Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 April 2026

Kamp tawanan Kampili setelah Jepang kalah: Perayaan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina 31 Agustus 1945 (5)

Kamp Kampili tampaknya merupakan kamp tahanan terbesar yang didirikan Jepang di bagian timur Indonesia untuk menawan wanita dan anak-anak dari warga Belanda atau warga Sekutu lainnya. Hanya dua minggu setelah Jepang menyatakan menyerah dalam Perang Dunia II, warga kamp ini bisa menyelenggarakan acara yang mengembalikan keceriaan buat mereka, yaitu perayaan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina yang ke-65. Sementara itu, kemungkinan tanpa banyak disadari oleh para penghuni kamp, Indonesia sudah menyatakan merdeka, dan suasana yang akan berujung pada pertikaian sengit hingga empat tahun berikutnya sudah mulai pecah.


Salah seorang pemuka kamp, Ny. Jans Luyendijk bersama anaknya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bocah laki-laki di ruangan yang difungsikan menjadi sekolah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Foto bersama para gadis dan anak perempuan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Foto bersama para bocah laki-laki dan yang tiga tahun kemudian sudah menjadi remaja
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak mengerumuni mobil komandan kamp yang masih memakai pelat nomor AL Kekaisaran Jepang dengan lambang jangkar dan bunga serunai
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 31 Agustus 1945
Tempat: Kampili (Gowa, Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Edisi lain dari foto nomor dua pernah dimuat sebelumnya di posting ini.

Rabu, 08 April 2026

Dari koleksi foto seorang warga Sekolah Guru B di Sambas di tahun 1956 (3)

Rangkaian foto berikut hanya memiliki sedikit catatan. Tetapi foto bisa teridentifikasi bahwa pemilik kumpulan foto ini merupakan warga dari Sekolah Guru B di Sambas di tahun 1956, kemungkinan salah satu tenaga pengajar.


Danau wisata Sebedang di Sambas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
25 Mei 1956: Foto bersama siswa dan guru KLP-SGB
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
10 Juli 1956: Foto bersama setelah kelulusan menyusul ujian akhir di SGB
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1956
Tempat: Sambas
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 06 April 2026

Dari koleksi foto seorang warga Sekolah Guru B di Sambas di tahun 1956 (2)

Rangkaian foto berikut hanya memiliki sedikit catatan. Tetapi foto bisa teridentifikasi bahwa pemilik kumpulan foto ini merupakan warga dari Sekolah Guru B di Sambas di tahun 1956, kemungkinan salah satu tenaga pengajar.


Ruang pameran sekolah yang selain berisi karya siswa dan poster, juga bola dunia dan model kerangka manusia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kolam pemandian Puting/Poteng di Singkawang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kesebelasan SGB Sambas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pengurus PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) cabang Sambas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1956
Tempat: Sambas
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 04 April 2026

Dari koleksi foto seorang warga Sekolah Guru B di Sambas di tahun 1956 (1)

Rangkaian foto berikut hanya memiliki sedikit catatan. Tetapi foto bisa teridentifikasi bahwa pemilik kumpulan foto ini merupakan warga dari Sekolah Guru B di Sambas di tahun 1956, kemungkinan salah satu tenaga pengajar.


Latihan senam untuk para siswa SGB, yang menurut catatan foto dipimpin oleh orang bernama "M. Moestam"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bioskop di Sambas yang sedang menayangkan film berjudul Ratapan Ibu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kedatangan inspektur pendidikan guru dari Banjarmasin ke SGB Sambas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Masjid Jami Sultan Muhammad Syafiudin yang merupakan warisan dari Kesultanan Sambas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1956
Tempat: Sambas
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 06 Januari 2026

Anak-anak semasa Perang Kemerdekaan, 1947

Sebuah poliklinik beralas rumput yang dikelola Belanda dengan para pasien yang terdiri dari anak-anak lelaki tanpa baju dengan balutan dan perban di kaki
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah sekolah yang tampaknya untuk anak-anak perempuan, dengan ibu guru berkain dan tanpa alas kaki, serta pengawasan seorang suster (?) Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1947
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 04 Juli 2025

Persiapan Belanda di Australia untuk merebut kembali Indonesia: Latihan menggunakan alat berat

Di penghujung 1944 dan awal 1945, ketika Jerman makin terdesak di Eropa, dan Jepang makin terpukul di kawasan Asia-Pasifik, Belanda makin menggiatkan usaha-usaha untuk merebut kembali Hindia-Belanda. Usaha-usaha ini terpusat di Australia, yang secara geografis dekat dengan Indonesia, dan secara politis dan militer berada bersama Belanda di pihak yang melawan negara-negara Poros. Seri berikut akan mencoba menampilkan dokumentasi foto tentang aktivitas Belanda di wilayah Australia ini.


Perkenalan dengan traktor
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Berlatih mengendarai traktor
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Praktek penggunaan buldoser
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Kamp Casino/Victory (New South Wales, Australia)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 02 Juli 2025

Persiapan Belanda di Australia untuk merebut kembali Indonesia: Pelajaran montir mekanik untuk serdadu KNIL lokal (3)

Di penghujung 1944 dan awal 1945, ketika Jerman makin terdesak di Eropa, dan Jepang makin terpukul di kawasan Asia-Pasifik, Belanda makin menggiatkan usaha-usaha untuk merebut kembali Hindia-Belanda. Usaha-usaha ini terpusat di Australia, yang secara geografis dekat dengan Indonesia, dan secara politis dan militer berada bersama Belanda di pihak yang melawan negara-negara Poros. Seri berikut akan mencoba menampilkan dokumentasi foto tentang aktivitas Belanda di wilayah Australia ini.


Memastikan ukuran di mesin bubut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Praktek mengelas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Perkenalan perlengkapan las dan alat pelindung diri
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pelajaran membubut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Kamp Casino/Victory (New South Wales, Australia)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 30 Juni 2025

Persiapan Belanda di Australia untuk merebut kembali Indonesia: Pelajaran montir mekanik untuk serdadu KNIL lokal (2)

Di penghujung 1944 dan awal 1945, ketika Jerman makin terdesak di Eropa, dan Jepang makin terpukul di kawasan Asia-Pasifik, Belanda makin menggiatkan usaha-usaha untuk merebut kembali Hindia-Belanda. Usaha-usaha ini terpusat di Australia, yang secara geografis dekat dengan Indonesia, dan secara politis dan militer berada bersama Belanda di pihak yang melawan negara-negara Poros. Seri berikut akan mencoba menampilkan dokumentasi foto tentang aktivitas Belanda di wilayah Australia ini.


Praktek di mesin bubut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Latihan mengelas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pelajaran bongkar pasang mesin mobil
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kesibukan di bengkel latihan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Kamp Casino/Victory (New South Wales, Australia)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 28 Juni 2025

Persiapan Belanda di Australia untuk merebut kembali Indonesia: Pelajaran montir mekanik untuk serdadu KNIL lokal (1)

Di penghujung 1944 dan awal 1945, ketika Jerman makin terdesak di Eropa, dan Jepang makin terpukul di kawasan Asia-Pasifik, Belanda makin menggiatkan usaha-usaha untuk merebut kembali Hindia-Belanda. Usaha-usaha ini terpusat di Australia, yang secara geografis dekat dengan Indonesia, dan secara politis dan militer berada bersama Belanda di pihak yang melawan negara-negara Poros. Seri berikut akan mencoba menampilkan dokumentasi foto tentang aktivitas Belanda di wilayah Australia ini.


Menggergaji dan menyerut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Menempa logam panas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kesibukan di bengkel latihan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pelajaran perawatan mesin
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Kamp Casino/Victory (New South Wales, Australia)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 28 Desember 2024

Timor setelah Jepang kalah perang dan Belanda bersama Sekutu kembali datang, 1945 (2)

Kapal militer Australia HMAS Warrnambool di perairan Dilli; 2 tahun kemudian kapal ini tenggelam setelah menabrak ranjau laut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Orang-orangan sawah di sebuah ladang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pemandangan ke arah sebuah teluk di Timor
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Catatan foto menyebutkan bahwa ini adalah warga-warga Timor yang berpose di depan markas NICA ini sebelumnya pernah bergerilya melawan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para guru dan tenaga pengajar yang dikerahkan NICA untuk membuka kembali sekolah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar September 1945
Tempat: Timor
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 18 Desember 2024

Ambon setelah Jepang kalah perang dan Belanda kembali datang, 1945 (5)

Sebuah keluarga menjemur kacang (?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Rumah di Ambon dengan dinding dari daun nipah (?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang ibu membawa 4 rantang dengan makanan yang kemungkinan dibagikan pihak NICA
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah sekolah untuk anak-anak yang dibuka oleh pihak NICA
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Ruang kelas di sekolah dengan tempat duduk seadanya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang anak kecil di rumah sakit yang dikelola NICA di Ambon
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: November 1945
Tempat: Ambon
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 07 Juli 2024

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

Para anak-anak Belanda bersama awak kapal Australia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak Indo (?) yang dipindahkan ke Australia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua anak Indo (?) bersama anak-anak lain di sebuah sekolah di Australia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1946
Tempat: Australia
Tokoh:
Peristiwa: Kamp-kamp tawanan Jepang di Hindia-Belanda umumnya berisi wanita dan anak-anak, karena kaum pria umumnya dieksekusi atau dibuang ke wilayah lain yang dikuasai Jepang. Wanita dan anak-anak ini harus hidup sehari-hari seadanya dalam pengawasan tentara Jepang di area tanpa kebebasan untuk keluar-masuk. Pemerintah Belanda memutuskan untuk memindahkan sebagian wanita dan anak-anak ini ke Australia dengan harapan mereka bisa melupakan penderitaan semasa di kamp dan memulai hidup baru.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 22 Juli 2023

Persiapan Belanda di Australia untuk merebut kembali Indonesia: Pelatihan kejuruan teknik di Kamp Victory

Di penghujung 1944 dan awal 1945, ketika Jerman makin terdesak di Eropa, dan Jepang makin terpukul di kawasan Asia-Pasifik, Belanda makin menggiatkan usaha-usaha untuk merebut kembali Hindia-Belanda. Usaha-usaha ini terpusat di Australia, yang secara geografis dekat dengan Indonesia, dan secara politis dan militer berada bersama Belanda di pihak yang melawan negara-negara Poros. Seri berikut akan mencoba menampilkan dokumentasi foto tentang aktivitas Belanda di wilayah Australia ini.


(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944/1945
Tempat: Kamp Casino/Victory (New South Wales, Australia)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: