentang hal ini.

11. Yang termasuk kelompok berbahaya adalah para pejuang yang tertangkap Belanda, kemudian berhasil dipengaruhi Belanda  untuk membelot dan berbalik arah untuk memihak Belanda dan memusuhi para mantan teman seperjuangan.
Foto di bawah memperlihatkan seorang perwira Belanda (Kolonel J.R. Kraan) memberikan arahan kepada para serdadu baru mantan pejuang yang sekarang berpihak pada Belanda.

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: masa perang kemerdekaan
Tempat: Ambulu (Jember)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: 
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Ambulu kemudian, di masa Republik Indonesia Serikat, juga menjadi tempat di mana mantan KNIL melatih para mantan pejuang kemerdekaan di teknik kemiliteran.