Tampilkan postingan dengan label 1890. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1890. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Mei 2024

Empat foto lama dari Banda, Makassar, Sawahlunto, dan Surabaya di penghujung abad ke-19

~1900: Para pekerja Tionghoa dan mandor Belanda di pertambangan Sawahlunto
(klik untuk memperbesar | © C. Nieuwenhuis / Indies Gallery)
~1880: Makassar, kawasan di dekat Fort Rotterdam
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
~1870: Sebuah taman di Surabaya
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
~1890: Gunung Api Banda
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: akhir abad ke-19 (1870, 1880, 1890, 1900)
Tempat: Banda, Makassar, Sawahlunto, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto: a.l. C. Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 17 April 2024

Wajah-wajah warga Dayak di studio foto dan di alam terbuka dari abad ke-19

Antara 1880 dan 1890: Seorang wanita Dayak di studio foto
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Kartu pos bergambar pria Dayak dalam pakaian tradisional, di studio foto
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Seorang pemuda Dayak dalam pakaian perang
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Antara 1880 dan 1890: Seorang wanita Dayak di studio foto
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sekitar 1890: Tiga pria Dayak dalam pakaian perang
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: sekitar 1890
Tempat: Kalimantan
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 29 November 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam foto studio: Studio Koene, Jakarta (1)

Penghujung abad ke-19: Seorang balita
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1890: Seorang prajurit KNIL
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Penghujung abad ke-19: Seorang wanita Belanda bernama Cecilia C. Salm
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: penghujung abad ke-19, 1890
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Koene & Co; Studio Koene & Büttinghausen
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 13 September 2023

Kumpulan foto tentang candi-candi di Jawa dari juru potret yang belum teridentifikasi (3)

~1890: Reruntuhan Candi Prambanan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1890: Reruntuhan Candi Prambanan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1890: Reruntuhan Candi Prambanan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1885: Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1885, 1890
Tempat: Magelang, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: 

Senin, 11 September 2023

Kumpulan foto tentang candi-candi di Jawa dari juru potret yang belum teridentifikasi (2)

Patung tiga serangkai dari kawasan Candi Borobudur (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu patung Buddha dari Borobudur yang dibawa keluar kawasan candi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1885: Candi Pawon
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1890: Tiga wanita Belanda berpose di Borobudur dengan stupa puncak masih belum dipugar
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1885, 1890
Tempat: Magelang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Edisi lain dari foto nomor 2 pernah dimuat di posting ini.

Rabu, 16 Agustus 2023

Foto-foto pemandangan di Jawa hasil jepretan George Lewis (2)

1910: Dua wanita Lumajang di Ranu Klakah dengan latar belakang Gunung Lamongan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1890: Dua pria berpose di sebuah air terjun
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawasan Bromo dengan latar belakang Gunung Semeru
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tiga warga Tosari dengan kuda pengangkut beban
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1890, 1910
Tempat: Jawa Timur (a.l. kawasan Bromo, Lumajang, Tosari)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: George Lewis (1875-1939)
Sumber / Hak cipta: 

Jumat, 07 Juli 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (13)

Kuburan seorang Belanda bernama Antonius Johannes ten Velden di Surabaya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah toko pakaian lelaki dan peralatan olahraga bernama Java Stores
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Bandung, 1918: Batavia's Elftal, cikal bakal Persija, menjadi juara sepakbola se-Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1890: Seorang Belanda bersama warga Minangkabau; tulisan di foto menyebutkan nama "Datuk Bandara" yang disebut sebagai tetua di "Padang Tarok" (Agam)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Reruntuhan sebuah candi di Jawa yang belum teridentifikasi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1890, 1918
Tempat: a.l. Bandung, Padang Tarok (Agam), Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 17 Juni 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (3)

~1880: Warga sebuah kampung di Jawa dengan rumah tradisional mereka
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1880: Sebuah air terjun di wilayah Bandung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1890: Pedagang perabotan rumah tangga
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1900: Warga Mentawai (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1895: Dua lelaki pemikul barang beristirahat dengan ditemani seekor anjing
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1880, 1890, 1895, 1900
Tempat: Jawa (a.l. Bandung), Mentawai?
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 27 Maret 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Carl Julius Herman Salzwedel dari penghujung abad ke-19 (2)

1895: Gedung Sociëteit Concordia di Surabaya (sekarang dipakai Pertamina)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1895: Kemungkinan kawasan Kali Mas, Surabaya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1880: Pohon beringin di alun-alun Malang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Versi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1880, 1895
Tempat: Malang, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Julius Herman Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 25 Maret 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Carl Julius Herman Salzwedel dari penghujung abad ke-19 (1)

1880: Jalan masuk menuju Hotel Malang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1890: Kediaman Residen Surabaya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1895: Seorang pengantin Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1880, 1890, 1895
Tempat: Jawa (a.l. Malang, Surabaya)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Julius Herman Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 05 Februari 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Kassian Céphas: Yogyakarta dan sekitarnya

Dunia fotografi Indonesia tidak akan lepas dari nama Kassian Céphas. Orang Yogya ini merupakan warga pribumi Hindia-Belanda pertama yang menggeluti dunia fotografi secara profesional; dan umumnya autodidak. Karya-karyanya telah berjasa memperlihatkan kepada generasi setelahnya bagaimana wajah budaya Jawa pada masanya. Tak ketinggalan pula foto-fotonya tentang situs-situs purbakala di bagian tengah Jawa saat itu.

Beberapa karyanya telah tersebar di blog ini. Kali ini blog ini mencoba mengumpulkan foto-foto lainnya dalam beberapa seri. Sebagian di antaranya pernah dimuat sebelum ini, dan akan merupakan pengulangan.


~1894: Sultan Hamengkubuwono VII bersama Residen C.M. Ketting Olivier
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1894: Kediaman Residen Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1897: Kassian Céphas di Macingan, Parangtritis
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1895: Rongkop, Gunung Kidul
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1890: Gerbang Keraton Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1895: Tebing sarang burung walet di Rongkop, Gunung Kidul
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1890, 1894, 1895, 1897
Tempat: Yogyakarta
Tokoh: Sultan Hamengkubuwono VII
Peristiwa:
Fotografer: Kassian Céphas
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 03 Februari 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Kassian Céphas: Foto-foto lepas

Dunia fotografi Indonesia tidak akan lepas dari nama Kassian Céphas. Orang Yogya ini merupakan warga pribumi Hindia-Belanda pertama yang menggeluti dunia fotografi secara profesional; dan umumnya autodidak. Karya-karyanya telah berjasa memperlihatkan kepada generasi setelahnya bagaimana wajah budaya Jawa pada masanya. Tak ketinggalan pula foto-fotonya tentang situs-situs purbakala di bagian tengah Jawa saat itu.

Beberapa karyanya telah tersebar di blog ini. Kali ini blog ini mencoba mengumpulkan foto-foto lainnya dalam beberapa seri. Sebagian di antaranya pernah dimuat sebelum ini, dan akan merupakan pengulangan.


~1880: Ibu dan dua anak, kemungkinan di Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1890: Pangeran Ario Mangkubumi, Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pertunjukan wayang orang (atas) dan barisan pasukan KNIL di dekat restoran Grimm & Co, Surabaya (bawah)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Naik tunggu untuk memetik pepaya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1885: Pertunjukan wayang orang di Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19 (a.l. 1880, 1885, 1895)
Tempat: Surabaya, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Kassian Céphas
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: