Tampilkan postingan dengan label R.A.A. Wiranatakusumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label R.A.A. Wiranatakusumah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 September 2025

Van Mook, Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda, dan para tamunya di tahun 1948 (2)

Acara resepsi perpisahan Van Mook sebagai Letnan Gubernur Jenderal: Van Mook dan istri menyambut kedatangan Wali Negara Pasundan, R.A.A. Wiranatakusumah, yang mengombinasikan pakaian barat dengan peci
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pasangan Van Mook menerima kedatangan para tamu yang akan melepasnya sebagai Letnan Gubernur Jenderal 
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Mook menyalami mantan PM Belanda, Willem Schermerhorn, yang datang untuk memberikan salam perpisahan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Mook membubuhkan tanda tangan ke sebuah foto (?) yang disodorkan seorang pemuda di gedung yang kelak menjadi Istana Merdeka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1 Agustus 1948
Tempat: Jakarta
Tokoh a.l.: Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 29 Oktober 2018

Album foto para penguasa daerah di tahun 1860-an: Bupati Bandung, Karawang, dan Majalengka

Bupati Bandung R.A.A. Wiranatakusumah
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Bupati Karawang
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Bupati Majalengka Raden Tumenggung Suraadiningrat beserta istri dan seorang ponggawa
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1866 (dua foto bawah), 1867 (foto atas)
Tempat: Bandung, Karawang, Majalengka
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan: Foto-foto ini adalah bagian dari sebuah album dengan judul "Cabinet-Portret" dari seri "Portretten van Indonesiƫrs" yang dikeluarkan oleh K. Buwalda di Surabaya di akhir tahun 1860-an.

Rabu, 06 Agustus 2014

Republik Indonesia Serikat (7) - Negara Pasundan

Pengantar: Sejarah Indonesia tentang masa tahun 1949-1950 akan menyebut kata RIS alias Republik Indonesia Serikat. Tetapi kita tidak banyak menemukan bahasan tentang hal itu. Boleh jadi karena negeri-negeri federasi ini dianggap negara boneka buatan Belanda, dan tokoh-tokohnya dipandang sebagai kaki tangan Belanda di dalam usaha mereka mempertahankan kendali mereka atas Indonesia.

Seri posting kali ini akan menampilkan beberapa foto yang berkenaan dengan RIS ini. Mudah-mudahan ini bisa berkontribusi di dalam menggali bagian sejarah Indonesia yang tampak terlantarkan ini.


Negara Pasundan

Presiden Negara Pasundan, R.A.A. M.M. Suria Kartalegawa (kiri) beserta "Menteri Penerangan" Kustomo, dalam proklamasi pendirian Negara Pasundan di Bandung, 4 Mei 1947, yang dimotori Partai Rakyat Pasundan.
[klik untuk memperbesar (c) gahetna]
Wali Negara Pasundan, R.A.A. Wiranatakusumah, berkunjung ke Purwakarta, dan disambut oleh murid sekolah menengah Purwakarta, 13 Agustus 1948 (?).
(c) gahetna

Waktu: 1947
Tempat: Bandung, Purwakarta
Tokoh: R.A.A. Wiranatakusumah (Wali Negara Pasundan), R.A.A. M.M. Suria Kartalegawa (Presiden Negara Pasundan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal
Catatan: