Tampilkan postingan dengan label Jeddah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jeddah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Maret 2020

Jemaah haji Hindia-Belanda di Jeddah, 1885: Asal Sumbawa dan Maluku

Tiga jemaah asal Sumbawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Empat jemaah asal Ternate
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Putra Sultan Bacan (tengah), pamannya (kemungkinan yang duduk di kiri), dan penghulu Kesultanan Bacan (kanan)
jemaah asal(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jemaah asal Ambon, Banda, dan Kei; yang di sebelah kiri adalah anak dari seorang Ambon yang menetap di Arab dan menikah dengan seorang wanita Mekkah
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1885
Tempat: Konsulat Belanda di Jeddah (Arab Saudi)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Snouck Hurgronje
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Diambil dari buku "Bilder-Atlas zu Mekka" yang terbit tahun 1888.

Minggu, 01 Maret 2020

Jemaah haji Hindia-Belanda di Jeddah, 1885: Asal wilayah Sulawesi

Tiga jemaah asal Mandar
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Dua jemaah Bugis
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Enam jemaah asal pulau Selayar
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1885
Tempat: Konsulat Belanda di Jeddah (Arab Saudi)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Snouck Hurgronje
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Diambil dari buku "Bilder-Atlas zu Mekka" yang terbit tahun 1888.

Jumat, 28 Februari 2020

Jemaah haji Hindia-Belanda di Jeddah, 1885: Asal Kalimantan

Tiga jemaah asal Pontianak, didampingi seorang Hadrami (kiri)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
10 jemaah asal Martapura
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Enam jemaah asal Sambas, didampingi seorang wakil yang berdiri di belakang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1885
Tempat: Konsulat Belanda di Jeddah (Arab Saudi)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Snouck Hurgronje
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Diambil dari buku "Bilder-Atlas zu Mekka" yang terbit tahun 1888.

Rabu, 26 Februari 2020

Jemaah haji Hindia-Belanda di Jeddah, 1885: Asal pulau Jawa

Seorang jemaah perempuan asal Banten
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Dua jemaah asal Sukapura, sekarang Tasikmalaya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tiga jemaah asal Jepara
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jemaah asal Malang dan Pasuruan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: 1885
Tempat: Konsulat Belanda di Jeddah (Arab Saudi)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Snouck Hurgronje
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Diambil dari buku "Bilder-Atlas zu Mekka" yang terbit tahun 1888.

Senin, 24 Februari 2020

Jemaah haji Hindia-Belanda di Jeddah, 1885: Asal pulau Sumatera

Empat jemaah asal Aceh, dengan dua pendamping Arab di belakang mereka
(klik untuk memperbesar | © NGA)
13 jemaah asal Mandailing
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Dua jemaah asal Sumatera Utara (dari tempat bernama "Edi"?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Dua jemaah asal Solok
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jemaah asal Mukomuko dan Indrapura
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Lima jemaah asal Kerinci; yang duduk di belakang adalah syaikh mereka yang juga berasal dari Kerinci
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Empat jemaah asal Palembang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1885
Tempat: Konsulat Belanda di Jeddah (Arab Saudi)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Snouck Hurgronje
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Diambil dari buku "Bilder-Atlas zu Mekka" yang terbit tahun 1888.

Minggu, 06 Mei 2018

Jemaah haji asal Jawa Barat di Jeddah, 1885

(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1885
Tempat: Konsulat Belanda di Jeddah (Arab Saudi)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: Kebiasaan jongkok ini masih bisa diamati hingga sekarang di kalangan masyarakat pedesaan Jawa Barat.


UPDATE 13 Februari 2020

Sebelumnya foto di atas diberi info "sekitar 1890" dan di "Mekkah". Mulai tanggal 24 Februari 2020 akan dimuat foto-foto jemaah haji lain yang menunjukkan bahwa foto ini diambil di tahun 1885 (bukan 1890), di Konsulat Belanda di Jeddah (bukan di Mekkah), dan kemungkinan besar dibuat oleh orientalis Christiaan Snouck Hurgronje. Posting ini dikoreksi berdasarkan informasi tsb.