Tampilkan postingan dengan label patung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label patung. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Juni 2026

Penjaga Kori Kamandungan di Keraton Solo, dan Candi Borobudur

Penjaga gerbang masuk Keraton Solo, dengan latar belakang sebuah cermin besar tempat orang berkaca diri sebelum masuk ke kediaman sultan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: ?
Tempat: Solo (atas), Magelang (bawah)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 08 Juni 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang kelenteng di Jakarta dan patung-patungnya

Atas: Dua pria Tionghia berdiri di depan pintu sebuah kelenteng dengan dua patung di cerukan tembok kiri dan kanan. Bawah: Patung dewa Tionghoa yang disebut oleh pelukis sebagai Calamija.
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Rangkaian patung-patung di dalam kelenteng yang oleh pelukis disebut onbekende goden (dewa tak dikenal) yang boleh jadi sejatinya patung-patung Buddha
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1726
Tahun peristiwa: abad ke-18
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: François Valentijn
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Kamis, 14 Agustus 2025

Kumpulan beberapa ilustrasi (dan foto) zaman dulu tentang Nusantara (7)

Borobudur
[~1920, Hindia-Belanda, Jan Christiaan Poortenaar]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Patung Dewa Siwa (kiri) dan seorang penari Hindu (kanan)
[~1925, Amsterdam]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Borobudur
[~1925, Amsterdam]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1920, 1925
Tempat terbit: a.l. Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: a.l. Jan Christiaan Poortenaar
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 07 Desember 2024

Dari penjelajahan Carl Alfred Bock ke wilayah suku Dayak di tahun 1878/1879 (3)

PENGANTAR

Di kalangan bangsa Eropa terutama zaman dulu, suku Dayak acapkali dikonotasikan dengan dua hal: head hunters dan cannibalism, atau penggal kepala dan makan daging manusia. Salah seorang perintis berani yang mencoba untuk memeriksa pandangan ini adalah seorang peneliti Norwegia bernama Carl Alfred Bock. Dalam usia 29 tahun, di tahun 1878 dan 1879 dia melakukan perjalanan penjelajahan ke pedalaman Kalimantan –dan juga Sumatera– untuk bertemu langsung dengan masyarakat pedalaman yang menghuni kawasan yang hingga saat itu dijauhi orang. Carl Bock mendokumentasikan perjalanan ini dalam bukunya The Head Hunters of Borneo, yang diterbitkan di tahun 1881 di London, dua tahun setelah penjelajahannya berakhir. Buku ini banyak memuat gambar-gambar berwarna yang diabadikan Carl Bock selama berkelana di Kalimantan.

Halaman judul dari The Head Hunters of Borneo edisi kedua yang terbit 1882
(klik untuk memperbesar)

Blog ini akan menampilkan ilustrasi-ilustrasi yang berharga ini, yang berjasa menggambarkan suku Dayak menjelang akhir abad ke-19.


Perkampungan Dayak Long Wai dengan rumah panggung, babi piaraan, serta perahu
(klik untuk memperbesar)
Kemungkinan salah satu sudut Tenggarong, ibu kota Kesultanan Kutai, dengan rumah panggung di atas air dan perahu sebagai sarana transportasi utama
(klik untuk memperbesar)
Atas: Keraton Sultan Kutai; bawah: sebuah kompleks kuburan di tepi sungai yang dikawal seorang penjaga bersenjata lembing
sebuah (klik untuk memperbesar)
Seorang pria Dayak dalam pakaian perang lengkap dengan jubah dari kulit macan tutul
(klik untuk memperbesar)
Patung-patung dan hasil kerajinan tangan suku Dayak
(klik untuk memperbesar)

Waktu: 1878/1879
Tempat: Kalimantan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Carl Alfred Bock
Catatan:

UPDATE 14 Juli 2026: Edisi lain dari gambar pertama
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Kamis, 28 Maret 2024

Lukisan tentang Candi Borobudur karya Jan Christiaan Poortenaar

Candi Borobudur dilihat dari halaman pekarangan
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Candi Borobudur dilihat dari kejauhan
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Pemdangan dari stupa utama
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sebuah patung Buddha di Borobudur
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Lorong menuju stupa utama
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Tangga menuju stupa utama
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: 1924 atau sebelumnya
Tempat: Magelang
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Jan Christiaan Poortenaar
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 09 Maret 2024

Gerdis Acke, pematung perempuan asal Swedia yang banyak menyelamatkan warga Belanda semasa pendudukan Jepang di Bandung, 1945

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: November 1945
Tempat: kemungkinan Bandung
Tokoh: Gerdis Acke (pematung asal Swedia)
Peristiwa: Gerdis Acke adalah seorang pematung asal Swedia yang memiliki sebuah studio seni di Bandung di tahun 1940-an. Ketika Jepang mengusir Belanda dari Indonesia, Gerdis tidak termasuk warga Eropa yang ditawan karena Swedia bersikap netral dalam Perang Dunia II. Gerdis banyak menolong warga Belanda dengan menyembunyikan perhiasan berharga mereka di dalam patung dan bahan bahan pembuatan patung, sehingga tidak terampas oleh militer Jepang. Foto di atas diambil setelah Jepang kalah perang, dan Gerdis mendapat kunjungan serta ucapan terima kasih atas aksinya yang sangat berisiko.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 11 September 2023

Kumpulan foto tentang candi-candi di Jawa dari juru potret yang belum teridentifikasi (2)

Patung tiga serangkai dari kawasan Candi Borobudur (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu patung Buddha dari Borobudur yang dibawa keluar kawasan candi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1885: Candi Pawon
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1890: Tiga wanita Belanda berpose di Borobudur dengan stupa puncak masih belum dipugar
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1885, 1890
Tempat: Magelang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Edisi lain dari foto nomor 2 pernah dimuat di posting ini.

Sabtu, 09 September 2023

Kumpulan foto tentang candi-candi di Jawa dari juru potret yang belum teridentifikasi (1)

Relief Candi Borobudur yang terkenal dengan penggambaran kapal lautnya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu relief Candi Borobudur yang a.l. menggambarkan khalayak mendatangi Buddha dengan berbagai persembahan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu relief Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Patung Bodhisatwa Awalokiteswara di Candi Mendut
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: tidak ada keterangan
Tempat: Magelang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Edisi lain dari foto nomor 4 pernah dimuat di posting ini dan ini.

Minggu, 03 September 2023

Dari koleksi studio foto Onnes Kurkdjian tentang Jawa (7): Patung-patung Buddha di Borobudur

(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1912
Tempat: Magelang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: studio foto Onnes Kurkdjian, Surabaya
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: 

Rabu, 02 Agustus 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (26)

Kemungkinan rumah adminsitrateur pabrik gula Comal (Pemalang)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pabrik gula Comal (Pemalang)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1900: Empat perempuan di dekat pedati-pedati pengangkut tebu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1900: Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman rumah Bupati Nganjuk yang dipenuhi patung
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1900
Tempat: Bogor, Comal, Nganjuk
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 15 Juni 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (2)

1920-an: Dua wanita Bali dan seorang bocah laki-laki
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1920-an: Seorang wanita Bali duduk di jalan menuju perkampungan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Adegan lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1922: Pasar malam di Surabaya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1920: Patung Buddha di Candi Mendut, Magelang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1920-an (a.l. 1920, 1922)
Tempat: Bali, Magelang, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 26 Mei 2023

Dari koleksi studio foto Onnes Kurkdjian tentang Bali (1)

Denpasar, 1913: Seorang prajurit KNIL di dekat beberapa patung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kintamani, 1913: Seorang punggawa bersama istrinya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1910: Seorang gadis penari Bali
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1930: Seorang gadis penari Bali
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1920-an: Seorang pendeta
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1910, 1913, 1920-an, 1930
Tempat: Bali
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Thilly Weissenborn ketika masih bergabung dengan studio Onnes Kurkdjian
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto #1 pernah dimuat sebelumnya di posting ini dan ini; foto #2 di sini dan sini; foto #5 di sini.